{"id":204155,"date":"2026-08-31T16:18:17","date_gmt":"2026-08-31T08:18:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204155"},"modified":"2026-08-31T16:18:17","modified_gmt":"2026-08-31T08:18:17","slug":"tak-bawa-ponsel-wisatawan-67-tahun-hilang-di-maratua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tak-bawa-ponsel-wisatawan-67-tahun-hilang-di-maratua\/","title":{"rendered":"Tak Bawa Ponsel, Wisatawan 67 Tahun Hilang di Maratua"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi bersama keluarga masih mencari Go Mo Lij, wisatawan berusia 67 tahun yang hilang dari penginapan di Maratua tanpa membawa telepon seluler maupun identitas diri.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU <\/strong>&#8211; Pencarian terhadap Go Mo Lij (67), wisatawan perempuan yang dilaporkan hilang di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, terkendala karena korban meninggalkan penginapan tanpa membawa telepon seluler maupun identitas diri. Hingga Minggu (30\/08\/2026) malam, polisi bersama keluarga masih menyisir kawasan untuk menemukan keberadaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Go Mo Lij diketahui menginap bersama keluarganya di salah satu guest house di Maratua setelah tiba di wilayah tersebut pada Sabtu (29\/08\/2026). Keluarga baru menyadari korban tidak berada di penginapan pada Minggu pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Berau Suradi mengatakan suami korban, Martin, mengetahui istrinya tidak berada di tempat menginap sekitar pukul 08.15 WITA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekitar pukul 08.15 WITA, barulah suami korban, Martin, menyadari istrinya tidak berada di tempat menginap,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Martin kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada anaknya, Anny Octavia Tangkilisan. Keluarga selanjutnya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi penginapan dan kawasan yang diperkirakan dilalui korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan keluarga, Go Mo Lij memiliki kebiasaan berjalan-jalan pada pagi hari. Namun, hingga sekitar pukul 09.00 WITA, korban belum kembali ke penginapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah beberapa jam melakukan pencarian tanpa hasil, keluarga melaporkan hilangnya Go Mo Lij kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Maratua sekitar pukul 11.45 WITA, sebagaimana diberitakan Berau Terkini, Minggu, (30\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena merasa buntu melakukan pencarian, pihak keluarga melaporkannya korban ke Polsek,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya menemukan korban menjadi semakin penting karena berdasarkan keterangan keluarga, Go Mo Lij memiliki riwayat gangguan daya ingat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari pernyataan keluarga, korban memiliki riwayat Alzheimer atau penurunan fungsi daya ingat,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain tidak membawa telepon seluler yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, korban juga tidak membawa tanda pengenal ketika meninggalkan penginapan. Kondisi tersebut membuat pelacakan keberadaan korban menjadi lebih sulit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Go Mo Lij memiliki ciri-ciri berbadan gemuk, berambut pendek, dan tinggi badan sekitar 155 sentimeter. Polisi juga menyampaikan pakaian yang dikenakan korban terakhir kali sebelum menghilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat terakhir terlihat, korban mengenakan daster bermotif batik warna hitam dan topi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi telah meminta keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi untuk menelusuri kemungkinan arah perjalanan korban. Polres Berau juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna mendukung operasi pencarian di Maratua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga Minggu malam, petugas bersama keluarga masih berupaya menemukan Go Mo Lij. Informasi mengenai ciri-ciri dan pakaian terakhir korban diharapkan dapat membantu memperluas pencarian serta mempercepat ditemukannya wisatawan tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi bersama keluarga masih mencari Go Mo Lij, wisatawan berusia 67 tahun yang hilang dari penginapan di Maratua tanpa membawa telepon seluler maupun identitas diri. BERAU &#8211; Pencarian terhadap Go Mo Lij (67), wisatawan perempuan yang dilaporkan hilang di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, terkendala karena korban meninggalkan penginapan tanpa membawa telepon seluler maupun identitas diri. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204166,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,19,26],"tags":[55544,55539,27782,9891,55543,55541,55542,15222,40123,51471,36533,10472,55545,55540,55538],"class_list":["post-204155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-anny-octavia-tangkilisan","tag-go-mo-lij","tag-kabupaten-berau","tag-maratua","tag-martin","tag-orang-hilang-maratua","tag-pencarian-wisatawan","tag-polres-berau","tag-polsek-maratua","tag-pulau-maratua","tag-suradi","tag-wisata-berau","tag-wisatawan-67-tahun","tag-wisatawan-hilang-berau","tag-wisatawan-hilang-maratua"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204168,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204155\/revisions\/204168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}