{"id":205161,"date":"2026-09-07T15:42:30","date_gmt":"2026-09-07T07:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205161"},"modified":"2026-09-07T15:46:04","modified_gmt":"2026-09-07T07:46:04","slug":"produksi-air-baku-turun-38-000-sambungan-rumah-di-balikpapan-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/produksi-air-baku-turun-38-000-sambungan-rumah-di-balikpapan-terdampak\/","title":{"rendered":"Produksi Air Baku Turun, 38.000 Sambungan Rumah di Balikpapan Terdampak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pengurangan 360 liter per detik air baku dari Waduk Manggar dan Teritip berpotensi mengurangi jam pelayanan bagi sekitar 38.000 sambungan rumah, sementara PTMB menyiapkan 17 truk tangki sebagai mitigasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> &#8211; Sekitar 38.000 sambungan rumah (SR) pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berpotensi mengalami pengurangan jam pelayanan air bersih setelah pasokan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip dikurangi total sekitar 360 liter per detik sejak 1 September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengurangan pengambilan air baku dilakukan di tengah musim kemarau dan fenomena El Ni\u00f1o. Kebijakan tersebut mengikuti instruksi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Samarinda untuk menjaga ketersediaan air pada dua waduk yang menjadi sumber utama pelayanan PTMB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Teknik (Dirtek) PTMB M Khoirudin mengatakan, pengambilan air baku dari Waduk Manggar yang sebelumnya mencapai 1.150 liter per detik kini dibatasi menjadi 900 liter per detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi ada turun sekitar 250 liter per detik di Waduk Manggar,&#8221; kata Khoirudin dalam konferensi pers di lobi Balai Kota Balikpapan, Senin (07\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pengambilan air baku dari Waduk Teritip turun dari sekitar 220 liter per detik menjadi 110 liter per detik. Dengan demikian, total pengurangan pengambilan air dari kedua waduk mencapai sekitar 360 liter per detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan analisis PTMB, penurunan tersebut berpotensi memengaruhi sekitar 38.000 SR. Dampak utama yang dirasakan pelanggan berupa berkurangnya durasi distribusi air dibandingkan kondisi normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini bukan berarti mati sama sekali. Tapi jam pelayanannya berkurang. Yang mungkin awalnya bisa 24 jam bisa turun dari kurang dari 24 jam,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PTMB meminta masyarakat tidak panik dan mulai menyiapkan tempat penampungan air. Langkah itu diperlukan agar pelanggan dapat menyimpan persediaan ketika air mengalir di tengah penyesuaian jadwal distribusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa menyiapkan tampungan air, sehingga pada saat air mengalir bisa mengisi tampungan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai bagian dari mitigasi, PTMB menyiapkan terminal tangki air di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung pelayanan di wilayah yang mengalami gangguan distribusi cukup besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terminal tangki di Balikpapan Selatan yang berada di Jalan MT Haryono, depan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), akan melayani kebutuhan masyarakat Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Balikpapan Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kapasitas pengambilan air untuk pelayanan kawasan tersebut mengalami penurunan sekitar 50 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara terminal tangki di Balikpapan Utara akan melayani sebagian wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. Adapun terminal di Balikpapan Barat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Operasional (Dirops) PTMB Ali Rachman AS mengatakan, dari sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PTMB, dua instalasi mengalami gangguan cukup signifikan, yakni IPA Teritip dan IPA Kilometer 12.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang pertama yang di Teritip, IPA Teritip yang biasanya kapasitas 200 liter per detik atau sampai 220, sekarang menurun menjadi 100 sampai 110 liter per detik,&#8221; ujar Ali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara IPA Kilometer 12 yang biasanya mampu memproduksi sekitar 80 hingga 100 liter per detik saat ini tidak dapat beroperasi secara normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekarang mati total dan hanya bisa mungkin akan beroperasi di sore atau di malam hari saja,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gangguan pada kedua IPA tersebut membuat pelanggan yang berada di wilayah pelayanannya berpotensi tidak lagi menerima pasokan air selama 24 jam seperti dalam