{"id":202844,"date":"2026-08-24T21:37:47","date_gmt":"2026-08-24T13:37:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202844"},"modified":"2026-08-24T21:38:33","modified_gmt":"2026-08-24T13:38:33","slug":"indonesia-siapkan-pekerja-hadapi-masa-depan-dunia-kerja-asean","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/indonesia-siapkan-pekerja-hadapi-masa-depan-dunia-kerja-asean\/","title":{"rendered":"Indonesia Siapkan Pekerja Hadapi Masa Depan Dunia Kerja ASEAN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Indonesia memperkuat keterampilan, perlindungan sosial, digitalisasi K3, dan harmonisasi sertifikasi kompetensi untuk menyiapkan pekerja menghadapi transformasi dunia kerja di kawasan ASEAN.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANGKOK<\/strong> &#8211; Indonesia memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan dunia kerja melalui perluasan pelatihan vokasi dan pemagangan, modernisasi informasi pasar kerja, digitalisasi keselamatan kerja, serta penguatan perlindungan sosial. Strategi tersebut dipaparkan dalam forum ketenagakerjaan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok, Thailand, pada 23\u201327 Agustus 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah Indonesia disampaikan dalam Pertemuan Pejabat Senior Ketenagakerjaan ASEAN (Senior Labour Officials Meeting\/SLOM) yang digelar bersamaan dengan rangkaian Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan ASEAN (ASEAN Labour Ministers Meeting\/ALMM) ke-29.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri, sebagaimana diberitakan Kemnaker, Senin (24\/08\/2026), mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia menjalankan ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIndonesia tetap berkomitmen untuk menerjemahkan tujuan Deklarasi ke dalam langkah-langkah yang praktis dan saling memperkuat, guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal dalam perubahan dunia kerja,\u201d ujar Indah di Bangkok, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan kompetensi menjadi salah satu fokus utama. Program Pemagangan Nasional ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta. Program itu melengkapi tahap pertama yang telah menyasar 100 ribu lulusan baru perguruan tinggi dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 30 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pemagangan, Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) ditargetkan menjangkau 300 ribu peserta. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah juga memodernisasi sistem informasi pasar kerja terintegrasi guna memperkuat keterhubungan antara program pelatihan dan kebutuhan dunia usaha serta industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sektor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) dalam pengawasan ketenagakerjaan dan penyediaan layanan kepatuhan K3 berbasis daring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi dunia kerja juga direspons melalui penguatan perlindungan sosial. Pemerintah memperluas cakupan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang mencakup manfaat tunai, pelatihan, dan layanan penempatan kerja bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya itu dilengkapi pengoperasian Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta pemberian insentif iuran jaminan sosial bagi pekerja di sektor padat karya dan sektor informal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi inklusivitas, Indonesia mendorong perluasan kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas, perempuan, pemuda, dan pekerja lanjut usia. Penguatan dialog industrial juga dilakukan melalui lebih dari 12.830 Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit di tingkat perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, LKS Tripartit telah terbentuk di 34 provinsi dan 398 kabupaten\/kota. Penguatan mekanisme dialog tersebut sejalan dengan prinsip Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization\/ILO) Nomor 144 mengenai konsultasi tripartit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia juga memperluas perannya pada tingkat regional dengan memimpin pelaksanaan ASEAN Guiding Principles (AGP) Fase 3. Program tersebut diarahkan untuk mendorong harmonisasi sistem sertifikasi kompetensi di lima negara anggota ASEAN, dengan tahap awal berfokus pada sektor konstruksi dan kelistrikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Indonesia tengah menyiapkan proyek Knowledge Sharing on Unemployment Insurance yang melibatkan delapan negara anggota ASEAN serta berpartisipasi dalam kajian produktivitas tenaga kerja di kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMelalui langkah-langkah ini, Indonesia menegaskan bahwa daya saing kawasan harus senantiasa berjalan selaras dengan resiliensi, inklusivitas, perlindungan sosial, dan pemenuhan hak-hak dasar pekerja,\u201d ujar Indah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian kebijakan tersebut menempatkan peningkatan kompetensi dan perlindungan pekerja sebagai dua strategi yang berjalan bersamaan dalam menghadapi transformasi ketenagakerjaan. Indonesia berharap kerja sama ASEAN dapat menghasilkan pasar kerja kawasan yang semakin adaptif tanpa mengabaikan perlindungan dan hak dasar pekerja. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memperkuat keterampilan, perlindungan sosial, digitalisasi K3, dan harmonisasi sertifikasi kompetensi untuk menyiapkan pekerja menghadapi transformasi dunia kerja di kawasan ASEAN. BANGKOK &#8211; Indonesia memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan dunia kerja melalui perluasan pelatihan vokasi dan pemagangan, modernisasi informasi pasar kerja, digitalisasi keselamatan kerja, serta penguatan perlindungan sosial. Strategi tersebut dipaparkan dalam forum ketenagakerjaan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202851,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[4304,40432,6781,53453,9689,16420,24126,35146,7995,30749,30750,24383,23135,7058,15037,34389,53452,53454,31534,25706,24132,8268,45630,53451,17955,8529,52552],"class_list":["post-202844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-agp","tag-almm","tag-asean","tag-asean-guiding-principles","tag-bangkok","tag-dunia-kerja","tag-ilo","tag-indah-anggoro-putri","tag-indonesia","tag-internet-of-things","tag-iot","tag-jaminan-kehilangan-pekerjaan","tag-jkp","tag-k3","tag-kemnaker","tag-lks-bipartit","tag-lks-tripartit","tag-pelatihan-tenaga-kerja","tag-pelatihan-vokasi-nasional","tag-pemagangan-nasional","tag-perlindungan-pekerja","tag-phk","tag-pvn","tag-slom","tag-tenaga-kerja-indonesia","tag-thailand","tag-transformasi-dunia-kerja"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202844"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202854,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202844\/revisions\/202854"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}