{"id":203717,"date":"2026-08-28T22:35:54","date_gmt":"2026-08-28T14:35:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203717"},"modified":"2026-08-28T22:35:54","modified_gmt":"2026-08-28T14:35:54","slug":"karhutla-kotim-mengancam-satwa-liar-tenggiling-ditemukan-masih-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-kotim-mengancam-satwa-liar-tenggiling-ditemukan-masih-hidup\/","title":{"rendered":"Karhutla Kotim Mengancam Satwa Liar, Tenggiling Ditemukan Masih Hidup"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BKSDA bersama Komunitas Reptil Sampit menyisir kawasan bekas karhutla di Kotim dan berhasil menyelamatkan seekor tenggiling sebelum dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>&#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), turut mengancam habitat satwa liar. Penyisiran di kawasan bekas kebakaran di Jalan Bumi Raya 1, Sampit, menemukan seekor tenggiling hidup dengan berat sekitar 2 kilogram yang kemudian berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan ke lokasi aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tenggiling tersebut ditemukan Komunitas Reptil Sampit saat menyisir area bekas karhutla pada Rabu (26\/08\/2026) malam. Selain tenggiling, tim juga menemukan seekor ular sanca kembang di kawasan yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit Muriansyah mengatakan penyisiran dilakukan untuk mengetahui keberadaan satwa liar yang masih bertahan hidup setelah kebakaran melanda habitatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTim Komunitas Reptil Sampit melakukan penyisiran di areal bekas kebakaran. Mereka menemukan satu ekor ular sanca kembang dan satu ekor tenggiling,\u201d katanya, Jumat (28\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penemuan tersebut, sebagaimana diberitakan Kaltengpos, Jumat, (28\/08\/2026), kemudian ditindaklanjuti Ketua Komunitas Reptil Sampit Hari dengan menghubungi petugas BKSDA karena tenggiling merupakan satwa liar dilindungi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tenggiling selanjutnya diserahkan kepada BKSDA Pos Sampit untuk menjalani pemeriksaan kondisi fisik. Petugas memastikan satwa tersebut dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka akibat kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKondisi tenggiling nampak sehat dan tidak ditemukan luka. Tidak ada luka bakar atau luka lainnya di tubuhnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satwa itu sempat ditempatkan di kandang BKSDA Pos Sampit sambil menunggu arahan lebih lanjut. Setelah kondisinya dinyatakan sehat, petugas memutuskan tidak menahannya terlalu lama karena dikhawatirkan dapat memicu stres.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tenggiling kemudian dilepasliarkan kembali di wilayah Kotim pada lokasi yang dinilai jauh dari kawasan terdampak karhutla serta memiliki kondisi habitat yang lebih aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk menghindari stres, tenggiling akhirnya kami lepasliarkan di wilayah Kabupaten Kotim, di lokasi yang aman, jauh dari karhutla. Aman dan nyaman untuk satwa tersebut,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelamatan itu sekaligus memperlihatkan dampak karhutla yang tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga memaksa satwa liar keluar dari habitat maupun mencari tempat berlindung yang lebih aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BKSDA bersama Komunitas Reptil Sampit karena itu terus menyisir sejumlah kawasan bekas kebakaran untuk mencari satwa yang masih hidup dan membutuhkan penyelamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini kami bersama pihak komunitas berusaha menyisir daerah bekas karhutla. Kami berusaha mencari dan menyelamatkan satwa liar yang masih hidup,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya penyisiran diharapkan dapat menekan risiko kematian satwa akibat kehilangan habitat sekaligus membantu proses penyelamatan terhadap satwa dilindungi yang terdampak kebakaran. Penanganan karhutla di Kotim pun tidak hanya penting untuk melindungi permukiman dan lingkungan, tetapi juga menjaga keberlangsungan habitat serta keanekaragaman satwa liar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BKSDA bersama Komunitas Reptil Sampit menyisir kawasan bekas karhutla di Kotim dan berhasil menyelamatkan seekor tenggiling sebelum dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), turut mengancam habitat satwa liar. Penyisiran di kawasan bekas kebakaran di Jalan Bumi Raya 1, Sampit, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":203742,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[54933,54766,54935,6051,4418,15661,48396,20126,54934,15981,8824,4158,27763,54936,44633,8859,5595,54931,54932],"class_list":["post-203717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bksda-sampit","tag-dampak-karhutla","tag-habitat-satwa","tag-kalimantan-tengah","tag-kalteng","tag-karhutla-kotim","tag-karhutla-sampit","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-komunitas-reptil-sampit","tag-konservasi-satwa","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-muriansyah","tag-pelepasliaran-tenggiling","tag-penyelamatan-satwa","tag-sampit","tag-satwa-liar","tag-tenggiling","tag-tenggiling-dilindungi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203743,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203717\/revisions\/203743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}