kondisi normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak bisa maksimal 24 jam tapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,&#8221; ujar Ali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, PTMB memastikan distribusi air kepada pelanggan tetap diupayakan. Sementara tujuh IPA lainnya disebut masih dapat beroperasi seperti biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengandalkan jaringan perpipaan, PTMB menyiapkan 17 truk tangki sebagai solusi jangka pendek untuk mendistribusikan air ke masyarakat. Setiap truk memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter atau lima meter kubik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kondisi tertentu, satu truk dapat melakukan hingga lima kali pengantaran dalam sehari. Namun, banyaknya permintaan dan perbedaan jarak titik pengantaran membuat pelayanan tidak selalu dapat dilakukan secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau sehari satu unit itu bisa sampai lima rit. Karena memang titik antarannya bervariasi,&#8221; kata Ali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi pelanggan PTMB, tarif pelayanan satu tangki air mengacu pada Peraturan Wali Kota tahun 2014 sebesar Rp50.000. Sementara biaya yang dikeluarkan PTMB untuk setiap pengantaran disebut mencapai sekitar Rp250.000 sehingga perusahaan menanggung subsidi sekitar Rp200.000 per pengiriman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini sebagai tanggung jawab Perumda bisa memberikan air kepada masyarakat Kota Balikpapan yang statusnya sebagai pelanggan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PTMB memperkirakan kondisi kemarau masih berlangsung hingga Oktober 2026. Perkiraan tersebut diperoleh dalam rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat (04\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan proyeksi tersebut, PTMB menyiapkan mitigasi setidaknya untuk dua bulan ke depan, termasuk memperkuat distribusi menggunakan truk tangki dan mengajak pelanggan membatasi penggunaan air yang tidak mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Harapannya kita bisa menjaga konsumsi air ini jangan terlalu berlebihan. Jadi bijaksana menggunakan air sehingga sampai dengan Oktober nanti kita masih punya air yang cukup untuk bisa digunakan untuk proses di rumah tangga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PTMB juga masih menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Wali Kota Balikpapan. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperluas langkah mitigasi dengan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami per hari ini menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Pak Wali. Sehingga kami bisa melakukan mitigasi risiko yang lebih masif lagi,&#8221; kata Khoirudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama kondisi kemarau dan keterbatasan air baku masih berlangsung, PTMB meminta masyarakat menggunakan air secara bijak, menyiapkan persediaan secukupnya ketika distribusi berlangsung, serta menghindari penggunaan berlebihan agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau pelanggan secara lebih merata. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Irwanto Sianturi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengurangan 360 liter per detik air baku dari Waduk Manggar dan Teritip berpotensi mengurangi jam pelayanan bagi sekitar 38.000 sambungan rumah, sementara PTMB menyiapkan 17 truk tangki sebagai mitigasi. BALIKPAPAN &#8211; Sekitar 38.000 sambungan rumah (SR) pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berpotensi mengalami pengurangan jam pelayanan air bersih setelah pasokan air &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":205168,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,17,26],"tags":[57330,12295,57332,1243,828,57333,57216,57215,57337,16365,57335,57334,57329,57328,57331,10271,57338,57327,57214,9657,57336,22158,22159],"class_list":["post-205161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-38-ribu-pelanggan-ptmb","tag-air-bersih-balikpapan","tag-ali-rachman-as","tag-balikpapan","tag-bmkg","tag-bws-kalimantan-iv","tag-direktur-operasional-ptmb-ir-ali-rachman-as","tag-direktur-teknik-ptmb-m-khoirudin","tag-distribusi-air-balikpapan","tag-el-nino","tag-ipa-kilometer-12","tag-ipa-teritip","tag-kemarau-balikpapan","tag-krisis-air-balikpapan","tag-m-khoirudin","tag-pemkot-balikpapan","tag-pengurangan-jam-pelayanan-air","tag-perumda-tirta-manuntung-balikpapan","tag-perumda-tirta-manuntung-balikpapan-ptmb","tag-ptmb","tag-truk-tangki-air","tag-waduk-manggar","tag-waduk-teritip"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205161"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205255,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205161\/revisions\/205255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}