{"id":204301,"date":"2026-09-01T00:38:56","date_gmt":"2026-08-31T16:38:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204301"},"modified":"2026-09-01T00:38:56","modified_gmt":"2026-08-31T16:38:56","slug":"pbnu-masuki-masa-transisi-formatur-bekerja-sebulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbnu-masuki-masa-transisi-formatur-bekerja-sebulan\/","title":{"rendered":"PBNU Masuki Masa Transisi, Formatur Bekerja Sebulan"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4675\" data-end=\"4825\"><em>Muktamar ke-35 NU telah rampung, sementara tim formatur yang dipimpin Rais Aam terpilih diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan baru PBNU.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Struktur baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum langsung terbentuk setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berakhir. Tim formatur hasil muktamar diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan organisasi periode berikutnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penyusunan kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan tim formatur. Tim tersebut dipimpin Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar dengan Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai sekretaris.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Dikasih waktu satu bulan. Dikasih satu bulan tim formatur untuk menyusun kepengurusan,&#8221; kata Gus Ipul saat akan mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31\/8\/2026), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Gus Ipul menegaskan tim formatur kini menjadi pihak yang bertugas menentukan susunan kepengurusan PBNU setelah muktamar menghasilkan pimpinan baru.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Ya kita serahkan kepada ketua formatur Rais Aam, sekretarisnya Ketua Umum, selebihnya ada beberapa anggota formatur,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menurut Gus Ipul, penyelesaian Muktamar ke-35 NU menjadi momentum untuk segera memasuki tahap berikutnya, yakni menjalankan berbagai keputusan yang telah dihasilkan forum tersebut. Ia menilai seluruh rangkaian muktamar berjalan sesuai target yang ditetapkan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Alhamdulillah muktamar telah selesai, saya bersyukur sekali karena penyelenggaraannya sukses, hasil-hasilnya sukses, target-targetnya semua bisa tercapai,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ia berharap keputusan muktamar tidak berhenti pada forum organisasi, tetapi segera diterapkan agar NU dapat memperluas kontribusinya bagi kepentingan masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Mudah-mudahan ya ini dengan hasil yang sudah kita dapatkan bisa kita tindak lanjuti, untuk kemudian NU bisa berkontribusi lebih besar bagi kepentingan agama, bangsa, dan negara,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Gus Ipul juga menyoroti kehadiran Presiden pada pembukaan dan penutupan muktamar. Menurut dia, kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap penyelenggaraan forum tertinggi NU tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Jadi ini satu hal yang kita syukuri. Presiden hadir pada saat pembukaan dan pada saat penutupan, itu juga apresiasi yang luar biasa untuk pertama kalinya ya, Presiden hadir di saat pembukaan maupun di saat penutupan. Kita semua bergembira,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Selain transisi kepengurusan, Muktamar ke-35 NU juga menghasilkan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Gus Ipul mengatakan sistem baru tersebut dirancang agar lebih sesuai dengan kondisi organisasi sekaligus menekan potensi persaingan antarkelompok.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Sistem pemilihan baru untuk Ketua Umum yang lebih cocok dengan kondisi hari ini, menghindari persaingan yang lebih ketat atau yang lebih keras, yang membuat pengelompokan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam mekanisme baru tersebut, pemilihan tidak lagi menerapkan sistem <em>one man one vote<\/em>. Cabang dan wilayah yang memiliki hak suara mengusulkan kandidat untuk kemudian diteruskan kepada Rais Aam dan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) terpilih.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;MIsalnya kalau dulu pemilihan Ketua Umum itu one man one vote, sekarang pemilihannya sudah ditentukan oleh Rais Aam terpilih dan anggota AHWA, di mana cabang dan wilayah yang memiliki hak suara mengusulkan satu sekurang-kurangnya dan lima sebanyak-banyaknya calon Ketua Umum yang diteruskan nanti ke Rais Aam dan AHWA terpilih,&#8221; imbuh dia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan selesainya muktamar, perhatian organisasi kini beralih pada kerja tim formatur selama satu bulan ke depan. Hasil penyusunan struktur tersebut akan menjadi dasar bagi PBNU dalam menjalankan keputusan dan agenda organisasi pascamuktamar. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muktamar ke-35 NU telah rampung, sementara tim formatur yang dipimpin Rais Aam terpilih diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan baru PBNU. JAKARTA &#8211; Struktur baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum langsung terbentuk setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berakhir. Tim formatur hasil muktamar diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan organisasi periode berikutnya. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204302,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[55438,42691,55432,4589,55799,55458,55796,55795,55429,2005,270,7507,55798,55437,23441,55797],"class_list":["post-204301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-ahwa","tag-gus-ipul","tag-gus-kikin","tag-jakarta","tag-kepengurusan-pbnu","tag-ketua-umum-pbnu","tag-kh-abdul-hakim-mahfudz","tag-kh-miftachul-akhyar","tag-muktamar-ke-35-nu","tag-nahdlatul-ulama","tag-nu","tag-pbnu","tag-pemilihan-ketua-umum-pbnu","tag-rais-aam","tag-saifullah-yusuf","tag-tim-formatur-pbnu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204303,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204301\/revisions\/204303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}