{"id":202782,"date":"2026-08-24T20:34:35","date_gmt":"2026-08-24T12:34:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202782"},"modified":"2026-08-24T20:34:35","modified_gmt":"2026-08-24T12:34:35","slug":"asap-pekat-pagi-hari-jam-sekolah-di-kotim-diubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/asap-pekat-pagi-hari-jam-sekolah-di-kotim-diubah\/","title":{"rendered":"Asap Pekat Pagi Hari, Jam Sekolah di Kotim Diubah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Kotim mempertahankan pembelajaran tatap muka dengan memundurkan jam masuk sekolah, tetapi membuka kemungkinan kembali menerapkan BDR apabila kabut asap karhutla memburuk.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIM TIMUR <\/b>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memilih memundurkan jam masuk sekolah sebagai langkah mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik tanpa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Kebijakan tersebut diterapkan setelah pemerintah mengevaluasi kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai cenderung berkurang menjelang siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan penyesuaian tersebut, peserta didik pendidikan anak usia dini (PAUD) mulai masuk sekolah pukul 08.00 WIB, sedangkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pukul 07.30 WIB. Jadwal itu lebih lambat dibandingkan jam masuk sekolah normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan tersebut sekaligus mengubah rencana sebelumnya yang mengarahkan satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah (BDR). Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya menerbitkan Surat Edaran tentang BDR selama masa tanggap darurat karhutla pada 20 Agustus 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan BDR tersebut diterbitkan sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan akibat kabut asap karhutla, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (21\/08\/2026). Namun, rencana itu belum sempat diterapkan secara menyeluruh sebelum Pemkab Kotim kembali menyesuaikan kebijakan pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Halikinnor mengatakan keputusan mempertahankan pembelajaran tatap muka dengan memundurkan jam sekolah didasarkan pada perkembangan kondisi kabut asap, terutama pada pagi hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sudah agak siang sedikit itu asapnya berkurang. Sehingga kita aktifkan lagi, tapi sambil kita pelajari situasinya,\u201d kata Halikinnor, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Halikinnor, kondisi kabut asap tidak merata di seluruh wilayah Kotim. Kawasan selatan dan tengah menjadi wilayah yang lebih banyak terdampak titik api dan asap dibandingkan kawasan utara. Pemerintah daerah karena itu akan terus mengevaluasi kondisi masing-masing wilayah sebelum menentukan kebijakan lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Kotim juga membuka kemungkinan pemberlakuan kembali BDR atau penghentian sementara kegiatan sekolah di wilayah tertentu apabila kualitas udara memburuk dan dinilai membahayakan kesehatan peserta didik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau memang nanti kabut asap tambah parah membahayakan anak-anak kita, siswa-siswi kita, ya mungkin diliburkan kembali atau mungkin ada daerah-daerah tertentu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Halikinnor menegaskan, penyesuaian jam pembelajaran merupakan upaya menjaga proses pendidikan tetap berlangsung sembari meminimalkan risiko kesehatan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan selama kabut asap masih terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menyesuaikan aktivitas sekolah, Halikinnor mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Warga juga diminta segera memadamkan api sekecil apa pun yang ditemukan serta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Evaluasi kondisi kabut asap akan terus dilakukan sebagai dasar menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat dipertahankan atau kembali dialihkan menjadi BDR, khususnya di wilayah Kotim yang terdampak karhutla lebih berat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kotim mempertahankan pembelajaran tatap muka dengan memundurkan jam masuk sekolah, tetapi membuka kemungkinan kembali menerapkan BDR apabila kabut asap karhutla memburuk. KOTAWARINGIM TIMUR &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memilih memundurkan jam masuk sekolah sebagai langkah mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik tanpa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202798,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2912],"tags":[53364,52718,17386,53363,1461,6051,4418,189,20126,8824,4158,9038,17133,4159,41392,8859,2907,52720,52723,3302],"class_list":["post-202782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kota-waringin-barat-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bdr","tag-belajar-dari-rumah","tag-halikinnor","tag-jam-masuk-sekolah","tag-kabut-asap","tag-kalimantan-tengah","tag-kalteng","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-paud","tag-pembelajaran-tatap-muka","tag-pemkab-kotim","tag-pendidikan-kotim","tag-sampit","tag-sd","tag-sekolah-kotim","tag-siswa-kotim","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202782"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202799,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202782\/revisions\/202799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}