{"id":20512,"date":"2022-03-26T03:10:00","date_gmt":"2022-03-26T03:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/?p=20512"},"modified":"2022-03-26T03:10:00","modified_gmt":"2022-03-26T03:10:00","slug":"karhutla-di-kabupaten-ketapang-hangsukan-17-ha-ada-unsur-sengaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-di-kabupaten-ketapang-hangsukan-17-ha-ada-unsur-sengaja\/","title":{"rendered":"Karhutla Di Kabupaten Ketapang Hangsukan 1,7 Ha, Ada Unsur Sengaja"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_20513\" aria-describedby=\"caption-attachment-20513\" style=\"width: 702px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Foto-Kebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-20513\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Foto-Kebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-300x162.jpg\" alt=\"\" width=\"702\" height=\"379\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Foto-Kebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-300x162.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Foto-Kebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-1024x554.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Foto-Kebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa-768x415.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Foto-Kebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20513\" class=\"wp-caption-text\">KARHUTLA : Asap mengepul dari area kebakaran lahan di Desa Sungai Besar Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Kamis (24\/2022).<\/figcaption><\/figure>\n<p>KETAPANG (Beritaborneo.com)-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) \u00a0masih membayangi warga, termasuk baru-baru ini \u00a0terjadi di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Berdasarkan pantauan Beritaborneo.com lahan yang terbakar diperkirakan seluas 1,7 hektar. Api diketahui mulai muncul, pada Kamis (24\/3\/2022) siang.<\/p>\n<p>Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro membenarkan\u00a0 peristiwa Karhutla tepatnya di areal Dusun Sei Sirih Transmigrasi, Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan.<\/p>\n<p>Menurutnya, api mulai berkobar sekitar pukul dua siang tepatnya hari Kamis (24\/3), selain lahan semak belukar, api juga membakar perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. BPBD menduga, api muncul karena faktor kesengajaan.<\/p>\n<p>&#8220;Api diperkirakan muncul sekitar pukul dua siang, kami melakukan upaya pemadaman, Damkar BPBD juga dibantu personel dari Maggala Agni,&#8221; ungkap Yunifar, Kamis malam.<\/p>\n<p>Yunifar menjelaskan, &#8220;Asap masih muncul, karena lokasinya berupa lahan gambut, kami melakukan penyekatan agar api tak meluas,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain menerjunkan puluhan personel, Damkar BPBD dan Maggala Agni Ketapang juga menurunkan sejumlah alat, termasuk empat unit mesin robin dan satu unit tohatsu.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sumber air bisa dikatakan aman, karena ada satu parit di lokasi yang bisa kita pakai untuk upaya pemadaman,&#8221; tambahnya. (rac)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG (Beritaborneo.com)-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) \u00a0masih membayangi warga, termasuk baru-baru ini \u00a0terjadi di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Berdasarkan pantauan Beritaborneo.com lahan yang terbakar diperkirakan seluas 1,7 hektar. Api diketahui mulai muncul, pada Kamis (24\/3\/2022) siang. Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro membenarkan\u00a0 peristiwa Karhutla tepatnya di areal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20513,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,19,30],"tags":[189,202],"class_list":["post-20512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-hotnews","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-karhutla","tag-ketapang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}