{"id":204649,"date":"2026-09-03T20:20:53","date_gmt":"2026-09-03T12:20:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204649"},"modified":"2026-09-04T04:25:32","modified_gmt":"2026-09-03T20:25:32","slug":"pattaya-sambut-5-000-awak-kapal-induk-as-di-tengah-lesunya-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pattaya-sambut-5-000-awak-kapal-induk-as-di-tengah-lesunya-pariwisata\/","title":{"rendered":"Pattaya Sambut 5.000 Awak Kapal Induk AS di Tengah Lesunya Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sekitar 5.000 awak USS Abraham Lincoln mendapat waktu beristirahat di Pattaya setelah lebih dari 250 hari bertugas di laut, sementara pelaku usaha lokal berharap kunjungan mereka mampu menggerakkan kembali ekonomi pariwisata kota tersebut.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PATTAYA<\/strong> &#8211; Kedatangan sekitar 5.000 marinir dan pelaut Amerika Serikat (AS) di Pattaya, Thailand, menjadi harapan baru bagi pelaku usaha setempat untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata yang tengah lesu. Ribuan personel tersebut mendapat kesempatan beristirahat selama sekitar empat hari setelah menjalani penugasan lebih dari 250 hari di laut, termasuk operasi dalam perang melawan Iran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para personel merupakan awak kelompok tempur kapal induk United States Ship (USS) Abraham Lincoln yang baru menginjak daratan setelah penugasan panjang di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat kunjungan ke Pattaya tidak hanya menjadi masa istirahat bagi awak kapal, tetapi juga dipandang sebagai peluang ekonomi bagi kota wisata itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Asosiasi Bisnis dan Pariwisata Pattaya Bhunanan Patanasin berharap kehadiran ribuan personel AS dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lokal di tengah berkurangnya jumlah wisatawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya senang para pelaut akan berada di sini untuk meningkatkan perekonomian lokal kami. Kota kami sangat sepi, dengan jumlah pengunjung lebih sedikit tahun ini,&#8221; kata Bhunanan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (03\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pattaya dikenal sebagai salah satu kota resor pantai dan pusat kehidupan malam di Thailand. Namun, aktivitas pariwisata kota tersebut dilaporkan mengalami penurunan, antara lain akibat tekanan ekonomi yang berkaitan dengan perang AS dan Iran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedatangan awak USS Abraham Lincoln menjadi momentum yang dinantikan pelaku usaha setempat karena ribuan personel itu memiliki waktu sekitar empat hari untuk berada di Pattaya sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Carrier Strike Group 3 Robert Loughran menyebut kesempatan bersandar di Laem Chabang memberi waktu bagi para personel untuk beristirahat setelah menjalani penugasan panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kedatangan kami di Laem Chabang memberikan kesempatan yang layak bagi para pelaut dan marinir kami untuk beristirahat dan memulihkan tenaga,&#8221; kata Robert.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apa yang telah dicapai kelompok tempur ini benar-benar bersejarah. Saya sangat bangga atas profesionalisme dan keahlian luar biasa yang ditunjukkan setiap anggota tim ini selama menjalankan operasi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penugasan awak USS Abraham Lincoln berlangsung sekitar sembilan setengah bulan di laut. Lamanya masa penugasan tersebut sebelumnya memunculkan laporan mengenai kondisi kehidupan awak di kapal, tekanan terhadap kesehatan mental, hingga keterbatasan pasokan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malam pertama di daratan dimanfaatkan sejumlah awak untuk keluar dari kapal dan menikmati waktu bebas setelah berbulan-bulan menjalani penugasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya akan bersantai, pelan-pelan,&#8221; kata seorang pelaut muda yang mengenakan kaus Angkatan Laut AS berwarna biru dan kusut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaut yang tidak menyebutkan namanya itu menyampaikan pernyataan tersebut ketika mengambil uang tunai dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tapi ini pertama kalinya saya ke Pattaya, jadi kita lihat saja.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah harapan terhadap dampak ekonomi kunjungan tersebut, otoritas Thailand memperketat pengamanan. Tambahan personel polisi dikerahkan untuk memastikan kegiatan ribuan awak kapal berlangsung tertib selama berada di Pattaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para personel AS juga mendapat arahan dari komandan mereka untuk menghindari kawasan tertentu yang dianggap rawan serta tidak menggunakan ganja meskipun komoditas tersebut dijual secara terbuka di sejumlah tempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kota Pattaya turut memberlakukan jam malam bagi awak USS Abraham Lincoln serta mengingatkan mereka untuk menjauhi kawasan hiburan dewasa atau red-light district.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Pattaya Poramet Ngampichet mengatakan pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan perwakilan militer AS terkait berbagai pembatasan selama awak kapal berada di kota tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami berdiskusi dengan perwakilan mereka mengenai pembatasan ganja, serta area-area tertentu yang dilarang keras dimasuki setelah matahari terbenam,&#8221; kata Poramet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beberapa (awak) akan menginap di hotel-hotel Pattaya, sementara yang lain akan kembali ke kapal,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aparat Thailand juga mendapat arahan mengenai penanganan berbagai potensi insiden secara sensitif ketika para personel mengunjungi bar dan klub setelah berbulan-bulan berada di laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengamanan juga berkaitan dengan karakter Pattaya sebagai salah satu pusat kehidupan malam dan wisata hiburan Thailand. Pada akhir pekan sebelum kedatangan awak kapal, polisi Thailand menangkap 25 pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di kawasan tepi pantai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, kedatangan ribuan personel AS tetap dipandang pelaku usaha sebagai peluang untuk meningkatkan konsumsi di sektor hotel, restoran, transportasi, perdagangan, dan hiburan. Dengan masa kunjungan yang terbatas, Pemerintah Kota Pattaya menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan manfaat ekonomi dari kehadiran ribuan pengunjung dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban kota. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar 5.000 awak USS Abraham Lincoln mendapat waktu beristirahat di Pattaya setelah lebih dari 250 hari bertugas di laut, sementara pelaku usaha lokal berharap kunjungan mereka mampu menggerakkan kembali ekonomi pariwisata kota tersebut. PATTAYA &#8211; Kedatangan sekitar 5.000 marinir dan pelaut Amerika Serikat (AS) di Pattaya, Thailand, menjadi harapan baru bagi pelaku usaha setempat untuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204651,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[56359,9642,21058,4250,56352,56357,56354,56356,24089,56353,56358,38776,51196,27523,17781,43941,56351,56350,8529,23178,56355],"class_list":["post-204649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-5-000-pelaut-as","tag-amerika-serikat","tag-angkatan-laut-as","tag-as","tag-bhunanan-patanasin","tag-carrier-strike-group-3","tag-ekonomi-pattaya","tag-laem-chabang","tag-marinir-as","tag-pariwisata-pattaya","tag-pariwisata-thailand","tag-pattaya","tag-pelaut-as","tag-perang-as-iran","tag-perang-iran","tag-personel-militer-as","tag-poramet-ngampichet","tag-robert-loughran","tag-thailand","tag-uss-abraham-lincoln","tag-wisata-thailand"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204652,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204649\/revisions\/204652"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}