{"id":204969,"date":"2026-09-06T18:38:18","date_gmt":"2026-09-06T10:38:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=204969"},"modified":"2026-09-06T18:49:39","modified_gmt":"2026-09-06T10:49:39","slug":"kemarau-tekan-kubu-raya-polisi-perluas-distribusi-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kemarau-tekan-kubu-raya-polisi-perluas-distribusi-air-bersih\/","title":{"rendered":"Kemarau Tekan Kubu Raya, Polisi Perluas Distribusi Air Bersih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemarau dan dampak karhutla mendorong Polres Kubu Raya bersama Satbrimob Polda Kalbar memetakan wilayah kekurangan air dan memperluas distribusi air layak konsumsi kepada masyarakat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUBU RAYA<\/strong> &#8211; Ancaman kekurangan air bersih mulai menjadi persoalan lanjutan musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya bersama Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) mulai memetakan wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air sekaligus menyalurkan air layak konsumsi kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu distribusi dilakukan di Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (05\/09\/2026). Dalam kegiatan itu, polisi mengoperasikan mobil <em>Water Treatment<\/em> milik Satbrimob Polda Kalbar untuk mengolah air menjadi air bersih dan air siap minum, sebagaimana dilansir Tbnewspolreskuburaya, Sabtu, (05\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fasilitas pengolahan tersebut mampu menghasilkan hingga 6.000 liter air bersih per jam. Adapun kapasitas produksi air siap minum mencapai 2.500 liter per jam. Air hasil pengolahan memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 7 atau netral dan dinyatakan dapat digunakan sebagai air layak konsumsi berdasarkan keterangan pengelola fasilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan dipimpin Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kubu Raya Rensa S. Aktadivia. Ia didampingi Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kubu Raya Andri Syahroni, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Samidi, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Judi Effendhy Kusuma, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Raya Hariyanto, serta personel Polres Kubu Raya dan Satbrimob Polda Kalbar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mobil <em>Water Treatment<\/em> dioperasikan Mamat Kusandi bersama 15 personel Satbrimob Polda Kalbar. Pengoperasian fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau dan dampak karhutla di sejumlah wilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolres Kubu Raya melalui Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (Kasubsi Penmas) Ade mengatakan distribusi air dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air selama musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami ingin membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia, sehingga Polri berupaya hadir di tengah kondisi tersebut,\u201d kata Ade.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ade, dampak karhutla yang dirasakan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kebakaran dan paparan asap. Ketersediaan air bersih juga menjadi persoalan yang perlu mendapat penanganan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini Kubu Raya juga menghadapi kondisi pascakarhutla dan paparan asap di sejumlah titik. Karena itu, kami melihat kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk kebutuhan air layak konsumsi dan air bersih,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalah lingkungan tersebut muncul ketika kondisi udara di sebagian wilayah Kalbar masih terdampak karhutla. Kementerian Kehutanan pada 4 September 2026 menyebut kualitas udara di sejumlah daerah terdampak telah membaik, meski zona dengan kualitas udara sangat tidak sehat masih ditemukan di sebagian wilayah Kalbar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polres Kubu Raya selanjutnya berencana memperluas distribusi dengan menentukan wilayah yang paling membutuhkan pasokan air. Pemetaan akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dan pemangku kepentingan terkait agar bantuan tidak hanya terpusat di satu lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan ini akan terus berlangsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan <em>stakeholder<\/em> terkait untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan air layak konsumsi maupun air bersih,\u201d jelas Ade.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Distribusi kali ini merupakan kelanjutan penanganan kebutuhan air masyarakat terdampak kemarau dan karhutla. Sehari sebelumnya, Jumat (04\/09\/2026), Polres Kubu Raya telah menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada 170 kepala keluarga terdampak karhutla di Dusun Teluk Lais, Desa Persiapan Kuala Bakung, serta puluhan warga Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian penyaluran tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan air mulai menjadi bagian penting dari penanganan dampak kemarau dan karhutla di Kubu Raya. Pemetaan wilayah rawan kekurangan air diharapkan membuat distribusi berikutnya lebih tepat sasaran sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama musim kemarau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemarau dan dampak karhutla mendorong Polres Kubu Raya bersama Satbrimob Polda Kalbar memetakan wilayah kekurangan air dan memperluas distribusi air layak konsumsi kepada masyarakat. KUBU RAYA &#8211; Ancaman kekurangan air bersih mulai menjadi persoalan lanjutan musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya bersama Satuan Brigade &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":204975,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,32],"tags":[56926,54766,24214,183,4861,18074,20126,56562,56928,56925,765,56929,3189,56927,2953,9815,46783,35896,3566,54039],"class_list":["post-204969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kubu-raya-sungai-raya-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-air-layak-konsumsi","tag-dampak-karhutla","tag-distribusi-air-bersih","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-karhutla-kubu-raya","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebutuhan-air-bersih","tag-kekurangan-air-kubu-raya","tag-kemarau-kalimantan-barat","tag-krisis-air-bersih","tag-kualitas-udara-kalimantan-barat","tag-kubu-raya","tag-pascakarhutla","tag-polda-kalbar","tag-polres-kubu-raya","tag-rensa-s-aktadivia","tag-satbrimob-polda-kalbar","tag-sungai-raya","tag-water-treatment"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=204969"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204984,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/204969\/revisions\/204984"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=204969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=204969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=204969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}