{"id":202992,"date":"2026-08-25T21:50:51","date_gmt":"2026-08-25T13:50:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202992"},"modified":"2026-08-26T00:59:27","modified_gmt":"2026-08-25T16:59:27","slug":"cegah-karhutla-1-ton-garam-disemai-di-langit-berau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cegah-karhutla-1-ton-garam-disemai-di-langit-berau\/","title":{"rendered":"Cegah Karhutla, 1 Ton Garam Disemai di Langit Berau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Operasi Modifikasi Cuaca perdana dari Bandara Kalimarau menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan dengan membawa satu ton garam nonyodium sebagai bagian dari mitigasi Karhutla dan kekeringan di Berau.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU <\/strong>&#8211; Sebanyak satu ton natrium klorida (NaCl) atau garam nonyodium disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kabupaten Berau, Senin (24\/08\/2026) malam. Operasi tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah potensi kekeringan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerbangan perdana OMC diberangkatkan dari Bandar Udara (Bandara) Kalimarau, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur. Pesawat lepas landas pada pukul 20.46 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dan kembali mendarat pukul 22.25 Wita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, operasi berlangsung sekitar 99 menit dengan rute penerbangan di wilayah lokal Berau, sebagaimana diberitakan Polres Berau, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">OMC menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan milik Smart Cakrawala Aviation dengan nomor registrasi PK-SNP. Dalam penerbangan tersebut, tim terdiri atas pilot, kopilot, dua flight scientist, serta dua personel penabur bahan semai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan semai yang dibawa berupa NaCl nonyodium dengan total berat satu ton. Garam tersebut dikemas dalam 50 karung, masing-masing seberat 20 kilogram, untuk digunakan selama proses modifikasi cuaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan OMC menjadi salah satu langkah mitigasi menghadapi kondisi cuaca yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko Karhutla di Berau. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kondisi cuaca yang lebih menunjang pencegahan dan penanganan kebakaran hutan maupun lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Operasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi kekeringan. Dengan potensi munculnya titik api selama kondisi kering, modifikasi cuaca dilakukan sebagai salah satu instrumen pendukung pengendalian Karhutla.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh rangkaian penerbangan perdana OMC dari Bandara Kalimarau berlangsung aman dan lancar. Pelaksanaan operasi diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi Karhutla sekaligus membantu menjaga kawasan hutan, lahan, dan lingkungan di Berau dari dampak kebakaran yang lebih luas. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Operasi Modifikasi Cuaca perdana dari Bandara Kalimarau menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan dengan membawa satu ton garam nonyodium sebagai bagian dari mitigasi Karhutla dan kekeringan di Berau. BERAU &#8211; Sebanyak satu ton natrium klorida (NaCl) atau garam nonyodium disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kabupaten Berau, Senin (24\/08\/2026) malam. Operasi tersebut dilakukan sebagai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202997,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[903,82,53620,50527,20126,52508,15667,53616,53619,53438,53615,37691,25694,53617,53618,53621],"class_list":["post-202992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-bandara-kalimarau","tag-berau","tag-cessna-208-caravan","tag-karhutla-berau","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kekeringan-berau","tag-mitigasi-karhutla","tag-modifikasi-cuaca-berau","tag-nacl","tag-natrium-klorida","tag-omc-berau","tag-operasi-modifikasi-cuaca","tag-pencegahan-karhutla","tag-penyemaian-awan","tag-satu-ton-garam","tag-smart-cakrawala-aviation"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202992"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202998,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202992\/revisions\/202998"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}