{"id":204730,"date":"2026-09-04T18:00:33","date_gmt":"2026-09-04T10:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204730"},"modified":"2026-09-05T03:02:47","modified_gmt":"2026-09-04T19:02:47","slug":"pontianak-siapkan-85-ribu-liter-cadangan-air-tawar-untuk-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-siapkan-85-ribu-liter-cadangan-air-tawar-untuk-warga\/","title":{"rendered":"Pontianak Siapkan 85 Ribu Liter Cadangan Air Tawar untuk Warga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Pontianak dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyiapkan cadangan 85 ribu liter air tawar, empat titik pengisian tangki, serta 10 mobil pemadam untuk menjaga distribusi kepada masyarakat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa memperkuat distribusi air tawar bagi masyarakat dengan menyiapkan cadangan sekitar 85 ribu liter, empat titik pengisian armada tangki, serta dukungan 10 mobil pemadam kebakaran. Langkah itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan air konsumsi di tengah kondisi sumber air baku yang masih dipengaruhi pasang surut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Distribusi tersebut didukung setelah suplai dari Waduk Penepat kembali berjalan usai kebocoran pipa berhasil diperbaiki. Aliran dari sumber baku itu kini mencapai sekitar 100 liter per detik, sementara kadar garam air telah turun hingga di bawah 50 miligram per liter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kondisi air yang diproduksi saat ini sudah sangat layak untuk digunakan masyarakat. Meski demikian, air tetap disarankan dimasak sebelum dikonsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKadar garamnya sudah di bawah 50 miligram per liter, artinya sudah sangat layak. Layak diminum, tetapi dimasak dulu,\u201d katanya di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, sebagaimana diwartakan Prokopim, Jumat (04\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Edi, produksi air tawar dari sumber baku Penepat akan terus dilakukan dan sebagian disimpan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan warga yang memerlukan air bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita akan terus produksi air tawar dari sumber baku Penepat. Ini kita cadangkan kalau masyarakat ingin mengambil,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Pontianak juga mendapat dukungan pasokan dari sumber air gunung dan Anjungan. Untuk mempercepat penyaluran ke masyarakat, sejumlah pihak dilibatkan, termasuk armada pemadam kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAda 10 mobil pemadam kebakaran yang akan mendistribusikan ke tempat-tempat masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk air tawar dan bersih,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan pihaknya saat ini memiliki cadangan air tawar sekitar 85 ribu liter. Selain itu, tersedia air hasil pengolahan reverse osmosis (RO) dengan kapasitas sekitar 22 ribu liter per hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekarang Penepat sudah jalan, kurang lebih 100 liter per detik yang masuk. Jadi kami harap armada-armada tangki bisa langsung mengisi di sini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendukung distribusi, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyiapkan empat titik pengisian bagi armada tangki yang dipusatkan di booster Imam Bonjol dan Kantor Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Armada dari berbagai pihak dapat mengambil air dari titik tersebut sebelum menyalurkannya ke wilayah yang membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain melalui kendaraan tangki, masyarakat juga dapat mengambil air menggunakan jeriken atau galon. Dua titik pengambilan yang masih aktif berada di Booster Perumnas III dan Imam Bonjol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk tangki kita pusatkan di Imam Bonjol. Nanti armada-armada yang ada bisa mengambil air di sana, kemudian menyebar ke kecamatan-kecamatan di Kota Pontianak,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air tawar tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi dan memasak. Kendati suplai Waduk Penepat telah kembali mengalir, produksinya belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan kota karena masih dipengaruhi kondisi pasang surut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harapkan air ini air tawar dan bisa dikonsumsi, tetapi dengan saran dimasak terlebih dahulu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk mendata kebutuhan air di masing-masing wilayah. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat terlebih dahulu melapor kepada lurah agar diteruskan melalui kecamatan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau ada masyarakat yang membutuhkan, informasikan ke lurah. Nanti lurah memfasilitasi ke camat, dan camat berkomunikasi dengan PDAM,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem distribusi dan titik pengambilan yang telah disiapkan diharapkan mampu menjaga akses masyarakat terhadap air tawar selama kondisi sumber air baku belum sepenuhnya stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMudah-mudahan titik ini menjadi pusat distribusi air tawar untuk Kota Pontianak, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Pontianak dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyiapkan cadangan 85 ribu liter air tawar, empat titik pengisian tangki, serta 10 mobil pemadam untuk menjaga distribusi kepada masyarakat. PONTIANAK &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa memperkuat distribusi air tawar bagi masyarakat dengan menyiapkan cadangan sekitar 85 ribu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204732,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[56512,42525,56514,56516,56515,5938,56518,765,25305,56520,5521,4400,42527,56519,329,56517,33140,56513],"class_list":["post-204730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-abdullah","tag-air-bersih-pontianak","tag-air-tawar-pontianak","tag-cadangan-air-pontianak","tag-distribusi-air-tawar","tag-edi-rusdi-kamtono","tag-imam-bonjol-pontianak","tag-krisis-air-bersih","tag-mobil-pemadam-kebakaran","tag-pasang-surut","tag-pdam-pontianak","tag-pemkot-pontianak","tag-perumda-air-minum-tirta-khatulistiwa","tag-perumnas-iii","tag-pontianak","tag-reverse-osmosis","tag-ro","tag-waduk-penepat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204730"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204734,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204730\/revisions\/204734"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}