{"id":203143,"date":"2026-08-26T22:46:41","date_gmt":"2026-08-26T14:46:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203143"},"modified":"2026-08-26T22:47:57","modified_gmt":"2026-08-26T14:47:57","slug":"karhutla-sarapat-hanguskan-2-hektare-bara-masih-diwaspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-sarapat-hanguskan-2-hektare-bara-masih-diwaspadai\/","title":{"rendered":"Karhutla Sarapat Hanguskan 2 Hektare, Bara Masih Diwaspadai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas sekitar dua hektare di Desa Sarapat, tetapi ilalang tebal yang berpotensi menyimpan bara membuat pengawasan pascapemadaman tetap diperketat.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BARITO TIMUR &#8211;<\/strong> Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar dua hektare di Desa Sarapat, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), berhasil dipadamkan tim gabungan pada Selasa (25\/08\/2026) malam. Meski api telah padam, pengawasan lokasi diperketat karena ilalang tebal dikhawatirkan masih menyimpan bara yang dapat kembali memicu kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Bupati (Wabup) Bartim Adi Mula Nakalelu yang turun langsung ke lokasi menilai pemantauan pascapemadaman menjadi penting untuk mencegah api kembali muncul dan meluas. Kebakaran terjadi di sekitar jalan hauling Perseroan Terbatas (PT) BNJM, pada kawasan yang didominasi semak belukar, ilalang, pepohonan, dan pohon karet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin membuat api berpotensi cepat merambat. Area yang terbakar diketahui memiliki karakter tanah mineral dan semi gambut sehingga penanganan membutuhkan koordinasi sejumlah pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penanganan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah desa, serta pihak perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni saya berkoordinasi dengan beberapa mitra dan instansi terkait seperti BPBD Damkar serta TNI Polri untuk membantu gelar pasukan penanganan,\u201d ujar Adi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Damkar Bartim bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi masyarakat melalui grup WhatsApp. Tim berangkat sekitar pukul 16.31 Waktu Indonesia Barat (WIB), sedangkan proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.45 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak delapan personel TRC-PB diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka diperkuat personel Kepolisian Resor (Polres) Bartim serta Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924\/Uria Mapas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan pemadaman juga diberikan PT BNJM dengan mengerahkan dua unit truk tangki air berkapasitas masing-masing 20.000 liter. Pasokan air tersebut digunakan untuk mendukung pemadaman pada kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah seluruh area yang terbakar dinyatakan padam, Adi meminta petugas dan unsur terkait tidak lengah. Menurut dia, ilalang tebal berpotensi menyimpan bara meskipun api tidak lagi terlihat di permukaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekalipun terlihat telah padam, bisa saja muncul kembali karena ilalang yang tebal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterangan penanganan karhutla tersebut, sebagaimana diberitakan [Nama sumber], Selasa, (25\/08\/2026), menyebutkan koordinasi lintas sektor dilakukan sejak petugas tiba di lokasi hingga proses pemadaman selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Wabup Bartim, penanganan di lapangan turut dihadiri Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bartim, Komandan Yonif TP 924\/Uria Mapas, serta Kepala Desa (Kades) Sarapat. Seluruh unsur terlibat dalam koordinasi penanganan dan pengawasan lokasi kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adi mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam proses pemadaman. Ia menilai karhutla membutuhkan penanganan bersama karena keterlambatan respons dapat menyebabkan api berkembang dan menjangkau kawasan lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya berterima kasih atas sinergitas pemerintah daerah dan TNI Polri,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Bartim selanjutnya diharapkan mempertahankan pengawasan pada area bekas kebakaran serta memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor. Langkah tersebut diperlukan mengingat vegetasi kering dan kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko kemunculan titik api baru di Sarapat maupun wilayah lain di Bartim. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas sekitar dua hektare di Desa Sarapat, tetapi ilalang tebal yang berpotensi menyimpan bara membuat pengawasan pascapemadaman tetap diperketat. BARITO TIMUR &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar dua hektare di Desa Sarapat, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), berhasil dipadamkan tim gabungan pada Selasa (25\/08\/2026) malam. Meski &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":203145,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4299,19,2259],"tags":[41162,53941,53938,53944,53939,6051,53936,53935,20126,53937,25694,19420,53943,19415,53942,53940,42289],"class_list":["post-203143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-timur-provinsi-kalimantan-tengah","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","tag-adi-mula-nakalelu","tag-bpbd-damkar-bartim","tag-desa-sarapat","tag-dua-hektare-terbakar","tag-dusun-timur","tag-kalimantan-tengah","tag-karhutla-barito-timur","tag-karhutla-bartim","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan-sarapat","tag-pencegahan-karhutla","tag-polres-bartim","tag-pt-bnjm","tag-tamiang-layang","tag-trc-pb","tag-wabup-bartim","tag-yonif-tp-924-uria-mapas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203143"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203154,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203143\/revisions\/203154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}