{"id":203583,"date":"2026-08-28T08:47:04","date_gmt":"2026-08-28T00:47:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203583"},"modified":"2026-08-28T08:48:31","modified_gmt":"2026-08-28T00:48:31","slug":"dalai-lama-berduka-banjir-himalaya-diduga-dipicu-longsor-gletser","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dalai-lama-berduka-banjir-himalaya-diduga-dipicu-longsor-gletser\/","title":{"rendered":"Dalai Lama Berduka, Banjir Himalaya Diduga Dipicu Longsor Gletser"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Longsoran pegunungan dan pencairan gletser diduga memperbesar volume serta kecepatan banjir bandang yang menerjang Nepal dan Tibet hingga menewaskan lebih dari 150 orang.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>KATHMANDU &#8211;<\/strong> Banjir bandang yang menerjang kawasan Nepal dan Tibet memicu perhatian terhadap meningkatnya risiko bencana di wilayah Himalaya. Peristiwa geofisika yang melibatkan longsoran material pegunungan dan pencairan gletser diduga menjadi pemicu derasnya aliran air yang menerjang kawasan tersebut pada Rabu (26\/8).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama menyampaikan belasungkawa kepada korban bencana sekaligus mengingatkan perlunya langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban besar. Pesan itu disampaikan melalui laman resmi kantornya pada Kamis (27\/8).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Saya turut berduka cita atas bencana banjir dahsyat di wilayah Rasuwa, Nepal, dan Kyirong, Tibet, yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan bangunan yang parah.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>Saya berdoa untuk semua yang telah kehilangan nyawa, dan menyampaikan simpati serta belasungkawa terdalam saya kepada keluarga yang ditinggalkan dan semua yang terkena dampak tragedi ini.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>Karena wilayah ini juga pernah mengalami bencana di masa lalu, ini tentu merupakan gejala dari penyebab mendasar yang lebih dalam &#8211; baik itu perubahan iklim atau faktor lainnya. Saya berharap tindakan tindak lanjut yang tepat akan diambil, di mana pun memungkinkan, untuk membantu memastikan bahwa bencana seperti itu tidak terulang kembali.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>Dengan doa-doaku,<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>Dalai Lama<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>27 Agustus 2026&#8243;<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain dampak kemanusiaan, perhatian juga tertuju pada mekanisme geologis yang diduga memperbesar kekuatan banjir. Pakar geofisika dari Earth Observatory, Universitas Columbia, Goran Ekstrom, mengatakan kepada ABC News bahwa longsor di celah pegunungan pada siang hari diduga meluruhkan gletser besar atau sebagian gletser di Himalaya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Peristiwa tersebut dilaporkan cukup kuat hingga terekam sebagai gempa berkekuatan magnitudo 5,2 pada sejumlah seismograf di berbagai wilayah. Ekstrom menyebut kejadian serupa pernah berlangsung di Himalaya, tetapi kali ini skalanya dinilai sangat besar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Material bebatuan yang meluncur dari pegunungan diduga menghasilkan energi besar dan meningkatkan suhu sehingga mempercepat pencairan gletser. Kondisi itu kemudian kemungkinan menambah volume air yang mengalir deras menuju lembah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ekstrom memperkirakan ketinggian air banjir mencapai sekitar 130 hingga 160 kaki atau 39 hingga 48 meter. Kecepatan alirannya diperkirakan dapat mencapai 44 mil per jam.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Faktor perubahan iklim turut menjadi perhatian dalam analisis tersebut. Menurut Ekstrom, pemanasan global mempercepat pencairan es dan gletser di berbagai wilayah dunia. Meski banjir semacam itu tetap dapat terjadi tanpa perubahan iklim, kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah dampaknya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Secara umum, tanah longsor di wilayah pegunungan ini semakin sering terjadi, hal ini telah dipastikan, dan kejadian tersebut berkaitan dengan mencairnya gletser,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Banjir bandang dan longsor tersebut menewaskan lebih dari 150 orang, sementara lebih dari 1.000 orang masih dilaporkan hilang. Besarnya material es, bebatuan, dan air yang bergerak cepat membuat kawasan lembah menjadi sangat rentan terhadap dampak bencana. Pesan Dalai Lama dan temuan awal para ahli sekaligus menyoroti pentingnya mitigasi serta pemantauan risiko di kawasan Himalaya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (27\/08\/2026). []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Longsoran pegunungan dan pencairan gletser diduga memperbesar volume serta kecepatan banjir bandang yang menerjang Nepal dan Tibet hingga menewaskan lebih dari 150 orang. KATHMANDU &#8211; Banjir bandang yang menerjang kawasan Nepal dan Tibet memicu perhatian terhadap meningkatnya risiko bencana di wilayah Himalaya. Peristiwa geofisika yang melibatkan longsoran material pegunungan dan pencairan gletser diduga menjadi pemicu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":203584,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[14945,53815,53777,54704,9102,54705,54140,54142,54387,54147,54706,11907,13434,12329],"class_list":["post-203583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-banjir-bandang","tag-banjir-himalaya","tag-banjir-nepal","tag-banjir-tibet","tag-bencana-alam","tag-dalai-lama","tag-gletser-himalaya","tag-goran-ekstrom","tag-gunung-himalaya","tag-korban-banjir-nepal","tag-longsor-gletser","tag-nepal","tag-perubahan-iklim","tag-tibet"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203583"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203586,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203583\/revisions\/203586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}