{"id":205317,"date":"2026-09-08T08:05:25","date_gmt":"2026-09-08T00:05:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205317"},"modified":"2026-09-08T08:06:37","modified_gmt":"2026-09-08T00:06:37","slug":"ledakan-alga-bikin-sistem-air-israel-rentan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ledakan-alga-bikin-sistem-air-israel-rentan\/","title":{"rendered":"Ledakan Alga Bikin Sistem Air Israel Rentan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ledakan pertumbuhan alga di Laut Mediterania mengganggu lima fasilitas desalinasi utama Israel, sementara ilmuwan masih memperdebatkan penyebab pasti fenomena tersebut.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>TEL AVIV<\/strong> &#8211; Sistem penyediaan air Israel menghadapi gangguan setelah ledakan pertumbuhan alga di Laut Mediterania memaksa lima dari enam fasilitas desalinasi utama di sepanjang pesisir menghentikan operasinya sementara. Fenomena yang tergolong langka itu menunjukkan tingginya ketergantungan Israel terhadap fasilitas desalinasi sekaligus memicu perdebatan ilmiah mengenai faktor yang menyebabkan pertumbuhan alga secara cepat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perusahaan air nasional Israel, Mekorot, menyebut pertumbuhan alga telah mengganggu sejumlah fasilitas desalinasi yang memasok sebagian besar kebutuhan air minum negara tersebut. Desalinasi menyumbang sedikitnya 65 persen pasokan air minum Israel, dengan sebagian besar fasilitas berada di kawasan pesisir.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Israel. Ini adalah peristiwa yang sangat langka,&#8221; kata juru bicara Mekorot, Lior Gutman, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Lima fasilitas desalinasi yang terdampak meliputi Ashkelon, Ashdod, Palmachim, Sorek A, dan Sorek B. Penghentian sementara fasilitas tersebut membuat otoritas air Israel harus mengandalkan sumber pasokan lain untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Otoritas air Israel menyatakan sektor air masih berada dalam kondisi stabil. Pemerintah meningkatkan pasokan dari Danau Galilea, sumur air tanah, dan waduk untuk menutup sebagian kebutuhan yang terdampak gangguan pada fasilitas desalinasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, penggunaan air untuk irigasi pertanian dan sejumlah fasilitas publik dibatasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan selama fasilitas desalinasi belum seluruhnya kembali beroperasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Di balik gangguan tersebut, para ilmuwan masih berupaya memastikan penyebab utama ledakan alga. Salah satu dugaan berkaitan dengan meningkatnya kandungan nutrisi di perairan, termasuk fosfor dan nitrogen, yang dapat mempercepat pertumbuhan organisme tertentu ketika didukung kondisi laut yang sesuai.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Laboratorium Perubahan Iklim Universitas Ben-Gurion Avner Gross mengatakan citra satelit menunjukkan kondisi perairan yang dipenuhi alga serupa di sekitar Delta Nil, Mesir. Kawasan tersebut diketahui menerima limpasan pertanian yang mengalir ke Laut Mediterania.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam kasus kami, saat ini saya tidak memiliki penjelasan lain kecuali sumber polusi di Jalur Gaza selatan,&#8221; kata Gross kepada Ynet.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Gross juga mengaitkan kondisi tersebut dengan peningkatan suhu akibat perubahan iklim. Dalam unggahannya di X, ia menggambarkan kondisi Laut Mediterania sebagai &#8220;bak mandi di bulan Agustus&#8221; dan menyebut tambahan fosfor serta nitrogen dapat memicu ledakan alga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tambahkan polusi fosfor dan nitrogen, dan Anda akan mendapatkan ledakan alga yang mematikan,&#8221; tulis Gross.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Secara kebetulan, beberapa hari terakhir ini terjadi angin lemah dan stabil yang mencampur pupuk dari limbah di sepanjang pantai Israel. Sebuah badai yang sempurna,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Organisasi lingkungan Israel Zalu juga menilai kerusakan sistem pengolahan air limbah di Gaza berpotensi berkontribusi terhadap fenomena tersebut. Kepala eksekutif Zalu Noga Armi mengatakan pembuangan limbah yang tidak diolah ke laut merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi perairan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hubungan ilmiahnya sudah terbukti dengan baik. Limbah kotoran yang tidak diolah yang dibuang ke laut dari Gaza adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap insiden tersebut,&#8221; kata Armi kepada Roya News.