{"id":204914,"date":"2026-09-05T21:28:17","date_gmt":"2026-09-05T13:28:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204914"},"modified":"2026-09-06T01:40:06","modified_gmt":"2026-09-05T17:40:06","slug":"anak-krakatau-erupsi-warga-diminta-jauhi-radius-3-kilometer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-krakatau-erupsi-warga-diminta-jauhi-radius-3-kilometer\/","title":{"rendered":"Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BNPB dan PVMBG meminta masyarakat tetap menjauhi radius tiga kilometer Gunung Anak Krakatau meski evaluasi terkini menunjukkan tubuh gunung belum berpotensi mengalami keruntuhan masif pemicu tsunami.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANTEN<\/strong> &#8211; Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir Banten dan Lampung, Sabtu (05\/09\/2026). Namun, hasil evaluasi menunjukkan pertumbuhan tubuh gunung pasca-2018 masih relatif kecil dan belum berpotensi mengalami keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi aktivitas vulkanik tersebut. Bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BNPB tetap merekomendasikan seluruh aktivitas masyarakat, nelayan, dan wisatawan dikosongkan dari radius tiga kilometer dari kawah aktif GAK.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Status GAK hingga kini tetap berada pada Level III atau Siaga. Warga pesisir juga diminta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul serta tidak mendekati kawasan gunung hanya untuk mendokumentasikan erupsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kekhawatiran masyarakat pesisir Banten dan Lampung terhadap kemungkinan tsunami menjadi perhatian pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas GAK. Namun, berdasarkan evaluasi PVMBG terhadap perkembangan tubuh gunung setelah peristiwa tersebut, kondisi saat ini belum menunjukkan potensi keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erupsi terbaru juga berdampak pada sistem pemantauan di lapangan. Kamera pemantau gunung berapi dilaporkan rusak setelah terkena lontaran material vulkanik sehingga pengamatan sementara dilakukan secara kasatmata dari Pos Pengamatan GAK Pasauran di Kabupaten Serang serta dari wilayah Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan pengamatan yang disusun Rioboniek Situmorang dan diunggah melalui Magma Indonesia, situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (05\/09\/2026), menyebut perangkat kamera pengawas di lapangan tidak lagi berfungsi akibat lontaran material.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;CCTV pengamatan di lapangan OFF terkena lontaran,&#8221; begitu tulisnya, dikutip Sabtu, 05 September 2026, pukul 12.09 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dentuman dan suara gemuruh akibat aktivitas GAK juga dilaporkan terdengar hingga Pos Pengamatan Pasauran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terdengar Dentuman dan Gemuruh dari Pos GAK Pasauran,&#8221; tulisnya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pemantauan visual, aktivitas kegempaan gunung tetap menjadi bagian dari evaluasi kondisi erupsi. Laporan tersebut mencatat satu kejadian gempa letusan atau erupsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengamatan kegempaan, terjadi 1 kali gempa letusan atau erupsi, dengan amplitudo 70 mm, dan lama gempa 21.600 detik,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BNPB dan PVMBG tetap meminta masyarakat tidak memasuki zona bahaya tiga kilometer untuk menghindari risiko lontaran material vulkanik. Kewaspadaan di kawasan pesisir juga harus dipertahankan dengan mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mendekati GAK selama aktivitas vulkanik masih berlangsung pada status Siaga. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BNPB dan PVMBG meminta masyarakat tetap menjauhi radius tiga kilometer Gunung Anak Krakatau meski evaluasi terkini menunjukkan tubuh gunung belum berpotensi mengalami keruntuhan masif pemicu tsunami. BANTEN &#8211; Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir Banten dan Lampung, Sabtu (05\/09\/2026). Namun, hasil evaluasi menunjukkan pertumbuhan tubuh gunung pasca-2018 masih &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204934,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,19,35],"tags":[24853,56843,6685,51630,4067,56844,56850,891,56813,56845,56849,8010,56852,56851,56847,56620,56848,56819,8315,56846,56853],"class_list":["post-204914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-hotnews","category-berita-nasional","tag-aktivitas-vulkanik","tag-anak-krakatau-erupsi","tag-banten","tag-berton-sp-panjaitan","tag-bnpb","tag-erupsi-anak-krakatau-2026","tag-erupsi-gunung-berapi","tag-esdm","tag-gunung-anak-krakatau","tag-gunung-anak-krakatau-siaga","tag-kamera-pemantau-rusak","tag-lampung","tag-magma-indonesia","tag-mitigasi-tsunami","tag-pos-pengamatan-pasauran","tag-pvmbg","tag-radius-3-kilometer-anak-krakatau","tag-selat-sunda","tag-serang","tag-tsunami-anak-krakatau","tag-tsunami-selat-sunda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204937,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204914\/revisions\/204937"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}