{"id":204286,"date":"2026-09-01T00:17:47","date_gmt":"2026-08-31T16:17:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204286"},"modified":"2026-09-01T00:17:47","modified_gmt":"2026-08-31T16:17:47","slug":"uea-respons-drone-iran-klaim-serangan-pangkalan-dibantah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/uea-respons-drone-iran-klaim-serangan-pangkalan-dibantah\/","title":{"rendered":"UEA Respons Drone Iran, Klaim Serangan Pangkalan Dibantah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>UEA mengakui merespons sebuah UAV yang terdeteksi dari arah Iran, tetapi membantah klaim bahwa Pangkalan Udara Al Minhad menjadi sasaran serangan Iran.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>ABU DHABI &#8211;<\/strong> Uni Emirat Arab (UEA) meningkatkan kesiagaan militernya setelah Angkatan Udara UEA mendeteksi sebuah kendaraan udara tanpa awak (<em>unmanned aerial vehicle<\/em>\/UAV) yang bergerak dari arah Iran dan memasuki wilayah perairannya pada Senin (31\/8\/2026). Otoritas UEA menyatakan telah merespons ancaman tersebut, tetapi membantah laporan bahwa Iran menyerang Pangkalan Udara Al Minhad.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kementerian Pertahanan UEA mengatakan Angkatan Bersenjatanya berada dalam tingkat kesiagaan tinggi untuk menghadapi setiap potensi ancaman sekaligus menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Pernyataan itu disampaikan setelah Iran mengumumkan operasi serangan terhadap sejumlah sasaran di kawasan Teluk.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa Angkatan Udara UEA merespons sebuah UAV (kendaraan udara tanpa awak-red) yang terdeteksi di wilayah perairan negara tersebut, yang bergerak mendekat dari arah Iran,&#8221; demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA melalui media sosial X, sebagaimana dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam pernyataan lainnya, Kementerian Pertahanan UEA menepis informasi mengenai serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara Al Minhad. Pangkalan tersebut diketahui menjadi lokasi penempatan pasukan dan helikopter militer Amerika Serikat (AS).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Laporan media mengenai serangan rudal terhadap Pangkalan Udara Al Minhad tidak berdasar,&#8221; tegas Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan melalui media sosial X.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bantahan tersebut muncul beberapa jam setelah militer Iran menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Al Minhad menggunakan &#8220;puluhan drone penyerang&#8221;. Iran menyebut operasi itu sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap Pulau Larak pada Minggu (30\/8) waktu setempat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Militer Iran mengklaim sasaran serangan berada di area pangkalan yang menjadi tempat pasukan serta helikopter militer AS ditempatkan. Namun, klaim tersebut dibantah oleh otoritas UEA.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ketegangan kawasan meningkat setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan pasukannya menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak. Washington menyebut tindakan tersebut berkaitan dengan dugaan persiapan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.<\/p>\n<p>Situasi tersebut membuat UEA mengambil posisi waspada terhadap kemungkinan meluasnya konflik di kawasan. Meski membantah pangkalannya diserang, pengakuan mengenai respons terhadap UAV dari arah Iran menunjukkan adanya aktivitas militer yang berlangsung di sekitar wilayah perairan UEA. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UEA mengakui merespons sebuah UAV yang terdeteksi dari arah Iran, tetapi membantah klaim bahwa Pangkalan Udara Al Minhad menjadi sasaran serangan Iran. ABU DHABI &#8211; Uni Emirat Arab (UEA) meningkatkan kesiagaan militernya setelah Angkatan Udara UEA mendeteksi sebuah kendaraan udara tanpa awak (unmanned aerial vehicle\/UAV) yang bergerak dari arah Iran dan memasuki wilayah perairannya pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204287,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[],"class_list":["post-204286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204286"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204288,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204286\/revisions\/204288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}