{"id":203865,"date":"2026-08-29T18:16:48","date_gmt":"2026-08-29T10:16:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=203865"},"modified":"2026-08-29T18:22:18","modified_gmt":"2026-08-29T10:22:18","slug":"api-karhutla-tinggal-sejengkal-dari-masjid-di-kubu-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-karhutla-tinggal-sejengkal-dari-masjid-di-kubu-raya\/","title":{"rendered":"Api Karhutla Tinggal Sejengkal dari Masjid di Kubu Raya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Karhutla di Kubu Raya nyaris mencapai Masjid Baiturrahman, sementara tim gabungan di Sintang harus memadamkan ulang dua lokasi kebakaran seluas sekitar empat hektare akibat api yang kembali muncul.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUBU RAYA &#8211;<\/strong> Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (28\/08\/2026), tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi mulai mengancam fasilitas publik dan lingkungan warga. Di Kubu Raya, kobaran api nyaris mencapai dinding Masjid Baiturrahman di Dusun Tanjung Puri, sedangkan di Sintang, tim gabungan harus memadamkan ulang dua lokasi kebakaran seluas total sekitar empat hektare setelah api kembali muncul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ancaman paling serius terjadi di Dusun Tanjung Puri, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Jarak kobaran api dengan dinding Masjid Baiturrahman disebut hanya sekitar satu jengkal sehingga Tim Operasi Aman Nusa II Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera melakukan pemadaman dan penyekatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kubu Raya Rensa S. Aktadivia memimpin langsung penanganan di lokasi. Petugas memusatkan semprotan air pada titik api yang berada paling dekat dengan masjid untuk mencegah kobaran merambat akibat kondisi lahan kering dan tiupan angin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana diwartakan Pontianak Post, Jumat, (28\/08\/2026), Rensa mengatakan keselamatan masyarakat dan perlindungan fasilitas umum menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami tidak ingin api sampai menjalar ke Masjid Baiturrahman. Masjid ini merupakan tempat ibadah warga dan harus kami selamatkan. Karena itu, personel Operasi Aman Nusa II bersama BNPB langsung melakukan upaya pemadaman dan penyekatan agar api tidak mendekati bangunan,\u201d kata Rensa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Api di sekitar Masjid Baiturrahman akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, personel tetap melakukan pendinginan menyeluruh karena bara yang tersimpan di dalam tanah atau material kering berpotensi kembali memicu kebakaran, terutama ketika angin masih bertiup cukup kencang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rensa meminta masyarakat segera menyampaikan laporan apabila kembali menemukan kepulan asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau masyarakat apabila melihat api kembali muncul, segera laporkan kepada kami melalui Call Center 110. Layanan ini siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula personel kami bergerak,\u201d ujar Rensa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Rukun Tetangga (RT) 10\/Rukun Warga (RW) 05 Dusun Tanjung Puri, Haidir Ali, mengatakan warga sempat khawatir karena api sudah berada sangat dekat dengan bangunan masjid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya dan seluruh personel yang sudah membantu menyelamatkan Masjid Baiturrahman. Api tadi sudah sangat dekat dengan dinding masjid, tinggal sejengkal,\u201d kata Haidir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski kobaran telah dikendalikan, penanganan belum berakhir. Polres Kubu Raya melalui Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) akan menyelidiki penyebab kebakaran untuk mengetahui sumber api dan memastikan apakah peristiwa tersebut dipicu faktor alam, kelalaian, atau unsur kesengajaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari yang sama, ancaman karhutla juga terjadi di wilayah Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Kepolisian Sektor (Polsek) Sintang Kota bersama unsur gabungan melakukan pemeriksaan lapangan dan pemadaman mulai pukul 13.00 hingga 23.00 WIB setelah menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua lokasi yang ditangani berada di Desa Martiguna dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare dan kawasan Jalan Transito, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, dengan luas kebakaran sekitar dua hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sintang Kota Heru Woldy bersama 10 personel Polsek Sintang Kota terlibat dalam penanganan tersebut. Upaya pemadaman juga melibatkan masing-masing 10 personel Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, dan Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Sintang, serta 20 personel Yayasan Badan Pemadam Kebakaran Busera Sintang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lahan yang terbakar didominasi tanah gambut dengan vegetasi pepohonan dan semak belukar serta berada di kawasan dengan kepadatan penduduk relatif rendah. Kondisi musim kemarau membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila masih terdapat bara di bawah permukaan lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas mendapati kedua lokasi di Sintang sebelumnya telah dipadamkan, tetapi api kembali muncul. Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman ulang dan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang dapat kembali menyulut kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa di Kubu Raya dan Sintang menunjukkan bahwa bahaya karhutla tidak berhenti ketika kobaran terlihat padam. Pendinginan, pengawasan titik bekas kebakaran, kecepatan laporan masyarakat, serta penyelidikan penyebab kebakaran menjadi penting untuk mencegah api kembali muncul dan mengancam permukiman maupun fasilitas publik. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karhutla di Kubu Raya nyaris mencapai Masjid Baiturrahman, sementara tim gabungan di Sintang harus memadamkan ulang dua lokasi kebakaran seluas sekitar empat hektare akibat api yang kembali muncul. KUBU RAYA &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (28\/08\/2026), tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi mulai mengancam fasilitas publik dan lingkungan warga. Di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":203867,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,32],"tags":[4067,49515,42242,49513,41313,18074,35032,20126,28245,26961,1671,35635,54731,26000,9815,49512,46783,21297,3566,55095],"class_list":["post-203865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kubu-raya-sungai-raya-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bnpb","tag-bpbd-sintang","tag-desa-arang-limbung","tag-heru-woldy","tag-karhutla-kalbar","tag-karhutla-kubu-raya","tag-karhutla-sintang","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-kalimantan-barat","tag-kebakaran-lahan-gambut","tag-manggala-agni","tag-masjid-baiturrahman","tag-operasi-aman-nusa-ii","tag-pemadaman-karhutla","tag-polres-kubu-raya","tag-polsek-sintang-kota","tag-rensa-s-aktadivia","tag-satgas-gakkum","tag-sungai-raya","tag-titik-api-sintang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203865"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203865\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203877,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203865\/revisions\/203877"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}