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan ilmiah. Ahli ekologi kelautan di Institut Oseanografi Nasional Israel Tamar Guy-Haim menilai kemungkinan limbah dari Gaza sebagai pendorong utama fenomena tersebut relatif rendah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Organisme yang menyebabkan ledakan alga disebut merupakan sianobakteri dari genus <em>Synechococcus<\/em>. Meski demikian, spesies yang terlibat dan alasan pertumbuhannya secara tiba-tiba masih dalam penelitian.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sejumlah faktor lain turut dipertimbangkan, antara lain kenaikan suhu Laut Mediterania, paparan sinar matahari yang kuat, pola arus laut, serta badai yang meningkatkan kekeruhan air. Kondisi tersebut dapat saling berinteraksi dan memengaruhi pertumbuhan organisme di laut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Peneliti di Lembaga Penelitian Oseanografi dan Limnologi Israel Or Bialik menggambarkan kondisi perairan yang tidak biasa tersebut setelah mengamati perubahan warna dan tingkat kekeruhan laut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya telah bekerja di Laut Mediterania untuk waktu yang lama dan belum pernah melihat hal seperti ini,&#8221; kata Bialik kepada Haaretz.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Airnya berwarna hijau seperti danau. Kekeruhannya sangat tinggi sehingga Anda tidak dapat melihat instrumen Anda setelah setengah meter,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut para peneliti, fenomena tersebut pertama kali terlihat di sekitar Delta Nil sebelum bergerak ke utara mengikuti arus laut. Pergerakan tersebut turut menjadi bahan penelitian untuk mengetahui bagaimana faktor lingkungan dan pencemaran dapat berperan dalam penyebaran ledakan alga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Peneliti air di Universitas Ben-Gurion Edo Bar-Zeev memperingatkan kejadian serupa berpotensi semakin sering terjadi apabila suhu Laut Mediterania terus meningkat akibat perubahan iklim.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bisa dipastikan bahwa ini bukan peristiwa sekali seumur hidup&#8230; Anda bisa berasumsi bahwa ini akan terjadi semakin sering akibat perubahan iklim,&#8221; katanya kepada CNN.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, penyebab pasti ledakan alga belum ditetapkan. Pemanasan laut, arus alami, limpasan polusi dari Delta Nil, limbah yang tidak diolah dari Gaza, maupun kombinasi berbagai faktor lingkungan masih menjadi kemungkinan yang diteliti.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Gangguan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya diversifikasi sumber air bagi Israel. Ketergantungan besar terhadap fasilitas desalinasi di kawasan pesisir membuat gangguan lingkungan yang terjadi secara serentak dapat memberikan tekanan terhadap sistem pasokan air, meskipun otoritas menyatakan kondisi keseluruhan masih stabil. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ledakan pertumbuhan alga di Laut Mediterania mengganggu lima fasilitas desalinasi utama Israel, sementara ilmuwan masih memperdebatkan penyebab pasti fenomena tersebut. TEL AVIV &#8211; Sistem penyediaan air Israel menghadapi gangguan setelah ledakan pertumbuhan alga di Laut Mediterania memaksa lima dari enam fasilitas desalinasi utama di sepanjang pesisir menghentikan operasinya sementara. Fenomena yang tergolong langka itu menunjukkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205318,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[57456,57454,57448,57460,2594,2496,3754,57447,17990,57449,57451,57455,57450,57457,57459,57452,13434,57453,57458,2525],"class_list":["post-205317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-avner-gross","tag-delta-nil","tag-desalinasi-israel","tag-edo-bar-zeev","tag-gaza","tag-israel","tag-jalur-gaza","tag-krisis-air-israel","tag-laut-mediterania","tag-ledakan-alga","tag-limbah-gaza","tag-lior-gutman","tag-mekorot","tag-noga-armi","tag-or-bialik","tag-pemanasan-laut","tag-perubahan-iklim","tag-synechococcus","tag-tamar-guy-haim","tag-tel-aviv"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205319,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205317\/revisions\/205319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}