{"id":204230,"date":"2026-08-31T21:49:37","date_gmt":"2026-08-31T13:49:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204230"},"modified":"2026-08-31T21:49:37","modified_gmt":"2026-08-31T13:49:37","slug":"vonis-han-hak-ja-buka-lagi-sorotan-politik-gereja-unifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/vonis-han-hak-ja-buka-lagi-sorotan-politik-gereja-unifikasi\/","title":{"rendered":"Vonis Han Hak Ja Buka Lagi Sorotan Politik Gereja Unifikasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Vonis dua tahun penjara terhadap Han Hak Ja kembali menyoroti keterkaitan Gereja Unifikasi dengan kasus penyuapan serta jejaring politik di Korea Selatan.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>SEOUL<\/strong> &#8211; Vonis dua tahun penjara terhadap pemimpin Gereja Unifikasi, Han Hak Ja, kembali menyoroti hubungan organisasi keagamaan tersebut dengan dunia politik Korea Selatan (Korsel). Han dinyatakan bersalah dalam perkara penyuapan yang turut menyeret mantan Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee ketika suaminya, Yoon Suk Yeol, masih menjabat sebagai presiden.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Putusan terhadap Han, 83 tahun, dijatuhkan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Senin (31\/8\/2026). Ia didakwa memberikan sejumlah barang mewah, termasuk tas tangan <em>desainer<\/em>, kepada Kim dalam upaya memperoleh keuntungan terkait kebijakan tertentu.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Han datang ke pengadilan dengan menggunakan kursi roda. Ia mengenakan pakaian tidur dan masker medis serta didampingi sejumlah stafnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejak ditangkap pada September 2025, Han beberapa kali dipindahkan antara pusat penahanan dan rumah sakit untuk menjalani perawatan medis, sebagaimana dilansir AFP, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kami telah mengonfirmasi bahwa beliau dijatuhi hukuman dua tahun penjara,&#8221; kata juru bicara Gereja Unifikasi kepada AFP, sembari menambahkan bahwa pihak gereja akan merilis pernyataan resmi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kasus Han tidak hanya berkaitan dengan pemberian barang kepada Kim. Ia juga menghadapi tuduhan pemberian dana ilegal kepada Kweon Seon Dong, anggota parlemen terkemuka Korsel sekaligus mantan ketua fraksi Partai Kekuatan Rakyat, partai yang sebelumnya menaungi Yoon dan kini berada di posisi oposisi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Perkara tersebut kembali menempatkan Gereja Unifikasi dalam sorotan atas hubungan panjangnya dengan dunia politik Korsel. Organisasi itu memiliki kepentingan bisnis di sejumlah sektor, termasuk media, pendidikan, dan distribusi makanan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Han merupakan tokoh sentral Gereja Unifikasi setelah mengambil alih kepemimpinan organisasi tersebut pascakematian suaminya, Moon Sun Myung, pada 2012. Gereja Unifikasi didirikan Moon pada 1954 dan mengklaim memiliki sekitar 10 juta pengikut di seluruh dunia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Para anggota gereja menghormati Han dengan sebutan &#8220;Ibu Sejati&#8221;. Penangkapan pemimpin berusia 83 tahun itu pada 2025 mengguncang organisasi yang selama puluhan tahun telah menjadi salah satu kelompok keagamaan paling kontroversial di kawasan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Gereja Unifikasi sebelumnya juga menjadi sorotan di Jepang setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada 2022. Pelaku pembunuhan ketika itu menyalahkan organisasi tersebut atas kehancuran finansial keluarganya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Vonis terhadap Han kini menambah tekanan terhadap organisasi yang tidak hanya memiliki jaringan keagamaan, tetapi juga kepentingan bisnis serta sejarah keterlibatan dalam lingkungan politik. Putusan pengadilan tersebut berpotensi menjadi babak baru bagi Gereja Unifikasi dalam menghadapi sorotan hukum dan publik di Korsel. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vonis dua tahun penjara terhadap Han Hak Ja kembali menyoroti keterkaitan Gereja Unifikasi dengan kasus penyuapan serta jejaring politik di Korea Selatan. SEOUL &#8211; Vonis dua tahun penjara terhadap pemimpin Gereja Unifikasi, Han Hak Ja, kembali menyoroti hubungan organisasi keagamaan tersebut dengan dunia politik Korea Selatan (Korsel). Han dinyatakan bersalah dalam perkara penyuapan yang turut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204231,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[55675,55678,55674,55677,38466,8570,8037,55679,55676,34978,34980,55680,34974],"class_list":["post-204230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-gereja-unifikasi","tag-gereja-unifikasi-korea-selatan","tag-han-hak-ja","tag-kasus-suap-korea-selatan","tag-kim-keon-hee","tag-korea-selatan","tag-korsel","tag-korupsi-korea-selatan","tag-kweon-seon-dong","tag-pengadilan-distrik-pusat-seoul","tag-politik-korea-selatan","tag-vonis-han-hak-ja","tag-yoon-suk-yeol"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204232,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204230\/revisions\/204232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}