{"id":203457,"date":"2026-08-27T18:47:45","date_gmt":"2026-08-27T10:47:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203457"},"modified":"2026-08-28T00:55:44","modified_gmt":"2026-08-27T16:55:44","slug":"bara-di-bawah-gambut-ancam-karhutla-berulang-di-sanggau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bara-di-bawah-gambut-ancam-karhutla-berulang-di-sanggau\/","title":{"rendered":"Bara di Bawah Gambut Ancam Karhutla Berulang di Sanggau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan melakukan pemadaman, pembasahan, dan pengisolasian lahan gambut seluas sekitar satu hektare di Desa Teraju untuk mencegah bara kembali memicu kebakara<\/em>n.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU <\/strong>&#8211; Ancaman bara api yang bertahan di bawah permukaan tanah gambut menjadi fokus penanganan kebakaran lahan di Dusun Mangkup, Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kamis (27\/08\/2026). Tim gabungan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pembasahan, pendinginan, dan pengisolasian untuk mencegah kebakaran kembali muncul di lahan sawit milik masyarakat seluas sekitar satu hektare tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dimulai sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kondisi tanah gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif karena bara dapat tersimpan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Toba Arnold Rocky Montolalu mengatakan, karakteristik lahan gambut menjadi alasan petugas tetap melakukan pendinginan setelah api utama berhasil dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena lokasi berada di lahan gambut, kami tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan, pembasahan dan pengisolasian untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan api tidak merambat ke area lain,\u201d ujar Arnold, sebagaimana diberitakan Humas Polres Sanggau, Kamis, (27\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan melibatkan tujuh personel Kepolisian Sektor (Polsek) Toba, lima warga, serta 10 karyawan Perseroan Terbatas (PT) SAP. Keterlibatan berbagai pihak dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus memastikan seluruh bagian lahan yang terdampak memperoleh pembasahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas menggunakan mesin semprot dan selang milik Polsek Toba yang terhubung dengan baby tank berkapasitas 1.000 liter. Tiga unit mobil tangki milik PT SAP juga dikerahkan untuk menjamin ketersediaan air selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pengisolasian area kebakaran dan pemantauan secara berkala. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api dari bara yang masih tersimpan di lapisan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi lokasi pascapemadaman dilaporkan kondusif dan api tidak menyebar ke area lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arnold menegaskan, penanganan Karhutla tidak berhenti pada proses pemadaman. Kepolisian juga berupaya memastikan lokasi benar-benar aman sekaligus menelusuri penyebab kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami juga melakukan monitoring dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Apabila ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana, tentunya akan dilakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Toba terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga diimbau tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. Kolaborasi kepolisian, masyarakat, dan perusahaan diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus menekan risiko kebakaran berulang, khususnya pada kawasan bergambut yang rentan menyimpan bara di bawah permukaan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan melakukan pemadaman, pembasahan, dan pengisolasian lahan gambut seluas sekitar satu hektare di Desa Teraju untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran. SANGGAU &#8211; Ancaman bara api yang bertahan di bawah permukaan tanah gambut menjadi fokus penanganan kebakaran lahan di Dusun Mangkup, Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kamis (27\/08\/2026). Tim gabungan tidak hanya memadamkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":203459,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[48345,51713,54492,54493,19375,45208,54496,26961,4040,54491,54494,26000,25694,54495,48343,54497,6022],"class_list":["post-203457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-arnold-rocky-montolalu","tag-bara-gambut","tag-desa-teraju","tag-dusun-mangkup","tag-karhutla-kalimantan-barat","tag-karhutla-sanggau","tag-kebakaran-desa-teraju","tag-kebakaran-lahan-gambut","tag-kebakaran-lahan-sanggau","tag-kecamatan-toba","tag-lahan-sawit-terbakar","tag-pemadaman-karhutla","tag-pencegahan-karhutla","tag-pendinginan-lahan-gambut","tag-polsek-toba","tag-pt-sap","tag-sanggau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203457"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203457\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203461,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203457\/revisions\/203461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}