{"id":204295,"date":"2026-09-01T00:30:29","date_gmt":"2026-08-31T16:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204295"},"modified":"2026-09-01T00:30:29","modified_gmt":"2026-08-31T16:30:29","slug":"karhutla-mengancam-omc-hingga-water-bombing-dimaksimalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-mengancam-omc-hingga-water-bombing-dimaksimalkan\/","title":{"rendered":"Karhutla Mengancam, OMC hingga Water Bombing Dimaksimalkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemerintah memperkuat operasi modifikasi cuaca, water bombing, dan pengerahan pasukan darat untuk menghadapi potensi puncak karhutla sepanjang September 2026.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang periode yang diperkirakan menjadi titik rawan tertinggi pada September 2026. Operasi modifikasi cuaca (OMC), <em>water bombing<\/em>, dan pengerahan pasukan darat disiapkan untuk menekan penyebaran kebakaran di wilayah yang memiliki banyak titik panas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan September menjadi periode krusial karena potensi hujan diperkirakan belum merata hingga awal Oktober. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memaksimalkan penanganan karhutla selama satu bulan ke depan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Karena September ini kita di puncak ya, di puncak. Mudah-mudahan betul nanti kalau misalkan September sudah ada hujan, tapi kalau tadi kita dengarkan dari BMKG lagi saya dengar baru awal Oktober nanti ada potensi hujan. Jadi sebulan ini adalah battleground kita,&#8221; kata Raja Juli dalam keterangannya, Senin (31\/8\/2026), sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin (31\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Raja Juli menilai OMC perlu dimaksimalkan selama kondisi cuaca masih memungkinkan. Upaya tersebut dipandang sebagai salah satu cara penting untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Karena bagaimanapun yang paling efektif ini memang OMC. Operasi Modifikasi Cuaca. Dan mumpung kita masih punya window untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca ini kita minta saran dari OMC,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Selain intervensi cuaca, pemerintah mengandalkan <em>water bombing<\/em> serta pengerahan satuan tugas darat. Penempatan personel akan diarahkan berdasarkan konsentrasi <em>hotspot<\/em> atau titik panas agar sumber kebakaran dapat ditangani lebih cepat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Yang ketiga tentu saja pasukan darat, satgas darat. Saya berharap sekali nanti <em>deployment<\/em>-nya bisa diatur sedemikian mungkin Pak. Di tempat masing-masing yang banyak <em>hotspot<\/em>-nya, berapa kali sehari mereka harus bergantian,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Untuk memperkuat operasi lapangan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berupaya menambah personel melalui mekanisme bantuan bawah kendali operasi (BKO). Penambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat pasukan utama sekaligus mengurangi risiko kelelahan selama penanganan kebakaran.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Termasuk kami juga di Kementerian Kehutanan berusaha untuk melakukan BKO sekitar 1.000 orang lebih, bertambah,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Langkah penguatan dilakukan di tengah masih tingginya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat <em>hotspot<\/em> di Kalimantan Barat (Kalbar) meningkat menjadi 7.377 titik, sedangkan titik api atau <em>fire spot<\/em> mencapai 72 titik. Jarak pandang di wilayah tersebut juga dilaporkan kurang dari 1 kilometer.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di Kalimantan Tengah (Kalteng), jumlah <em>hotspot<\/em> tercatat 5.244 titik atau menurun, sementara titik api berada di angka 72 titik. Jarak pandang di wilayah itu kurang dari 1 kilometer.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Adapun Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat 504 <em>hotspot<\/em> atau mengalami penurunan. Jumlah titik api tercatat 55 titik dengan jarak pandang kurang dari 2 kilometer.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di wilayah Sumatera, aktivitas titik api di Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), dan Jambi secara umum dilaporkan menurun. Namun, jumlah <em>hotspot<\/em> di Sumsel masih menunjukkan peningkatan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pemerintah kini memusatkan perhatian pada penguatan operasi selama September dengan mengombinasikan strategi pencegahan hujan, pemadaman dari udara, dan penanganan langsung oleh personel darat. Evaluasi kondisi cuaca dan persebaran titik panas akan menjadi dasar untuk menentukan pengerahan kekuatan berikutnya. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah memperkuat operasi modifikasi cuaca, water bombing, dan pengerahan pasukan darat untuk menghadapi potensi puncak karhutla sepanjang September 2026. JAKARTA &#8211; Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang periode yang diperkirakan menjadi titik rawan tertinggi pada September 2026. Operasi modifikasi cuaca (OMC), water bombing, dan pengerahan pasukan darat disiapkan untuk menekan penyebaran kebakaran &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204296,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[4067,4135,8133,183,4861,9790,6051,6790,4418,189,20126,30711,52487,37692,37691,40134,5056,53722,12272,7655,3904,39604],"class_list":["post-204295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-serba-serbi","tag-bnpb","tag-hotspot","tag-jambi","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-kalimantan-selatan","tag-kalimantan-tengah","tag-kalsel","tag-kalteng","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kemenhut","tag-menteri-kehutanan","tag-omc","tag-operasi-modifikasi-cuaca","tag-raja-juli-antoni","tag-riau","tag-september-2026","tag-sumatera-selatan","tag-sumsel","tag-titik-api","tag-water-bombing"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204297,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204295\/revisions\/204297"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}