{"id":205116,"date":"2026-09-07T12:19:43","date_gmt":"2026-09-07T04:19:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205116"},"modified":"2026-09-07T12:19:43","modified_gmt":"2026-09-07T04:19:43","slug":"karhutla-singkawang-masuki-hari-ke-16-bara-masih-membara-di-gambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-singkawang-masuki-hari-ke-16-bara-masih-membara-di-gambut\/","title":{"rendered":"Karhutla Singkawang Masuki Hari Ke-16, Bara Masih Membara di Gambut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lebih dari 130 personel gabungan masih menyisir dan mendinginkan sekitar 36 hektare lahan terbakar di Singkawang karena bara pada lapisan gambut belum sepenuhnya padam dan sumber air berada hingga 500 meter dari lokasi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINGKAWANG<\/strong> &#8211; Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), memasuki hari ke-16. Medan gambut dan jauhnya sumber air hingga 500 meter menjadi tantangan bagi lebih dari 130 personel gabungan yang masih berupaya memastikan api benar-benar padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare. Meski api utama telah dapat dikendalikan, petugas masih menemukan bara dan kepulan asap di sejumlah bagian sehingga penyisiran serta pendinginan terus dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Singkawang Hidayatno mengatakan, operasi pemadaman belum dihentikan karena potensi api kembali muncul masih ada, terutama pada lapisan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penanganan karhutla ini sudah berlangsung selama 15 hari secara intensif dan kini memasuki hari ke-16. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman,&#8221; kata Hidayatno di Singkawang, sebagaimana diwartakan Antara, Minggu, (06\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Hidayatno, sebagian besar area yang terbakar merupakan tanah gambut dengan vegetasi berupa kebun sawit, karet, nanas, rambutan, semak belukar, dan rerumputan yang mengering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karakteristik gambut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Kondisi vegetasi kering juga meningkatkan risiko api menyebar ke bagian lahan lainnya apabila pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Api untuk sementara berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel yang dikerahkan berasal dari Polres Singkawang, Kepolisian Sektor (Polsek) Singkawang Utara, Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur Kecamatan Singkawang Utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan pompa air dan mobil tangki pemadam. Namun, upaya pemadaman tidak mudah karena sumber air berada sekitar 250 hingga 500 meter dari lokasi titik kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasi Humas Polres Singkawang mengatakan, petugas terus menyisir kawasan terdampak dan menyiram lahan yang masih mengeluarkan asap. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala dan merambat ke area lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Cuaca panas dan kondisi musim kemarau dinilai turut meningkatkan risiko karena vegetasi di kawasan tersebut menjadi lebih kering dan mudah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polres Singkawang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Kewaspadaan dan pelaporan sejak dini diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang lebih luas, terutama di kawasan bergambut yang membutuhkan penanganan lebih lama. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari 130 personel gabungan masih menyisir dan mendinginkan sekitar 36 hektare lahan terbakar di Singkawang karena bara pada lapisan gambut belum sepenuhnya padam dan sumber air berada hingga 500 meter dari lokasi. SINGKAWANG &#8211; Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":205119,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,39],"tags":[57158,55501,183,4861,41313,43176,57159,20126,26961,1671,41261,22291,17121,4459,43181,33832],"class_list":["post-205116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-singkawang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd-kota-singkawang","tag-hidayatno","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-karhutla-kalbar","tag-karhutla-singkawang","tag-kebakaran-36-hektare","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan-gambut","tag-manggala-agni","tag-masyarakat-peduli-api","tag-mpa","tag-musim-kemarau","tag-polres-singkawang","tag-singkawang-utara","tag-sungai-rasau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205116"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205120,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205116\/revisions\/205120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}