{"id":203796,"date":"2026-08-29T13:55:07","date_gmt":"2026-08-29T05:55:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203796"},"modified":"2026-08-29T13:56:03","modified_gmt":"2026-08-29T05:56:03","slug":"karhutla-banjarbaru-ditangani-dari-bawah-tanah-dengan-50-pipa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-banjarbaru-ditangani-dari-bawah-tanah-dengan-50-pipa\/","title":{"rendered":"Karhutla Banjarbaru Ditangani dari Bawah Tanah dengan 50 Pipa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polda Kalsel memasang 50 pipa sepanjang dua meter untuk membasahi gambut dari dalam tanah dan mencegah bara karhutla kembali menyala.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU &#8211;<\/strong> Bara karhutla di lahan gambut tidak berhenti ketika api di permukaan padam. Untuk mencegah api kembali muncul dari bawah tanah, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) memasang 50 pipa suntik gambut di tiga kawasan prioritas sekitar ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pipa sepanjang dua meter tersebut ditanam ke dalam tanah untuk menyalurkan air dan cairan pembasah hingga lapisan gambut yang terbakar. Metode ini digunakan karena api pada lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan sehingga pemadaman dari atas belum tentu menghilangkan bara seluruhnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan pemasangan pipa diarahkan untuk membasahi lapisan gambut dari dalam. &#8220;Pipa khusus suntik gambut sepanjang dua meter ini sudah kami tanam untuk pembasahan dari dalam tanah,&#8221; kata dia di Banjarbaru, Jumat, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (28\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Yudha, metode tersebut dinilai efektif untuk menangani kebakaran yang menjalar di bawah permukaan tanah. Pembasahan dilakukan hingga kedalaman sekitar dua meter agar sumber api yang tersembunyi dapat dijangkau.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Meski api sudah padam dari permukaan, terkadang baranya masih menyala di dalam tanah dan menjalar sehingga bisa menyala kembali,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Untuk mendukung proses pembasahan, Polda Kalsel juga menggunakan cairan khusus yang dicampurkan ke dalam air. Cairan tersebut berupa bahan sabun yang berfungsi sebagai agen pembasah dan merupakan produk turunan dari minyak kelapa sawit mentah atau <em>crude palm oil<\/em> (CPO).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Penggunaan bahan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk mendukung kebutuhan bahan baku cairan pembasah selama penanganan karhutla.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami berkolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mereka komitmen membantu pasokan bahan baku cairan dari turunan CPO ini,&#8221; ungkap kapolda.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Hasil uji coba yang disampaikan Yudha menunjukkan adanya penurunan suhu tanah secara signifikan setelah cairan disuntikkan. Area sekitar satu meter dari titik penyuntikan disebut menjadi dingin, sementara sumber api yang berada di bawah permukaan dinyatakan padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemasangan 50 pipa tersebut menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan untuk mengatasi karakter khusus kebakaran lahan gambut, terutama di kawasan yang membutuhkan penanganan berulang untuk memastikan bara di bawah tanah tidak kembali memicu kebakaran. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polda Kalsel memasang 50 pipa sepanjang dua meter untuk membasahi gambut dari dalam tanah dan mencegah bara karhutla kembali menyala. BANJARBARU &#8211; Bara karhutla di lahan gambut tidak berhenti ketika api di permukaan padam. Untuk mencegah api kembali muncul dari bawah tanah, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) memasang 50 pipa suntik gambut di tiga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":203797,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,17,2276],"tags":[9986,5889,54999,55000,24040,189,15665,20126,16594,26000,54997,2514,54991,36480,54998,3904],"class_list":["post-203796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-bandara-syamsudin-noor","tag-cpo","tag-crude-palm-oil","tag-gabungan-pengusaha-kelapa-sawit-indonesia","tag-gapki","tag-karhutla","tag-kebakaran-gambut","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-lahan-gambut","tag-pemadaman-karhutla","tag-pipa-suntik-gambut","tag-polda-kalsel","tag-ring-1-bandara","tag-rosyanto-yudha-hermawan","tag-suntik-gambut","tag-titik-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203796"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203796\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203799,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203796\/revisions\/203799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}