{"id":203373,"date":"2026-08-27T20:33:41","date_gmt":"2026-08-27T12:33:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203373"},"modified":"2026-08-27T20:33:41","modified_gmt":"2026-08-27T12:33:41","slug":"pm-qatar-ke-teheran-upaya-buka-jalan-dialog-iran-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pm-qatar-ke-teheran-upaya-buka-jalan-dialog-iran-as\/","title":{"rendered":"PM Qatar ke Teheran, Upaya Buka Jalan Dialog Iran-AS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kunjungan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani ke Teheran diarahkan untuk meredakan ketegangan Iran-AS sekaligus mendorong pengaturan kembali lalu lintas di Selat Hormuz.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>TEHERAN &#8211;<\/strong> Qatar berupaya membuka kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dengan menjadikan persoalan Selat Hormuz sebagai salah satu agenda utama pembicaraan dalam kunjungan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani ke Teheran pada Kamis (27\/08\/2026). Upaya tersebut dilakukan ketika konflik kedua negara memasuki bulan keenam tanpa tanda dimulainya kembali perundingan damai.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kunjungan Sheikh Mohammed berlangsung setelah serangan antara AS dan Iran untuk sementara berhenti. Qatar, yang memiliki hubungan dekat dengan Washington sekaligus berbatasan dengan Iran, selama ini menjadi penghubung komunikasi tidak langsung kedua pihak dan turut membantu tercapainya gencatan senjata pada Juni.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan Sheikh Mohammed akan membahas langkah untuk &#8220;meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi yang mendukung dialog&#8221;. Pembicaraan juga diarahkan pada pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta upaya mengembalikan keadaan seperti sebelum perang pada 28 Februari.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Selat Hormuz menjadi persoalan penting karena jalur perairan yang berada di antara Iran dan Oman itu merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia. Sebelum perang, sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari melintasi selat tersebut. Namun, berdasarkan data pelacakan kapal terbaru sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (27\/08\/2026), volume lalu lintas pada Senin turun menjadi sekitar 5 juta barel per hari.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di tengah upaya Qatar mendorong de-eskalasi, Iran dan Oman juga telah melakukan pembicaraan selama beberapa pekan mengenai pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Pada Rabu (26\/08\/2026), Garda Revolusi Iran menyatakan kedua negara telah mencapai kesepakatan mengenai pembagian jalur perairan dan pendapatan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, keterangan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan pernyataan pejabat senior Iran. Sumber tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan mengenai Selat Hormuz masih dalam pembahasan dan belum difinalisasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz belum difinalisasi,&#8221; kata sumber senior Iran tersebut kepada Reuters.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sebelumnya, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, juru bicara Garda Revolusi Iran, menyatakan Iran dan Oman telah &#8220;mencapai hasil yang dapat diterima oleh kedua pihak&#8221; mengenai pengendalian selat dan pendapatannya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Selasa (25\/08\/2026) juga menyebut kapal komersial yang menuju Teluk Persia akan melintasi perairan Iran. Sementara itu, sebagian jalur keluar akan melewati perairan Iran dan Oman.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menurut Gharibabadi, pengaturan tersebut masih bersifat sementara. Iran dan Oman dijadwalkan membahas rancangan lalu lintas maritim permanen dalam waktu 30 hingga 60 hari. Kapal militer juga tidak diperbolehkan melintasi selat berdasarkan pengaturan sementara tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Persoalan Hormuz semakin kompleks karena Washington mulai mengalihkan tekanan terhadap Teheran dari operasi militer menuju langkah ekonomi. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) disebut tidak melaporkan serangan terhadap Iran selama hampir satu bulan, sementara Washington berencana memperluas sanksi terhadap mitra dagang Iran.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di sisi lain, Mohebbi mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS memenuhi tuntutan Iran berdasarkan nota kesepahaman atau gencatan senjata sementara yang disepakati pada Juni sebelum kemudian runtuh.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Tuntutan Iran mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, pemberian kompensasi, serta pencabutan sanksi. Persoalan tersebut menjadi bagian dari perbedaan kepentingan yang harus diselesaikan jika kedua negara ingin kembali ke meja perundingan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Tekanan ekonomi terhadap Iran juga mendapat sorotan dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (25\/08\/2026), Araghchi mendesak organisasi tersebut mengutuk kebijakan Washington yang menurutnya bertujuan memutus Teheran dari perekonomian global.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Araghchi menilai dampak pembatasan ekonomi tidak hanya menyasar pemerintah Iran, tetapi juga masyarakat sipil karena dapat membatasi akses terhadap makanan, obat-obatan, peralatan medis, energi, dan kebutuhan lainnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Diam dalam menghadapi pemaksaan sistematis semacam itu berisiko semakin menormalisasi pelanggaran Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional,&#8221; tulis Araghchi dalam surat yang diperoleh The Associated Press.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kunjungan Sheikh Mohammed dengan demikian berlangsung di tengah dua persoalan yang saling berkaitan, yakni kebuntuan diplomasi Iran-AS dan ketidakpastian lalu lintas di Selat Hormuz. Jika Qatar berhasil mendorong terciptanya kondisi dialog dan Iran-Oman menemukan formula pengaturan pelayaran yang disepakati bersama, jalur tersebut dapat menjadi salah satu pijakan untuk meredakan ketegangan kawasan. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kunjungan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani ke Teheran diarahkan untuk meredakan ketegangan Iran-AS sekaligus mendorong pengaturan kembali lalu lintas di Selat Hormuz. TEHERAN &#8211; Qatar berupaya membuka kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dengan menjadikan persoalan Selat Hormuz sebagai salah satu agenda utama pembicaraan dalam kunjungan Perdana Menteri &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":203377,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[15084,9642,4250,16492,22548,17256,16498,54308,7612,19160,48916,54307,17772,18902,54309,3130,8589,26094,15308,54306,12245],"class_list":["post-203373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-abbas-araghchi","tag-amerika-serikat","tag-as","tag-centcom","tag-diplomasi-iran","tag-garda-revolusi-iran","tag-gencatan-senjata","tag-hossein-mohebbi","tag-iran","tag-iran-oman","tag-iran-as","tag-kazem-gharibabadi","tag-konflik-iran-as","tag-minyak-dunia","tag-navigasi-selat-hormuz","tag-pbb","tag-qatar","tag-sanksi-as","tag-selat-hormuz","tag-sheikh-mohammed-bin-abdulrahman-al-thani","tag-teheran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203373"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203379,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203373\/revisions\/203379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}