{"id":205077,"date":"2026-09-07T08:34:21","date_gmt":"2026-09-07T00:34:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205077"},"modified":"2026-09-07T08:36:07","modified_gmt":"2026-09-07T00:36:07","slug":"erupsi-anak-krakatau-ganggu-penerbangan-1-280-penumpang-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/erupsi-anak-krakatau-ganggu-penerbangan-1-280-penumpang-terdampak\/","title":{"rendered":"Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 1.280 Penumpang Terdampak"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 1.280 penumpang terdampak pembatalan 10 penerbangan di Bandara Internasional Komodo akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, sementara jadwal baru belum dipastikan.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>NUSA TENGGARA TIMUR &#8211;<\/strong> Sebanyak 1.280 penumpang di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6\/9\/2026). Hingga Senin pagi, belum ada kepastian pembaruan jadwal penerbangan dari maskapai yang terdampak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Bandara Internasional Komodo Ceppy Triono mengatakan total terdapat 10 penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi tersebut. Lima penerbangan merupakan rute dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Labuan Bajo, sedangkan lima lainnya merupakan penerbangan dari Labuan Bajo menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita masih menunggu pemberitahuan dari airlines,&#8221; kata Ceppy, Senin, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (07\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Ceppy, pembatalan penerbangan melibatkan sejumlah maskapai, yakni Batik Air, Citilink, AirAsia, Super Air Jet, dan Garuda Indonesia. Hingga Senin pagi, pihak pengelola Bandara Internasional Komodo juga belum menerima informasi mengenai pembaruan jadwal keberangkatan maupun kedatangan dari maskapai.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dari total penumpang yang terdampak, sebanyak 514 orang merupakan penumpang yang seharusnya tiba di Labuan Bajo dari Jakarta. Sementara itu, 766 penumpang lainnya merupakan calon penumpang yang seharusnya berangkat dari Labuan Bajo pada Minggu.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ceppy memastikan penumpang yang batal berangkat dari Labuan Bajo telah ditangani oleh maskapai masing-masing. Penanganan tersebut dilakukan sembari menunggu kepastian mengenai jadwal penerbangan berikutnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Para penumpang yang batal dari Labuan Bajo sudah ditangani maskapai penerbangan masing-masing,&#8221; ungkap Ceppy kepada Kompas.com.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pembatalan penerbangan terjadi setelah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Kondisi tersebut turut menyebabkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ceppy menegaskan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam kondisi tersebut. &#8220;Keselamatan adalah yang utama,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dengan belum adanya pembaruan jadwal dari maskapai hingga Senin pagi, penumpang masih harus menunggu informasi resmi terkait keberangkatan dan kedatangan berikutnya. Pengelola bandara pun masih menantikan pemberitahuan dari maskapai sebelum dapat memastikan kelanjutan layanan penerbangan bagi penumpang yang terdampak. []\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 1.280 penumpang terdampak pembatalan 10 penerbangan di Bandara Internasional Komodo akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, sementara jadwal baru belum dipastikan. NUSA TENGGARA TIMUR &#8211; Sebanyak 1.280 penumpang di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6\/9\/2026). Hingga Senin pagi, belum ada kepastian pembaruan jadwal penerbangan dari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205078,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,35,9376],"tags":[57089,39378,16415,57087,52852,15284,57091,57094,57092,56815,15410,56813,34678,23165,57088,57090,57093],"class_list":["post-205077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-nasional","category-nusa-tenggara-timur","tag-1-280-penumpang","tag-abu-vulkanik","tag-airasia","tag-bandara-internasional-komodo","tag-bandara-komodo","tag-bandara-soekarno-hatta","tag-batik-air","tag-ceppy-triono","tag-citilink","tag-erupsi-anak-krakatau","tag-garuda-indonesia","tag-gunung-anak-krakatau","tag-labuan-bajo","tag-pembatalan-penerbangan","tag-penerbangan-batal","tag-penerbangan-labuan-bajo","tag-super-air-jet"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205077"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205080,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205077\/revisions\/205080"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}