{"id":205212,"date":"2026-09-07T14:34:17","date_gmt":"2026-09-07T06:34:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205212"},"modified":"2026-09-07T14:35:40","modified_gmt":"2026-09-07T06:35:40","slug":"abu-anak-krakatau-hentikan-penerbangan-di-bandara-husein","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/abu-anak-krakatau-hentikan-penerbangan-di-bandara-husein\/","title":{"rendered":"Abu Anak Krakatau Hentikan Penerbangan di Bandara Husein"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih diduga berada di ruang udara Bandung sehingga Bandara Husein Sastranegara belum kembali melayani penerbangan.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT\u00a0<\/strong>&#8211; Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, masih terhenti pada Senin (07\/09\/2026) akibat potensi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara. Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada pesawat yang berangkat maupun tiba di bandara tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kondisi itu masih berlangsung ketika dirinya meninjau Bandara Husein Sastranegara pada Senin. Meskipun abu vulkanik tidak lagi terlihat menutupi permukaan tanah, kondisi udara di sekitar bandara masih dinilai berisiko bagi penerbangan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (07\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penerbangan memang sampai hari ini, Senin tanggal 7 September jam 11, itu belum ada penerbangan sama sekali,&#8221; kata Farhan saat meninjau lokasi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Farhan mengatakan potensi abu vulkanik masih menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas penerbangan kembali dibuka. Kondisi langit yang masih terlihat kelabu menjadi salah satu indikasi material vulkanik diduga masih berada di udara Bandung.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Walaupun di permukaan sudah tidak ada abu vulkanik, tapi perkiraan di udara lihat langit masih abu-abu, kelihatannya masih ada. Jadi belum ada penerbangan,&#8221; ucap Farhan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Penghentian penerbangan tersebut berdampak pada sejumlah rute dari dan menuju Bandung. Beberapa penerbangan yang terdampak antara lain rute Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali penerbangan. Pemerintah Kota Bandung masih menunggu perkembangan kondisi udara serta keputusan otoritas penerbangan berdasarkan pertimbangan keselamatan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Belum dapat dipastikan, tetapi para maskapai sudah memberikan layanan khusus kepada para calon penumpang yang ingin melakukan rescheduling atau melakukan refund dari tiket tersebut,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Layanan <em>rescheduling<\/em> dan <em>refund<\/em> menjadi alternatif bagi calon penumpang yang perjalanannya terdampak penghentian penerbangan. Langkah tersebut memungkinkan penumpang menyesuaikan jadwal perjalanan atau mengajukan pengembalian biaya tiket selama memenuhi ketentuan maskapai.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Penghentian operasional Bandara Husein Sastranegara menunjukkan bahwa dampak abu vulkanik tidak hanya bergantung pada kondisi yang terlihat di permukaan. Keberadaan material vulkanik di ruang udara tetap menjadi faktor penting dalam menentukan keamanan penerbangan dan waktu pemulihan operasional bandara. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih diduga berada di ruang udara Bandung sehingga Bandara Husein Sastranegara belum kembali melayani penerbangan. JAWA BARAT\u00a0&#8211; Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, masih terhenti pada Senin (07\/09\/2026) akibat potensi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara. Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada pesawat yang berangkat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205209,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,9359,35],"tags":[39378,45927,7899,56815,56813,8649,21211,41467,42678,45936,57269,57271,57270],"class_list":["post-205212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-abu-vulkanik","tag-bandara-husein-sastranegara","tag-bandung","tag-erupsi-anak-krakatau","tag-gunung-anak-krakatau","tag-jawa-barat","tag-keselamatan-penerbangan","tag-muhammad-farhan","tag-pemkot-bandung","tag-penerbangan-bandung","tag-penerbangan-ditutup","tag-refund","tag-rescheduling"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205212"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205213,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205212\/revisions\/205213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}