{"id":204214,"date":"2026-08-31T21:13:59","date_gmt":"2026-08-31T13:13:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204214"},"modified":"2026-08-31T21:13:59","modified_gmt":"2026-08-31T13:13:59","slug":"teleskop-roman-nasa-bakal-banjiri-bumi-dengan-500-terabita-data-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/teleskop-roman-nasa-bakal-banjiri-bumi-dengan-500-terabita-data-per-tahun\/","title":{"rendered":"Teleskop Roman NASA Bakal Banjiri Bumi dengan 500 Terabita Data per Tahun"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"255\" data-end=\"651\">Teleskop Nancy Grace Roman milik NASA dirancang memetakan langit jauh lebih cepat daripada Hubble dan menghasilkan lebih dari 500 terabita data astronomi setiap tahun.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"255\" data-end=\"651\"><strong data-start=\"255\" data-end=\"266\">JAKARTA<\/strong> &#8211; Teleskop antariksa baru milik Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), Nancy Grace Roman Space Telescope, diproyeksikan mengubah cara ilmuwan memetakan alam semesta. Teleskop tersebut dirancang untuk menyelesaikan pengamatan yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga 100 tahun jika dilakukan menggunakan Teleskop Hubble hanya dalam waktu sekitar satu bulan.<\/p>\n<p data-start=\"653\" data-end=\"844\">Kemampuan itu menjadi salah satu keunggulan utama Roman setelah diluncurkan menggunakan roket Falcon Heavy milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS), Minggu (30\/8\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"846\" data-end=\"1314\">Direktur Misi Sains NASA Nicky Fox mengatakan Roman memiliki bidang pandang yang sangat luas sehingga dapat mengamati objek kosmik dalam jumlah besar sekaligus. &#8220;Teleskop ini akan menemukan ribuan supernova, puluhan ribu planet, miliaran galaksi, dan puluhan miliar bintang,&#8221; kata Fox, sebagaimana diberitakan Detik, Minggu (30\/8\/2026). &#8220;Dengan bidang pandang yang sangat luas, teleskop ini akan mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah bisa kita lakukan.&#8221;<\/p>\n<p data-start=\"1316\" data-end=\"1642\">Berbeda dari Hubble yang telah beroperasi sejak 1990 dan mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, Roman dirancang untuk melakukan pemetaan langit dalam skala jauh lebih besar dan lebih cepat. Kemampuan tersebut diharapkan membuka peluang bagi ilmuwan untuk menemukan objek serta fenomena kosmik yang sebelumnya sulit terdeteksi.<\/p>\n<p data-start=\"1644\" data-end=\"1950\">Volume data yang dihasilkan Roman juga diperkirakan sangat besar. Para ilmuwan memperkirakan teleskop itu akan menghasilkan lebih dari 500 terabita data setiap tahun. Jumlah tersebut melampaui sekitar 400 terabita data yang telah dikumpulkan Hubble selama lebih dari tiga dekade beroperasi di luar angkasa.<\/p>\n<p data-start=\"1952\" data-end=\"2346\">Ilmuwan senior proyek Roman, Julie McEnery, menilai cakupan pengamatan yang luas memungkinkan teleskop tersebut menemukan objek langka dan tidak biasa di alam semesta. &#8220;Jangkauan Roman yang sangat luas akan memungkinkan kita menemukan hal-hal yang aneh, langka, dan tidak biasa,&#8221; kata McEnery pada Sabtu (29\/8). &#8220;Kami akan mengubah cara kita memahami ungkapan mencari jarum di tumpukan jerami.&#8221;<\/p>\n<p data-start=\"2348\" data-end=\"2577\">Selain pemetaan galaksi dan bintang, Roman akan digunakan untuk meneliti berbagai fenomena kosmik, termasuk ledakan bintang, lubang hitam, gravitasi dalam skala kosmik, serta eksoplanet atau planet yang berada di luar tata surya.<\/p>\n<p data-start=\"2579\" data-end=\"2794\">Setelah peluncuran, Roman akan menuju Titik Lagrange 2 (<em data-start=\"2635\" data-end=\"2653\">Lagrange Point 2<\/em> atau L2), wilayah orbit sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi. Perjalanan menuju lokasi tersebut diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan.<\/p>\n<p data-start=\"2796\" data-end=\"2997\">Setibanya di orbit, tim misi akan menjalani tahap pengujian selama 90 hari. Tahapan itu mencakup pengujian sistem, kalibrasi instrumen, serta persiapan sebelum teleskop memasuki fase pengamatan ilmiah.<\/p>\n<p data-start=\"2999\" data-end=\"3190\">Misi Roman memiliki anggaran total lebih dari 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp70 triliun. Gambar pertama yang dihasilkan teleskop tersebut diperkirakan dapat diterima di Bumi pada awal 2027.<\/p>\n<p data-start=\"3192\" data-end=\"3503\">Nama Roman diambil dari Nancy Grace Roman, salah satu perempuan yang menjadi perintis kepemimpinan senior di NASA. Kehadiran teleskop tersebut diharapkan memperluas kemampuan pengamatan astronomi dan menyediakan data dalam skala besar untuk membantu ilmuwan memahami struktur serta perkembangan alam semesta. []\n<p data-start=\"3505\" data-end=\"3542\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teleskop Nancy Grace Roman milik NASA dirancang memetakan langit jauh lebih cepat daripada Hubble dan menghasilkan lebih dari 500 terabita data astronomi setiap tahun. JAKARTA &#8211; Teleskop antariksa baru milik Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), Nancy Grace Roman Space Telescope, diproyeksikan mengubah cara ilmuwan memetakan alam semesta. Teleskop tersebut dirancang untuk menyelesaikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204215,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[55638,9642,8050,55647,55649,55640,55648,55646,7741,55639,55637,55644,55643,55641,55634,18906,55635,55645,55642,29642,55636,55633],"class_list":["post-204214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-alam-semesta","tag-amerika-serikat","tag-astronomi","tag-cape-canaveral","tag-data-astronomi","tag-eksoplanet","tag-eksplorasi-antariksa","tag-falcon-heavy","tag-florida","tag-galaksi","tag-hubble","tag-l2","tag-lagrange-point-2","tag-lubang-hitam","tag-nancy-grace-roman-space-telescope","tag-nasa","tag-roman-space-telescope","tag-spacex","tag-supernova","tag-teknologi-luar-angkasa","tag-teleskop-nasa","tag-teleskop-roman"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204214"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204216,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204214\/revisions\/204216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}