{"id":205314,"date":"2026-09-08T08:02:49","date_gmt":"2026-09-08T00:02:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205314"},"modified":"2026-09-08T08:04:11","modified_gmt":"2026-09-08T00:04:11","slug":"netanyahu-puas-serang-qatar-diplomasi-israel-kembali-dipertanyakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/netanyahu-puas-serang-qatar-diplomasi-israel-kembali-dipertanyakan\/","title":{"rendered":"Netanyahu Puas Serang Qatar, Diplomasi Israel Kembali Dipertanyakan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pengakuan Benjamin Netanyahu mengenai serangan terhadap Qatar kembali menjadi sorotan setelah Israel sebelumnya meminta maaf atas serangan ke Doha yang menargetkan pertemuan Hamas.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>DOHA<\/strong> &#8211; Pengakuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa dirinya puas pernah menyerang Qatar kembali menyoroti ketegangan hubungan kedua negara, terutama setelah Israel sebelumnya meminta maaf atas serangan terhadap Doha pada September 2025. Pernyataan terbaru Netanyahu berpotensi kembali membuka kontroversi atas serangan yang menargetkan pertemuan anggota Hamas di tengah upaya mediasi gencatan senjata Gaza.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Netanyahu menyampaikan pengakuan tersebut dalam wawancara dengan i24NEWS Israel yang kemudian dibagikannya melalui media sosial pada Sabtu (5\/9). Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut Qatar sebagai negara yang bermusuhan dan menilai Doha tidak berhak menentukan kebijakan Israel selama perang di Gaza.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya menyerang Qatar, saya juga membom dan menyerang mereka selama perang, dan mereka menyerang saya,&#8221; kata Netanyahu sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut kembali menjadi sorotan karena serangan Israel ke Doha pada 9 September 2025 menargetkan pertemuan anggota Hamas yang tengah membahas proposal gencatan senjata Gaza yang didukung Amerika Serikat (AS). Serangan itu menewaskan lima anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Qatar sebelumnya mengecam keras serangan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Qatar Majed Al Ansari menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap hukum dan norma internasional serta mengecam serangan tersebut sebagai tindakan pengecut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional,&#8221; demikian pernyataan Qatar mengenai serangan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sejumlah negara ikut menyatakan kecaman atas serangan Israel. Iran dan Pakistan termasuk negara yang menyampaikan kritik, sedangkan pemimpin Yordania, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi mendatangi Qatar tidak lama setelah serangan sebagai bentuk solidaritas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyoroti serangan tersebut. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kontroversi itu semakin kompleks karena Qatar selama bertahun-tahun berperan dalam upaya mediasi antara Israel dan Hamas. Doha juga menjadi lokasi kantor politik Hamas sejak 2012 setelah mendapat permintaan dari AS.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Di tengah posisi Qatar sebagai mediator, Netanyahu dalam wawancara terbarunya juga membantah tuduhan di dalam negeri Israel mengenai dana Qatar untuk Gaza yang disebut digunakan untuk kepentingan lain di luar bantuan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pernyataan Netanyahu muncul menjelang satu tahun serangan terhadap Doha. Pengakuannya menjadi perhatian karena sebelumnya terdapat perkembangan diplomatik yang menunjukkan adanya upaya meredakan ketegangan antara Israel dan Qatar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pada bulan yang sama dengan serangan tersebut, Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump menghubungi Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam pertemuan itu, Netanyahu menyampaikan permintaan maaf atas serangan Israel terhadap Doha. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya meredakan dampak diplomatik setelah serangan yang mendapat kecaman luas dari kawasan dan komunitas internasional.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Namun, pengakuan terbaru Netanyahu kembali menempatkan serangan tersebut dalam sorotan. Pernyataannya menunjukkan bahwa isu serangan terhadap Qatar belum sepenuhnya lepas dari ketegangan politik Israel, sementara Doha tetap memiliki posisi penting dalam berbagai upaya diplomasi terkait konflik Gaza.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perkembangan tersebut membuat hubungan Israel-Qatar kembali menjadi perhatian, terutama karena peran Qatar sebagai mediator dan posisi serangan Doha yang menyentuh persoalan kedaulatan negara serta proses diplomasi untuk menghentikan konflik di Gaza. []\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengakuan Benjamin Netanyahu mengenai serangan terhadap Qatar kembali menjadi sorotan setelah Israel sebelumnya meminta maaf atas serangan ke Doha yang menargetkan pertemuan Hamas. DOHA &#8211; Pengakuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa dirinya puas pernah menyerang Qatar kembali menyoroti ketegangan hubungan kedua negara, terutama setelah Israel sebelumnya meminta maaf atas serangan terhadap Doha pada September &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205315,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[16488,16682,29107,8588,6796,20498,2495,57445,2496,57446,15713,29106,3130,2595,8589,57444],"class_list":["post-205314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-antonio-guterres","tag-benjamin-netanyahu","tag-diplomasi-qatar","tag-doha","tag-donald-trump","tag-gencatan-senjata-gaza","tag-hamas","tag-hubungan-israel-qatar","tag-israel","tag-kemenlu-qatar","tag-konflik-gaza","tag-majed-al-ansari","tag-pbb","tag-perang-gaza","tag-qatar","tag-serangan-israel-ke-qatar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205316,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205314\/revisions\/205316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}