{"id":204895,"date":"2026-09-05T18:54:28","date_gmt":"2026-09-05T10:54:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204895"},"modified":"2026-09-05T22:55:31","modified_gmt":"2026-09-05T14:55:31","slug":"pemkot-bontang-perkuat-mitigasi-karhutla-saat-salat-istisqa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkot-bontang-perkuat-mitigasi-karhutla-saat-salat-istisqa\/","title":{"rendered":"Pemkot Bontang Perkuat Mitigasi Karhutla saat Salat Istisqa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Bontang menjadikan Salat Istisqa sebagai momentum memperkuat pencegahan Karhutla dan penghematan air di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat musim kemarau.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memanfaatkan pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama sebagai momentum memperkuat mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta mengajak masyarakat menghemat penggunaan air di tengah musim kemarau, Sabtu (05\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang digelar di Stadion Bessai Berinta itu diikuti jajaran Pemkot Bontang dan masyarakat. Pemkot menilai kondisi cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama hingga musim hujan tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris hadir dalam kegiatan tersebut bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Neni mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi kemarau, menurutnya, membuat kelalaian kecil dapat berkembang menjadi bencana yang lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan tersebut disampaikan setelah Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat mengalami 196 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 388,8 hektare hingga Agustus 2026. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemkot Bontang terus memperkuat kampanye pencegahan kebakaran di tingkat kelurahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mencegah pembakaran lahan, Neni meminta masyarakat memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan esensial selama kondisi cuaca kering berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemerintah terus berikhtiar dan membangun, sementara masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan. Pemerintah hadir, masyarakat bergerak; pemerintah berikhtiar, masyarakat menjaga, dan kita bersama-sama berdoa memohon pertolongan Allah SWT,&#8221; tegas Neni menggemakan semangat kolaborasi antara aparat dan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Salat Istisqa dan doa bersama 1448 Hijriah yang difasilitasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Bontang, sebagaimana diberitakan Ppid Setda, Sabtu, (05\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya mitigasi juga diperkuat melalui aparatur kewilayahan. Pemkot Bontang telah menginstruksikan jajaran di 15 kelurahan untuk terus memantau kondisi lingkungan sekaligus mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang Misbahul Munir yang bertindak sebagai khatib turut mengingatkan masyarakat mengenai kewajiban menjaga kelestarian alam dan menghindari pemborosan sumber daya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kombinasi langkah mitigasi, penghematan air, edukasi masyarakat, dan ikhtiar spiritual, Pemkot Bontang berharap risiko Karhutla dapat ditekan sekaligus menjaga ketahanan lingkungan kota selama musim kemarau hingga hujan kembali turun. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Bontang menjadikan Salat Istisqa sebagai momentum memperkuat pencegahan Karhutla dan penghematan air di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat musim kemarau. BONTANG &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memanfaatkan pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama sebagai momentum memperkuat mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta mengajak masyarakat menghemat penggunaan air di tengah musim kemarau, Sabtu (05\/09\/2026). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,17,26],"tags":[56781,20367,1743,56782,56776,5544,19026,50542,56775,56780,16176,56779,13476,56778,20127,17410,7071,41960,56774,56777],"class_list":["post-204895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-196-kejadian-karhutla","tag-agus-haris","tag-bontang","tag-doa-bersama-bontang","tag-hemat-air","tag-kalimantan-timur","tag-karhutla-bontang","tag-karhutla-kaltim","tag-kemarau-bontang","tag-kesra-setda-bontang","tag-lingkungan-bontang","tag-misbahul-munir","tag-mitigasi-bencana","tag-mui-bontang","tag-musim-kemarau-2026","tag-neni-moerniaeni","tag-pemkot-bontang","tag-pencegahan-kebakaran-lahan","tag-salat-istisqa-bontang","tag-stadion-bessai-berinta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204895"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204899,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204895\/revisions\/204899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}