{"id":204354,"date":"2026-09-01T19:06:04","date_gmt":"2026-09-01T11:06:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204354"},"modified":"2026-09-01T19:06:04","modified_gmt":"2026-09-01T11:06:04","slug":"tawaran-gaji-tinggi-diduga-jadi-modus-rekrut-8-wni-ke-rusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tawaran-gaji-tinggi-diduga-jadi-modus-rekrut-8-wni-ke-rusia\/","title":{"rendered":"Tawaran Gaji Tinggi Diduga Jadi Modus Rekrut 8 WNI ke Rusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dugaan perekrutan delapan WNI menjadi tentara Rusia disebut bermula dari tawaran pekerjaan sebagai Satpam dan tenaga administrasi dengan iming-iming gaji tinggi.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran Rusia disebut bermula dari tawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan (Satpam) dan tenaga administrasi dengan iming-iming gaji tinggi. Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad berdasarkan informasi dari otoritas intelijen Indonesia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dasco mengatakan perekrutan diduga dilakukan melalui negara pihak ketiga yang menawarkan pekerjaan kepada para WNI sebelum mereka akhirnya dikirim ke Rusia. Pemerintah Indonesia kini melakukan langkah antisipasi melalui koordinasi antara otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,&#8221; kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1\/9), sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menurut Dasco, para WNI tersebut awalnya mengikuti proses pendaftaran berdasarkan tawaran pekerjaan yang diterima. Setelah itu, mereka disebut dikirim ke Rusia dan kemudian menjadi tentara.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dasco menambahkan, otoritas intelijen bersama Kemlu telah melakukan antisipasi terhadap persoalan tersebut. Pemerintah juga disebut mengambil langkah dengan mengirimkan utusan ke sejumlah negara yang berkaitan dengan informasi perekrutan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Informasi mengenai dugaan keterlibatan delapan WNI sebagai tentara bayaran Rusia sebelumnya muncul dalam laporan Badan Intelijen Asing Ukraina pada 27 Agustus. Laporan tersebut menjadi salah satu informasi yang kemudian dipantau pemerintah Indonesia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut melalui perwakilan Indonesia di luar negeri serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi atas informasi tersebut melalui Perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian\/lembaga terkait,&#8221; kata Yvonne dalam rilis resmi, Senin (31\/8).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Yvonne menegaskan Indonesia memiliki ketentuan hukum mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing, termasuk konsekuensi terhadap status kewarganegaraan. Namun, ketentuan tersebut baru dapat diterapkan setelah informasi dan data mengenai dugaan keterlibatan tersebut terverifikasi sesuai prosedur hukum.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Apabila keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing dimaksud terverifikasi, hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pemerintah masih menunggu hasil verifikasi untuk memastikan informasi mengenai delapan WNI tersebut. Proses pengecekan melalui perwakilan Indonesia dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi tahapan penting sebelum pemerintah menentukan langkah lebih lanjut terkait dugaan perekrutan tersebut. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dugaan perekrutan delapan WNI menjadi tentara Rusia disebut bermula dari tawaran pekerjaan sebagai Satpam dan tenaga administrasi dengan iming-iming gaji tinggi. JAKARTA &#8211; Dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran Rusia disebut bermula dari tawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan (Satpam) dan tenaga administrasi dengan iming-iming gaji tinggi. Informasi tersebut disampaikan Wakil &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":204355,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,35],"tags":[55888,847,55890,50311,9685,22188,55891,2682,51409,11645,55892,55893,55889,6769,43937],"class_list":["post-204354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-8-wni-tentara-rusia","tag-dpr-ri","tag-intelijen-indonesia","tag-kementerian-luar-negeri","tag-kemlu","tag-lowongan-kerja","tag-perekrutan-wni","tag-rusia","tag-satpam","tag-sufmi-dasco-ahmad","tag-tenaga-administrasi","tag-tentara-asing","tag-tentara-bayaran-rusia","tag-ukraina","tag-warga-negara-indonesia"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204354"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204356,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204354\/revisions\/204356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}