{"id":205208,"date":"2026-09-07T14:31:05","date_gmt":"2026-09-07T06:31:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205208"},"modified":"2026-09-07T14:32:20","modified_gmt":"2026-09-07T06:32:20","slug":"tiga-gunung-di-indonesia-erupsi-kolom-abu-capai-600-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tiga-gunung-di-indonesia-erupsi-kolom-abu-capai-600-meter\/","title":{"rendered":"Tiga Gunung di Indonesia Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gunung Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru mengalami erupsi pada Senin pagi dengan frekuensi, ketinggian kolom abu, dan durasi letusan yang berbeda.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Aktivitas vulkanik terjadi serentak di tiga gunung api Indonesia pada Senin (07\/09\/2026) pagi. Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat mengalami erupsi dengan karakter letusan berbeda hingga pukul 08.40 WIB.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Gunung Ibu menjadi salah satu gunung yang paling sering mengalami erupsi pada pagi tersebut. Gunung yang berada di Kabupaten Halmahera Barat itu tercatat tiga kali meletus, yakni pada pukul 00.16 WIT, 06.16 WIT, dan 07.33 WIT. Erupsi terakhir menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu erupsi Gunung Ibu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 44 detik, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (07\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Senin, 07 September 2026, pukul 07:33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati \u00b1 500 m di atas puncak (\u00b1 1825 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik,&#8221; tulis PVMBG pada Senin (7\/9).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi pada Senin pagi. Letusan tercatat pada pukul 05.41 WITA dan 06.15 WITA, dengan erupsi kedua menghasilkan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">PVMBG mencatat kolom abu erupsi Gunung Ili Lewotolok berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Erupsi pukul 06.15 WITA tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 66 detik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Senin, 07 September 2026, pukul 06:15 WITA dengan tinggi kolom abu teramati \u00b1 600 m di atas puncak (\u00b1 2023 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 66 detik,&#8221; tulis PVMBG pada Senin (7\/9).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Erupsi juga terjadi di Gunung Semeru, Jawa Timur, pada pukul 04.50 WIB. Berdasarkan laporan PVMBG, letusan tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan berlangsung selama 112 detik. Namun, secara visual letusan tidak teramati.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Tiga gunung api tersebut berada di wilayah berbeda dengan aktivitas erupsi yang berlangsung dalam rentang waktu berdekatan. Kondisi itu membuat pemantauan aktivitas vulkanik menjadi penting, terutama untuk mengetahui perkembangan setiap gunung dan potensi dampaknya terhadap wilayah sekitar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan tidak mengabaikan arahan keselamatan apabila terjadi peningkatan aktivitas. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik di masing-masing wilayah. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru mengalami erupsi pada Senin pagi dengan frekuensi, ketinggian kolom abu, dan durasi letusan yang berbeda. JAKARTA &#8211; Aktivitas vulkanik terjadi serentak di tiga gunung api Indonesia pada Senin (07\/09\/2026) pagi. Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,9295,35],"tags":[57268,57266,57021,57265,57267],"class_list":["post-205208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-dan-durasi-letusan-yang-berbeda","tag-dan-semeru-mengalami-erupsi-pada-senin-pagi-dengan-frekuensi","tag-gunung-ibu","tag-ili-lewotolok","tag-ketinggian-kolom-abu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205208"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205210,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205208\/revisions\/205210"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}