{"id":202827,"date":"2026-08-24T21:26:01","date_gmt":"2026-08-24T13:26:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202827"},"modified":"2026-08-24T21:26:01","modified_gmt":"2026-08-24T13:26:01","slug":"bara-batu-bara-sulit-dipadamkan-jalan-ubt-tarakan-terancam-patah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bara-batu-bara-sulit-dipadamkan-jalan-ubt-tarakan-terancam-patah\/","title":{"rendered":"Bara Batu Bara Sulit Dipadamkan, Jalan UBT Tarakan Terancam Patah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Bara batu bara yang tersulut akibat karhutla di sekitar kampus UBT Tarakan sulit dipadamkan dan telah membentuk rongga sekitar 3 x 4 meter di bawah aspal sehingga berpotensi menyebabkan jalan patah hingga ambruk.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN <\/strong>&#8211; Bara batu bara yang terbakar di bawah badan jalan sekitar gedung baru Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), membentuk rongga sekitar 3 x 4 meter dan berpotensi menyebabkan jalan patah hingga ambruk. Api bawah tanah tersebut sulit dipadamkan meski petugas telah berulang kali melakukan penyemprotan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Material batu bara mulai terbakar setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di depan kampus UBT. Kebakaran awal pada Selasa (18\/08\/2026) menghanguskan area sekitar 450 meter persegi dan sempat berhasil dipadamkan. Namun, pada Kamis (20\/08\/2026), petugas kembali menemukan sumber api yang berasal dari bawah tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tarakan Timur Muhdar, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (24\/08\/2026), mengatakan kebakaran sebelumnya telah berhasil ditangani sebelum muncul api dari sumber berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebelumnya pada hari Selasa 18 Agustus 2026 terjadi kebakaran hutan seluas 450 meter persegi di depan kampus. Kami berhasil padamkan, tapi ada kebakaran lagi yang sumbernya dari bawah tanah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTernyata ada material batu bara yang terbakar dan sulit dipadamkan,\u201d ujarnya, dihubungi Minggu (23\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas pemadam kebakaran (damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berupaya memadamkan material yang masih membara. Namun, penyemprotan air biasa belum mampu mematikan api pada lapisan batu bara di bawah permukaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut mendapat perhatian serius setelah Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan Bonifasius Rumbewas bersama jajarannya meninjau lokasi pada Sabtu (22\/08\/2026) sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Muhdar, kebakaran yang terlihat kecil dari permukaan menyimpan risiko lebih besar karena bara terus menggerus material di bawah lapisan aspal dan membentuk ruang kosong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDilihat dari luar sepertinya api tak besar, tapi kalau dilihat lebih dalam, bara api mulai membentuk rongga di bawah aspal yang berpotensi mengakibatkan jalan patah dan ambruk karena bawahnya kosong. Bisa dikatakan mirip bara dalam sekam,\u201d tutur Muhdar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga pengecekan terakhir, rongga yang terbentuk diperkirakan berukuran sekitar 3 x 4 meter. Dampak panas dan kosongnya material di bawah permukaan juga menyebabkan besi pembatas jalan di sekitar lokasi ambruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan. Namun, polisi telah memasang garis polisi atau police line untuk membatasi masyarakat mendekati bagian jalan yang di bawahnya masih terdapat bara batu bara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan itu telah dilaporkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Kepolisian Resor (Polres) Tarakan bersama BPBD, petugas damkar, dan Pemkot Tarakan masih mencari metode yang efektif untuk memadamkan bara hingga ke lapisan bawah tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPolres Tarakan mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak mendekati lokasi Karhutla yang telah dipasangi police line.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSegera lapor ke polisi apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi membahayakan atau memperluas kebakaran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan menyeluruh diperlukan karena api pada lapisan batu bara tidak hanya berpotensi terus menyala, tetapi juga dapat melemahkan struktur tanah di bawah jalan. Pembatasan akses dan pencarian metode pemadaman yang tepat menjadi penting untuk mencegah kerusakan jalan maupun risiko kecelakaan bagi masyarakat di sekitar kampus UBT. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bara batu bara yang tersulut akibat karhutla di sekitar kampus UBT Tarakan sulit dipadamkan dan telah membentuk rongga sekitar 3 x 4 meter di bawah aspal sehingga berpotensi menyebabkan jalan patah hingga ambruk. TARAKAN &#8211; Bara batu bara yang terbakar di bawah badan jalan sekitar gedung baru Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202836,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2257],"tags":[53414,28410,29306,16723,53416,2889,2491,29301,53419,53415,20382,53418,27444,17356,15655,28959,53417,2717,29970,2931,45285],"class_list":["post-202827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-batu-bara-terbakar","tag-bonifasius-rumbewas","tag-bpbd-tarakan","tag-garis-polisi","tag-jalan-ambruk","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-karhutla-tarakan","tag-kebakaran-batu-bara","tag-kebakaran-bawah-tanah","tag-kebakaran-tarakan","tag-muhdar","tag-pantai-amal","tag-pemkot-tarakan","tag-polres-tarakan","tag-polsek-tarakan-timur","tag-rongga-bawah-aspal","tag-tarakan","tag-tarakan-timur","tag-ubt","tag-universitas-borneo-tarakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202827"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202837,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202827\/revisions\/202837"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}