{"id":205056,"date":"2026-09-07T08:04:32","date_gmt":"2026-09-07T00:04:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205056"},"modified":"2026-09-07T08:05:56","modified_gmt":"2026-09-07T00:05:56","slug":"kalsel-catat-2-586-karhutla-18-661-titik-panas-jadi-alarm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kalsel-catat-2-586-karhutla-18-661-titik-panas-jadi-alarm\/","title":{"rendered":"Kalsel Catat 2.586 Karhutla, 18.661 Titik Panas Jadi Alarm"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Data hingga 4 September 2026 mencatat 2.586 kejadian karhutla dan 18.661 titik panas di Kalsel sehingga deteksi dini dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU &#8211;<\/strong> Deteksi dini menjadi salah satu fokus pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) setelah data hingga 4 September 2026 mencatat 2.586 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 16.539,65 hektare. Pada periode yang sama, pemantauan juga menemukan 18.661 titik panas (<em>hotspot<\/em>) yang tersebar di wilayah Kalsel.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel terus memantau perkembangan titik panas dan kejadian kebakaran sebagai dasar menentukan langkah penanganan di lapangan. Pemantauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur sesuai kondisi wilayah yang terdampak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan, data tersebut menggambarkan perkembangan karhutla di Kalsel hingga 4 September 2026. Menurutnya, pengendalian tetap harus dilakukan melalui koordinasi lintas unsur.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cData ini menjadi gambaran perkembangan karhutla di Kalimantan Selatan sampai dengan 4 September 2026, karena itu pengendalian terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur terkait sesuai kondisi di lapangan,\u201d kata Ronny saat rapat koordinasi penanganan karhutla di Poslap 1 Guntung Damar, Jumat (4\/9\/2026) sore, sebagaimana diberitakan Kanal Kalimantan, Minggu, (06\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Data BPBD Kalsel menunjukkan kejadian karhutla terjadi di 13 kabupaten\/kota. Kabupaten Banjar (Banjar) menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 514 kasus dengan luas lahan terdampak 4.105,70 hektare. Setelah itu, Hulu Sungai Selatan mencatat 358 kejadian dengan luas 3.063,12 hektare, sedangkan Tanah Laut mencapai 381 kejadian dengan luas 2.339,35 hektare.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Di Kota Banjarbaru, tercatat 512 kejadian dengan luas terdampak 2.102,94 hektare. Sementara itu, Tapin mencatat 203 kejadian dengan luas 1.831,33 hektare dan Barito Kuala sebanyak 199 kejadian dengan luas 1.651,80 hektare.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Hulu Sungai Utara dengan 107 kejadian, Tanah Bumbu 79 kejadian, Balangan 71 kejadian, Hulu Sungai Tengah 69 kejadian, Kotabaru 48 kejadian, Tabalong 29 kejadian, serta Kota Banjarmasin 16 kejadian. Luas lahan terdampak di masing-masing wilayah bervariasi sesuai hasil pendataan hingga 4 September.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain mencatat kejadian kebakaran, BPBD Kalsel menggunakan informasi titik panas untuk memperkuat deteksi dini. Data tersebut bersumber dari Sistem Pelaporan Online Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan dengan dukungan data satelit <em>National Aeronautics and Space Administration<\/em> (NASA), <em>Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer<\/em> (MODIS), <em>Suomi National Polar-orbiting Partnership<\/em> (SNPP), dan <em>National Oceanic and Atmospheric Administration<\/em> (NOAA)-20.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ronny menilai pemantauan titik panas tidak dapat dipisahkan dari pemeriksaan kondisi di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat perhatian dan merespons potensi kebakaran sedini mungkin.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cPemantauan hotspot dan kejadian di lapangan harus berjalan beriringan. Informasi yang diperoleh menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan secara cepat dan tepat, sehingga potensi karhutla dapat terus dikendalikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dengan tingginya akumulasi kejadian dan titik panas, BPBD Kalsel mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, petugas lapangan, dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap titik api sekaligus menekan risiko meluasnya karhutla yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Data hingga 4 September 2026 mencatat 2.586 kejadian karhutla dan 18.661 titik panas di Kalsel sehingga deteksi dini dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat. BANJARBARU &#8211; Deteksi dini menjadi salah satu fokus pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) setelah data hingga 4 September 2026 mencatat 2.586 kejadian dengan luas lahan terdampak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205057,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,7,2276],"tags":[57058,57059,40092,53574,57057,33874,20126,17121,46094,46231,41316,57056],"class_list":["post-205056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-breaking-news","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-18-661-hotspot","tag-2-586-karhutla","tag-bpbd-kalsel","tag-guntung-damar","tag-hotspot-kalsel","tag-karhutla-kalsel","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-musim-kemarau","tag-penanganan-karhutla","tag-ronny-eka-saputra","tag-sipongi","tag-titik-panas-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205058,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205056\/revisions\/205058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}