{"id":202824,"date":"2026-08-24T21:21:19","date_gmt":"2026-08-24T13:21:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202824"},"modified":"2026-08-24T21:21:19","modified_gmt":"2026-08-24T13:21:19","slug":"bayi-perempuan-ditemukan-dalam-kantong-plastik-di-nunukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bayi-perempuan-ditemukan-dalam-kantong-plastik-di-nunukan\/","title":{"rendered":"Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kantong Plastik di Nunukan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi menyelidiki penemuan jasad bayi perempuan di dalam kantong plastik hitam di Desa Padaidi, Sebatik Timur, yang diperkirakan telah meninggal sekitar 48 jam sebelum ditemukan warga.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN <\/strong>&#8211; Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik Timur menyelidiki penemuan jasad bayi perempuan di dalam kantong plastik hitam di tepi Jalan Jenderal Sudirman, Rukun Tetangga (RT) 04, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara). Berdasarkan pemeriksaan awal dokter, bayi tersebut diperkirakan meninggal sekitar 48 jam sebelum ditemukan warga pada Minggu (23\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jasad bayi pertama kali ditemukan seorang warga bernama Milang (61) sekitar pukul 17.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Saat itu, Milang berhenti di tepi jalan untuk buang air kecil sebelum mencium bau menyengat dari sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nunukan Ruslaeni mengatakan bayi ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian dan berada di dalam kantong plastik berwarna hitam, sebagaimana diberitakan Niaga Asia, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ditemukan bayi malang itu tidak mengenakan pakaian dan posisinya berada dalam tas plastik warga hitam,\u201d kata Ruslaeni, Senin (24\/082026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Milang mengaku awalnya mencari sumber bau yang tercium sangat menyengat. Dari pencarian tersebut, ia menemukan sebuah kantong plastik hitam yang telah dikerumuni lalat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena penasaran, saya mencari sumber aroma busuk dan ditemukanlah tas plastik warna hitam yang sudah dikerumuni lalat,\u201d kata Milang kepada petugas Kepolisian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena curiga terhadap isi kantong tersebut, Milang kemudian membukanya menggunakan kaki. Ia terkejut setelah melihat jasad bayi berada di dalam kantong plastik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Sebatik Timur. Polisi mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi jasad bayi ke Rumah Sakit Pratama Sebatik guna menjalani visum et repertum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pemeriksaan awal menemukan adanya luka lecet pada beberapa bagian tubuh bayi. Polisi juga memperoleh perkiraan waktu kematian berdasarkan pemeriksaan dokter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerdasarkan pemeriksaan dokter pada tubuh bayi terdapat luka lecet pada leher kiri dan bahu kanan sepanjang 3 cm, bayi diperkirakan meninggal dunia sekitar 48 jam sebelum ditemukan warga,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Sebatik Timur kini mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri barang bukti di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas pihak yang meninggalkan jasad bayi tersebut. Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan penyebab kematian dan rangkaian peristiwa sebelum jasad ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad bayi diserahkan kepada Pemerintah Desa Padaidi untuk dimakamkan di pemakaman desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJasad bayi perempuannya sudah diserahkan ke Kades Padaidi untuk dikebumikan di pemakaman desa,\u201d kata Kapolres.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi, pihak yang membawa atau meninggalkan jasad di lokasi, serta memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi menyelidiki penemuan jasad bayi perempuan di dalam kantong plastik hitam di Desa Padaidi, Sebatik Timur, yang diperkirakan telah meninggal sekitar 48 jam sebelum ditemukan warga. NUNUKAN &#8211; Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik Timur menyelidiki penemuan jasad bayi perempuan di dalam kantong plastik hitam di tepi Jalan Jenderal Sudirman, Rukun Tetangga (RT) 04, Desa Padaidi, Kecamatan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202832,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,481,2248],"tags":[53401,28283,37499,25697,53402,2889,2491,21111,2500,53403,53400,13320,15543,26451,53404,53399,2823,28587,53405],"class_list":["post-202824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kasus","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-bayi-ditemukan-meninggal","tag-bayi-perempuan","tag-berita-nunukan","tag-desa-padaidi","tag-jasad-bayi-dalam-plastik","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-kriminal-nunukan","tag-nunukan","tag-penemuan-bayi-sebatik","tag-penemuan-jasad-bayi","tag-penyelidikan-polisi","tag-polres-nunukan","tag-polsek-sebatik-timur","tag-rumah-sakit-pratama-sebatik","tag-ruslaeni","tag-sebatik","tag-sebatik-timur","tag-visum-bayi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202824"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202833,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202824\/revisions\/202833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}