{"id":204111,"date":"2026-08-31T18:57:12","date_gmt":"2026-08-31T10:57:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204111"},"modified":"2026-08-31T18:57:12","modified_gmt":"2026-08-31T10:57:12","slug":"ribuan-anak-di-kutim-salah-tercatat-tak-sekolah-akibat-data-kk-belum-diperbarui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ribuan-anak-di-kutim-salah-tercatat-tak-sekolah-akibat-data-kk-belum-diperbarui\/","title":{"rendered":"Ribuan Anak di Kutim Salah Tercatat Tak Sekolah akibat Data KK Belum Diperbarui"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Angka ATS di Kutim turun menjadi sekitar 9.000 anak, tetapi verifikasi lapangan menemukan lebih dari 3.000 anak sebenarnya telah bersekolah dan sekitar 4.000 data lainnya belum ditemukan keberadaannya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), mencatat sekitar 9.000 anak masih masuk dalam data anak tidak sekolah (ATS). Jumlah tersebut turun dari sebelumnya lebih dari 13.000 anak, tetapi proses verifikasi menemukan ribuan data tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski mengalami penurunan, Kutim masih menempati posisi kedua tertinggi kasus ATS di Kaltim. Sebelumnya, Kutim berada pada urutan pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, mengatakan salah satu persoalan yang memengaruhi tingginya angka ATS adalah ketidakakuratan data kependudukan yang menjadi rujukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Verifikasi dan validasi lapangan yang dilakukan sejak 2025 bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kelompok Dasa Wisma, hingga pengurus Rukun Tetangga (RT) menemukan lebih dari 3.000 anak sebenarnya telah mengikuti pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, anak-anak tersebut masih tercatat sebagai ATS karena data pada Kartu Keluarga (KK) belum diperbarui oleh keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi dulunya dia belum sekolah di KK, tapi karena KK-nya tidak pernah terupdate sehingga sampai umur dia sekolah, KK-nya masih ditulis anak tidak sekolah atau belum sekolah,&#8221; ujar Mulyono saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (31\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain anak yang telah bersekolah tetapi masih tercatat sebagai ATS, proses verifikasi juga menemukan sekitar 4.000 data anak yang keberadaannya tidak ditemukan secara faktual di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kutim mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan di Bogor untuk menindaklanjuti temuan tersebut karena data ATS nasional diterbitkan melalui lembaga tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Mulyono, ATS tidak hanya mencakup anak yang sama sekali belum pernah bersekolah. Kategori tersebut juga meliputi anak yang putus sekolah (drop out) serta anak yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim menerapkan dua pendekatan untuk menangani ATS. Anak yang masih berada dalam usia sekolah didorong kembali mengikuti pendidikan formal, sedangkan mereka yang telah melewati usia sekolah diarahkan mengikuti pendidikan nonformal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maka kita dorong mereka untuk mendapatkan pendidikan nonformal melalui kejar paket ya. PKBM, SKB kita punya kita arahkan ke sana supaya mereka mendapatkan pelatihan dan juga ijazah. sebagaimana sebagai bekal mereka untuk mencari pilihan yang terbaik,&#8221; kata Mulyono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menjadi sarana yang diarahkan untuk menampung warga yang tidak lagi memungkinkan kembali ke jalur pendidikan formal. Melalui program tersebut, peserta diharapkan memperoleh pendidikan, pelatihan, serta ijazah sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disdikbud Kutim juga memperkuat proses pemutakhiran data dengan melibatkan operator desa. Para operator telah mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk membantu verifikasi ATS secara lebih akurat hingga tingkat desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah tersebut diharapkan mampu memisahkan antara anak yang benar-benar tidak bersekolah dengan data administrasi yang belum diperbarui sehingga kebijakan penanganan dapat diarahkan kepada sasaran yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mudah-mudahan bentar lagi turun lagi,&#8221; pungkasnya,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan verifikasi berjenjang serta penguatan akses pendidikan formal dan nonformal, Disdikbud Kutim berharap jumlah ATS terus menurun sekaligus menghasilkan basis data yang lebih akurat untuk menentukan intervensi pendidikan berikutnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Angka ATS di Kutim turun menjadi sekitar 9.000 anak, tetapi verifikasi lapangan menemukan lebih dari 3.000 anak sebenarnya telah bersekolah dan sekitar 4.000 data lainnya belum ditemukan keberadaannya. KUTAI TIMUR &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), mencatat sekitar 9.000 anak masih masuk dalam data anak tidak sekolah (ATS). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":204112,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[42569,55622,25021,55615,55613,55614,25056,1656,16630,55619,846,11722,55621,14704,41083,28221,55617,55616,55618,55620],"class_list":["post-204111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-anak-putus-sekolah","tag-anak-putus-sekolah-kutim","tag-anak-tidak-sekolah","tag-ats-kaltim","tag-ats-kutim","tag-data-ats","tag-disdikbud-kutim","tag-kaltim","tag-kartu-keluarga","tag-kejar-paket","tag-kutai-timur","tag-mulyono","tag-operator-desa","tag-pemkab-kutim","tag-pendidikan-kutai-timur","tag-pendidikan-nonformal","tag-pkbm","tag-pusdatin","tag-skb","tag-verifikasi-data-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204111"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204205,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204111\/revisions\/204205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}