{"id":204852,"date":"2026-09-05T15:54:25","date_gmt":"2026-09-05T07:54:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204852"},"modified":"2026-09-05T21:57:51","modified_gmt":"2026-09-05T13:57:51","slug":"arus-deras-riam-laverna-pencari-ikan-ditemukan-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/arus-deras-riam-laverna-pencari-ikan-ditemukan-meninggal\/","title":{"rendered":"Arus Deras Riam Laverna, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Arus deras dan kondisi gelap sempat menghentikan pencarian MD alias MK sebelum tim gabungan menemukan korban meninggal dunia di Riam Laverna, Sanggau.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU<\/strong> &#8211; Arus deras di lubang batu kawasan Riam Laverna sempat memaksa tim gabungan menghentikan pencarian MD alias MK, warga yang hilang saat mencari ikan menggunakan senapan ikan di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Setelah pencarian dilanjutkan, korban ditemukan meninggal dunia pada Jumat (04\/09\/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban sebelumnya menyelam ke dalam lubang batu di aliran Riam Laverna, Jalan Sabang Merah II, Kamis (03\/09\/2026) malam. Ia tidak kembali muncul ke permukaan sehingga dua rekannya berusaha melakukan pencarian sebelum meminta bantuan warga dan petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MD diketahui merupakan warga Desa Tumbuk Pisang, Kecamatan Jangkang, Sanggau. Selama berada di Kecamatan Kapuas, korban tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sutera, Kelurahan Bunut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dilansir Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Sanggau, Jumat, (04\/09\/2026), Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kapuas Marianus mengatakan peristiwa bermula ketika korban bersama Agus Santoso dan Budi pergi ke Riam Laverna untuk mencari ikan dengan cara nyuluh atau ngayang menggunakan senapan ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebelumnya, sekitar pukul 18.00 WIB, saksi Agus Santoso menghubungi korban dan kemudian bersama Budi berangkat menuju Riam Laverna untuk mencari ikan. Sekitar pukul 18.30 WIB, ketiganya mulai melakukan aktivitas tersebut di sekitar lokasi kejadian,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiganya kemudian berpindah ke bagian bawah jembatan Riam Laverna. Di lokasi tersebut, korban menyelam ke dalam lubang batu yang berada di aliran air untuk mencari ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah korban menyelam ke dalam lubang batu, saksi menunggu cukup lama, tetapi korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Agus Santoso bersama Budi kemudian berupaya mencari korban di sekitar lubang tempat korban menyelam, namun belum berhasil menemukannya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus dan Budi kemudian meminta bantuan seorang warga bernama Jiben setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil. Warga selanjutnya menghubungi pihak terkait untuk membantu mencari korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar pukul 20.00 WIB, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Polres Sanggau, Polsek Kapuas, serta Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sanggau tiba di lokasi. Petugas langsung menyisir titik terakhir korban terlihat, termasuk lubang batu tempat korban diduga menyelam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, arus deras di dalam lubang batu serta minimnya jarak pandang pada malam hari meningkatkan risiko keselamatan petugas sehingga operasi pencarian dihentikan sementara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPencarian dihentikan sementara dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim. Arus di dalam lubang cukup deras dan kondisi malam sangat gelap sehingga pencarian secara maksimal tidak memungkinkan. Setelah situasi lebih aman, pencarian kembali dilanjutkan,\u201d kata Marianus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian hingga Jumat pagi. Setelah upaya intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB di sekitar lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M.Th. Djaman Sanggau untuk penanganan lebih lanjut. Petugas juga melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses penanganan selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marianus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, riam, maupun perairan berarus deras, terutama ketika menyelam di lokasi yang kondisi kedalaman dan karakteristik bawah airnya tidak diketahui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di lokasi perairan yang berisiko. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, terutama ketika kondisi arus deras dan jarak pandang terbatas,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arus deras dan kondisi gelap sempat menghentikan pencarian MD alias MK sebelum tim gabungan menemukan korban meninggal dunia di Riam Laverna, Sanggau. SANGGAU &#8211; Arus deras di lubang batu kawasan Riam Laverna sempat memaksa tim gabungan menghentikan pencarian MD alias MK, warga yang hilang saat mencari ikan menggunakan senapan ikan di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204854,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[56727,25520,12938,4861,32304,25518,45211,56725,56726,2777,36209,56724,56728,6022],"class_list":["post-204852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-arus-deras","tag-bpbd-sanggau","tag-damkar-sanggau","tag-kalimantan-barat","tag-kecelakaan-perairan","tag-korban-tenggelam-sanggau","tag-marianus","tag-md-alias-mk","tag-pencari-ikan-tenggelam","tag-polres-sanggau","tag-polsek-kapuas","tag-riam-laverna","tag-riam-laverna-sanggau","tag-sanggau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204856,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204852\/revisions\/204856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}