{"id":204270,"date":"2026-08-31T23:47:12","date_gmt":"2026-08-31T15:47:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204270"},"modified":"2026-08-31T23:47:12","modified_gmt":"2026-08-31T15:47:12","slug":"kalung-milik-permaisuri-mesir-dicuri-dari-museum-austria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kalung-milik-permaisuri-mesir-dicuri-dari-museum-austria\/","title":{"rendered":"Kalung Milik Permaisuri Mesir Dicuri dari Museum Austria"},"content":{"rendered":"<p>Kalung platinum bertakhtakan 673 berlian yang pernah dimiliki keluarga kerajaan Mesir dicuri dari pameran di Museum Seni Terapan Wina, memicu pengejaran terhadap dua tersangka dan penutupan sementara pameran.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>WINA<\/strong> &#8211; Pencurian kalung platinum bertakhtakan 673 berlian memaksa Museum Seni Terapan (MAK) di Wina, Austria, menutup sementara pameran perhiasan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga 27 September 2026. Polisi Austria kini memburu dua pria yang diduga membawa kabur perhiasan bersejarah tersebut saat museum masih beroperasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kalung seberat 200 karat itu dicuri pada Kamis siang ketika sejumlah pengunjung berada di ruang pameran. Dua pelaku diduga telah membeli tiket sebelum menghancurkan etalase kaca menggunakan palu dan melarikan diri membawa kalung tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kepolisian Austria kemudian menyebarkan foto kedua tersangka yang terekam kamera keamanan. Keduanya disebut tidak mengenakan penutup wajah ketika melakukan pencurian.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam imbauan kepada masyarakat untuk membantu penyelidikan, polisi mengatakan, &#8220;Para pelaku melarikan diri dengan perhiasan tersebut ke arah yang tidak diketahui.&#8221;<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Petugas dikerahkan di sejumlah kawasan pusat kota Wina untuk mencari tersangka. Polisi juga menggunakan anjing pelacak dalam upaya menemukan jejak pelaku. Menurut surat kabar Kronen, penyelidik menduga pencurian tersebut kemungkinan merupakan <em>pekerjaan kontrak<\/em> yang dilakukan atas permintaan sebuah geng kriminal.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Informasi mengenai pencurian tersebut disampaikan The Guardian, sebagaimana dilansir The Guardian, Senin (31\/8\/2026). Pihak MAK menyatakan kalung itu merupakan bagian dari pameran yang telah berlangsung sejak Juni dan menampilkan lebih dari 300 karya desainer perhiasan Prancis, Van Cleef &amp; Arpels.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut meskipun beberapa saksi berada di ruangan saat pencurian berlangsung. Setelah kejadian, tur berpemandu yang semestinya digelar pada Jumat sore dibatalkan dan pameran ditutup sementara.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kalung yang dicuri tersebut memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi milik Permaisuri Nazli dari Mesir. Berdasarkan dokumentasi pameran, Nazli mengenakan perhiasan itu saat pernikahan putrinya, Fawzia, dengan putra mahkota Iran ketika itu, Mohammad Reza Pahlavi, pada 1939. Pahlavi kemudian menjadi Shah Iran.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Perhiasan tersebut kemudian berpindah tangan dan dilelang Sotheby&#8217;s di New York pada 2015 dengan harga 4,3 juta dolar AS.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pameran di MAK sebelumnya menghimpun sekitar 200 <em>benda unik dan jarang terlihat<\/em> dari koleksi museum serta karya yang menggambarkan perjalanan selama 120 tahun rumah perhiasan Van Cleef &amp; Arpels di Paris.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Penutupan sementara pameran dilakukan sambil penyelidikan berlangsung. Polisi masih berupaya mengidentifikasi keberadaan kedua tersangka dan melacak kalung yang memiliki nilai sejarah sekaligus nilai pasar tinggi tersebut. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalung platinum bertakhtakan 673 berlian yang pernah dimiliki keluarga kerajaan Mesir dicuri dari pameran di Museum Seni Terapan Wina, memicu pengejaran terhadap dua tersangka dan penutupan sementara pameran. WINA &#8211; Pencurian kalung platinum bertakhtakan 673 berlian memaksa Museum Seni Terapan (MAK) di Wina, Austria, menutup sementara pameran perhiasan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga 27 September &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204271,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9817,55732,55733,55746,55736,37811,55740,55735,55744,55738,41273,55745,55734,55743,55741,55742,55739,55737],"class_list":["post-204270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-austria","tag-kalung-673-berlian","tag-kalung-berlian","tag-kalung-platinum","tag-mak-wina","tag-mesir","tag-mohammad-reza-pahlavi","tag-museum-seni-terapan","tag-museum-wina","tag-pencurian-museum","tag-pencurian-perhiasan","tag-perhiasan-kerajaan","tag-permaisuri-nazli","tag-polisi-austria","tag-shah-iran","tag-sothebys","tag-van-cleef-arpels","tag-wina"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204272,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204270\/revisions\/204272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}