{"id":204190,"date":"2026-08-31T18:24:50","date_gmt":"2026-08-31T10:24:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204190"},"modified":"2026-08-31T18:24:50","modified_gmt":"2026-08-31T10:24:50","slug":"kabut-asap-ancam-pelajar-nunukan-berlakukan-bdr-tiga-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-asap-ancam-pelajar-nunukan-berlakukan-bdr-tiga-hari\/","title":{"rendered":"Kabut Asap Ancam Pelajar, Nunukan Berlakukan BDR Tiga Hari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Nunukan menerapkan BDR selama tiga hari dan meminta guru serta kepala sekolah tetap memantau peserta didik dan perkembangan kabut asap di wilayah masing-masing.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerapkan belajar dari rumah (BDR) selama tiga hari sekaligus mewajibkan sekolah memantau aktivitas peserta didik dan perkembangan kabut asap di wilayah masing-masing. Kebijakan perlindungan peserta didik itu berlaku mulai Senin (31\/08\/2026) hingga Rabu (02\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan yang dijalankan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tersebut diberlakukan bagi peserta didik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), PK, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama BDR berlangsung, peserta didik tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Nunukan Erlina mengatakan, pengalihan pembelajaran dari sekolah ke rumah dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko paparan kabut asap bagi peserta didik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerhitung mulai hari besok, Senin, Selasa dan Rabu selama tiga hari akan dilaksanakan BDR atau Belajar dari Rumah untuk semua siswa dan siswi tingkat PAUD, PK, SD dan SMP,\u201d ujar Erlina sebagaimana diberitakan Simp4tik, Minggu, (30\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski pembelajaran dilaksanakan dari rumah, guru tetap diminta memantau keberadaan dan aktivitas peserta didik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan BDR tidak diartikan sebagai masa libur dan siswa tetap berada dalam pengawasan selama kondisi udara terdampak asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta didik juga diimbau tidak beraktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan penting. Jika harus keluar rumah, mereka diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengawasi peserta didik, Dinas Pendidikan Nunukan meminta seluruh kepala sekolah aktif memantau perkembangan kabut asap di lingkungan satuan pendidikan masing-masing. Informasi dari sekolah diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi di berbagai wilayah selama kebijakan BDR diberlakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMohon kerja samanya kepada kepala sekolah untuk tetap bekerja sama dengan kami dan terus melaporkan perkembangan asap di wilayah masing-masing,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan dari satuan pendidikan menjadi bagian dari koordinasi Dinas Pendidikan Nunukan dalam menghadapi kondisi kabut asap. Dengan karakteristik wilayah Nunukan yang tersebar, perkembangan kondisi udara di setiap lokasi perlu terus dipantau selama pembelajaran tatap muka dihentikan sementara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Nunukan berharap penerapan BDR dapat mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik tanpa menghentikan proses pendidikan. Kerja sama sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik juga diperlukan agar anak-anak tetap belajar dari rumah sekaligus mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kondisi udara membaik. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Nunukan menerapkan BDR selama tiga hari dan meminta guru serta kepala sekolah tetap memantau peserta didik dan perkembangan kabut asap di wilayah masing-masing. NUNUKAN &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerapkan belajar dari rumah (BDR) selama tiga hari sekaligus mewajibkan sekolah memantau aktivitas peserta didik dan perkembangan kabut asap di wilayah masing-masing. Kebijakan perlindungan peserta &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204197,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[53364,52718,26209,32820,3449,1461,55595,55598,17390,1610,2500,9038,55597,15888,55596,2907,31094,43993,3302],"class_list":["post-204190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-bdr","tag-belajar-dari-rumah","tag-dinas-pendidikan-nunukan","tag-erlina","tag-kabupaten-nunukan","tag-kabut-asap","tag-kabut-asap-nunukan","tag-keselamatan-peserta-didik","tag-kualitas-udara","tag-masker","tag-nunukan","tag-paud","tag-pembelajaran-dari-rumah","tag-pemkab-nunukan","tag-pendidikan-nunukan","tag-sd","tag-sekolah-nunukan","tag-siswa-nunukan","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204190"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204198,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204190\/revisions\/204198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}