{"id":204211,"date":"2026-08-31T16:54:51","date_gmt":"2026-08-31T08:54:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204211"},"modified":"2026-09-02T18:44:35","modified_gmt":"2026-09-02T10:44:35","slug":"disdikbud-kutim-targetkan-satu-guru-inklusi-di-setiap-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disdikbud-kutim-targetkan-satu-guru-inklusi-di-setiap-sekolah\/","title":{"rendered":"Disdikbud Kutim Targetkan Satu Guru Inklusi di Setiap Sekolah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Disdikbud Kutim memperkuat pendidikan inklusif melalui peningkatan kompetensi guru dan pemenuhan fasilitas agar peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan setara di sekolah umum.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan setiap sekolah memiliki minimal satu guru berkompetensi di bidang pendidikan inklusif untuk mendukung penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah umum negeri maupun swasta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdisdikbud) Kutim Mulyono mengatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan kesetaraan akses pendidikan tanpa diskriminasi sekaligus menjawab keterbatasan daya tampung Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kutim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aturan sekarang mensyaratkan bahwa sekolah umum, negeri maupun swasta, itu diwajibkan untuk menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus. Jadi anak khusus bukan hanya diterima di SLB, tapi juga di sekolah umum juga harus diterima,&#8221; terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendukung penerapan pendidikan inklusif, Disdikbud Kutim menjalankan program peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan formal jenjang magister (S2) dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di bidang inklusi bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulyono mengatakan program tersebut telah berjalan sejak 2024. Pada tahap awal, Disdikbud Kutim mengirim 191 guru dan seluruhnya dinyatakan lulus pada 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 2025, Disdikbud Kutim kembali mengirim 300 guru untuk mengikuti program serupa. Sebanyak 297 peserta telah diwisuda pada 22 Agustus 2026, sedangkan tiga peserta lainnya tidak menyelesaikan studi karena meninggal dunia dan sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tahun ini akan kita kembali kirim seorang lagi. Kenapa banyak itu? Karena kita mencatat nanti minimal satu sekolah itu punya satu guru inklusi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Mulyono, terdapat 702 sekolah yang tersebar di Kutim. Kebutuhan guru inklusi di masing-masing sekolah akan disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan skala sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekolah-sekolah yang besar itu mungkin perlu tiga guru, empat guru, tapi yang sekolah kecil mungkin cukup satu atau dua guru saja,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menyiapkan tenaga pendidik, Disdikbud Kutim juga menghadapi tantangan dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan inklusif. Mulyono mengakui belum seluruh sekolah memiliki fasilitas yang memadai bagi peserta didik berkebutuhan khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terkait dengan fasilitas inklusi itu sebagian sudah, sebagian belum. Karena kita ketahui juga memang inklusi ini kan tidak semua sekolah ada anak-anak difabelnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fasilitas pendukung, seperti toilet khusus, kursi roda, dan tongkat bantu, dapat dipenuhi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Disdikbud Kutim juga membuka kemungkinan memberikan dukungan langsung kepada sekolah yang memiliki kebutuhan fasilitas lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nanti kalau kita memang ada sekolah yang sangat besar, nanti juga tidak menutup kemungkinan dari Dinas Pendidikan akan memenuhinya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui peningkatan kompetensi guru dan pemenuhan fasilitas pendukung tersebut, Disdikbud Kutim berharap layanan pendidikan inklusif dapat semakin merata sehingga peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang setara di sekolah umum. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disdikbud Kutim memperkuat pendidikan inklusif melalui peningkatan kompetensi guru dan pemenuhan fasilitas agar peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan setara di sekolah umum. KUTAI TIMUR &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan setiap sekolah memiliki minimal satu guru berkompetensi di bidang pendidikan inklusif untuk mendukung penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":204212,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[55931,55929,5005,25056,55925,846,11722,55930,24828,23856,33237,34512,55926,7624,44741,55927,55928],"class_list":["post-204211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-702-sekolah-kutim","tag-bos","tag-bosda","tag-disdikbud-kutim","tag-guru-inklusi","tag-kutai-timur","tag-mulyono","tag-pendidikan-difabel","tag-pendidikan-inklusif","tag-rekognisi-pembelajaran-lampau","tag-rpl","tag-sekolah-inklusi","tag-sekolah-kutai-timur","tag-sekolah-luar-biasa","tag-siswa-berkebutuhan-khusus","tag-slb-kutim","tag-universitas-negeri-yogyakarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204211"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204410,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204211\/revisions\/204410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}