{"id":204138,"date":"2026-08-31T15:32:23","date_gmt":"2026-08-31T07:32:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204138"},"modified":"2026-08-31T15:32:23","modified_gmt":"2026-08-31T07:32:23","slug":"kecelakaan-dini-hari-di-pangkalan-bun-tewaskan-dua-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kecelakaan-dini-hari-di-pangkalan-bun-tewaskan-dua-orang\/","title":{"rendered":"Kecelakaan Dini Hari di Pangkalan Bun Tewaskan Dua Orang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi diduga melaju cukup kencang, kehilangan kendali, dan menghantam pulau jalan di Jalan Iskandar, Pangkalan Bun.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT<\/strong> &#8211; Risiko berkendara dengan kecepatan tinggi pada dini hari kembali menjadi perhatian setelah dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (30\/08\/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Sepeda motor yang mereka tumpangi diduga melaju cukup kencang sebelum kehilangan kendali dan menghantam pulau jalan di depan Markas Komando Brigade Infanteri (Mako Brigif).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua korban saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha FIZ R berwarna perak tanpa nomor registrasi dari arah Bundaran Pancasila menuju Bank Pembangunan Kalteng (BPK). Kecelakaan terjadi ketika kendaraan tiba di sekitar Mako Brigif dan diduga kehilangan kendali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kobar Joko Handono melalui Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kobar Hengki Setiawan membenarkan peristiwa tersebut. Polisi menduga kecepatan kendaraan menjadi salah satu faktor sebelum sepeda motor menghantam pembatas jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sesampainya di depan Mako Brigif, pengendara diduga hilang kendali hingga akhirnya menabrak pulau jalan dan kedua korban terjatuh cukup keras,&#8221; ujar Hengki saat dikonfirmasi, sebagaimana diberitakan Radar sampit, Minggu, (30\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengendara sepeda motor, M. Anzhori, mengalami luka berat pada bagian kepala dan memar di dada akibat benturan. Ia sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun untuk menjalani penanganan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Korban atas nama M. Anzhori meninggal dunia pada saat dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun,&#8221; kata Hengki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penumpang yang dibonceng juga mengalami luka serius pada wajah, cedera kepala, serta mengeluarkan darah dari telinga. Korban sempat mendapat perawatan intensif di RSSI Pangkalan Bun, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan meninggalnya kedua korban, kecelakaan tersebut menegaskan besarnya risiko fatal akibat kehilangan kendali kendaraan, terutama ketika melaju pada waktu dini hari saat kondisi jalan relatif lengang dan pengendara berpotensi meningkatkan kecepatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hengki mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga konsentrasi serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan meskipun lalu lintas sedang sepi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita imbau pengemudi selalu waspada dan mengontrol kecepatan kendaraan, terutama saat dini hari,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepolisian berharap peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk tidak menjadikan kondisi jalan yang lengang sebagai alasan memacu kendaraan, karena kehilangan kendali dalam kecepatan tinggi dapat berujung pada kecelakaan dengan konsekuensi fatal. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi diduga melaju cukup kencang, kehilangan kendali, dan menghantam pulau jalan di Jalan Iskandar, Pangkalan Bun. KOTAWARINGIN BARAT &#8211; Risiko berkendara dengan kecepatan tinggi pada dini hari kembali menjadi perhatian setelah dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204146,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,9287],"tags":[55513,35095,46871,22754,34536,545,33885,37430,55516,13161,8710,6001,55512,13673,20356,55515,35342,55514],"class_list":["post-204138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-pangkalan-bun","tag-hengki-setiawan","tag-jalan-iskandar","tag-joko-handono","tag-kecelakaan-dini-hari","tag-kecelakaan-kobar","tag-kecelakaan-maut","tag-kecelakaan-pangkalan-bun","tag-kecelakaan-sepeda-motor","tag-kecepatan-kendaraan","tag-keselamatan-berkendara","tag-kobar","tag-kotawaringin-barat","tag-m-anzhori","tag-pangkalan-bun","tag-polres-kobar","tag-rssi-pangkalan-bun","tag-satlantas-polres-kobar","tag-yamaha-fiz-r"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204147,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204138\/revisions\/204147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}