{"id":204891,"date":"2026-09-05T18:52:56","date_gmt":"2026-09-05T10:52:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204891"},"modified":"2026-09-05T22:54:28","modified_gmt":"2026-09-05T14:54:28","slug":"karhutla-simpang-raya-kubar-hanguskan-05-hektare-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-simpang-raya-kubar-hanguskan-05-hektare-lahan\/","title":{"rendered":"Karhutla Simpang Raya Kubar Hanguskan 0,5 Hektare Lahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BPBD Kubar membagi personel untuk menangani sejumlah kejadian karhutla dalam satu hari, termasuk kebakaran seluas sekitar 0,5 hektare di Simpang Raya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI BARAT<\/strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) harus membagi personel untuk menangani sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (04\/09\/2026). Salah satu titik yang berhasil dikendalikan berada di Kelurahan Simpang Raya, Rukun Tetangga (RT) 11, Kecamatan Barong Tongkok, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 0,5 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menangani kebakaran di Simpang Raya, BPBD Kubar pada hari yang sama juga mengerahkan personel untuk merespons kejadian serupa di Kampung Tepulang, Kecamatan Sekolaq Darat, serta Kampung Sentalar dan Temula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran di Simpang Raya pertama kali diketahui sekitar pukul 11.04 Wita setelah warga melaporkan munculnya api di kawasan tersebut. Sebagaimana dilansir Kominfokubar, Jumat, (04\/09\/2026), BPBD Kubar kemudian mengerahkan delapan personel dengan dukungan tiga unit kendaraan slip-on menuju lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim berangkat sekitar pukul 11.20 Wita dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Pemadaman dilakukan bersama masyarakat serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mencegah kobaran api merambat ke kawasan lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya tersebut berhasil mengendalikan kebakaran dan seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 13.15 Wita. Selama penanganan, petugas tidak menghadapi kendala berarti dan hanya melakukan satu kali pengisian ulang air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pendataan sementara, api membakar sekitar 0,5 hektare lahan mineral yang didominasi belukar, pakis-pakisan, dan ilalang. Lokasi tersebut berada dalam kategori Areal Penggunaan Lain (APL) dengan kontur tanah relatif datar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran di Simpang Raya belum diketahui. Tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut, seluruh personel yang terlibat dinyatakan selamat, sementara kendaraan operasional tidak mengalami kerusakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah penanganan di Simpang Raya, pembagian personel ke beberapa lokasi menunjukkan BPBD Kubar harus merespons lebih dari satu kejadian karhutla dalam waktu berdekatan. Langkah penanganan cepat dilakukan untuk membatasi luas area terdampak dan mencegah kebakaran menjalar ke wilayah lainnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Kubar membagi personel untuk menangani sejumlah kejadian karhutla dalam satu hari, termasuk kebakaran seluas sekitar 0,5 hektare di Simpang Raya. KUTAI BARAT &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) harus membagi personel untuk menangani sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (04\/09\/2026). Salah satu titik yang berhasil dikendalikan berada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204894,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,483],"tags":[1696,19920,56571,56569,52495,1530,56568,1838,1806,21462,41261,22291,46094,56570,56566,56572],"class_list":["post-204891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat","tag-barong-tongkok","tag-bpbd-kubar","tag-kampung-sentalar","tag-kampung-tepulang","tag-karhutla-kubar","tag-kebakaran-lahan","tag-kebakaran-simpang-raya","tag-kubar","tag-kutai-barat","tag-lahan-terbakar","tag-masyarakat-peduli-api","tag-mpa","tag-penanganan-karhutla","tag-sekolaq-darat","tag-simpang-raya","tag-temula"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204891"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204896,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204891\/revisions\/204896"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}