{"id":205335,"date":"2026-09-08T13:43:39","date_gmt":"2026-09-08T05:43:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205335"},"modified":"2026-09-08T13:44:24","modified_gmt":"2026-09-08T05:44:24","slug":"produksi-terbatas-inovasi-cairan-karhutla-polda-kalsel-mulai-dikirim-ke-daerah-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/produksi-terbatas-inovasi-cairan-karhutla-polda-kalsel-mulai-dikirim-ke-daerah-lain\/","title":{"rendered":"Produksi Terbatas, Inovasi Cairan Karhutla Polda Kalsel Mulai Dikirim ke Daerah Lain"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Inovasi cairan surfaktan berbahan dasar nabati dari Polda Kalsel dikirim ke Kalteng setelah diuji efektif meredam bara api gambut dan menghemat penggunaan air hingga 50 persen.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU<\/strong> &#8211; Inovasi cairan surfaktan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dikembangkan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mulai dimanfaatkan untuk membantu penanganan karhutla di luar wilayah Kalsel. Sebanyak satu ton cairan hasil racikan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel dikirim ke Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mendukung pemadaman bara api yang berada di dalam lahan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengiriman tersebut dilakukan setelah cairan berbahan dasar nabati itu diuji selama sekitar tiga minggu pada lahan terbakar, terutama kawasan gambut. Penggunaannya dinilai efektif menghentikan penyebaran api bawah tanah sekaligus mengurangi kebutuhan air hingga 50 persen, sebagaimana dilansir Antara, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda Kalsel mengatakan inovasi tersebut mendapat permintaan dari sejumlah wilayah lain yang juga membutuhkan dukungan dalam penanganan karhutla. Namun, kemampuan produksi masih menjadi kendala karena proses peracikan cairan dilakukan secara manual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hari ini sudah kami kirim ke Kalteng untuk membantu pemadaman karhutla di sana,&#8221; kata Kapolda Kalsel di Banjarbaru, Senin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, sebanyak 30 personel Bidlabfor bersama personel Brigade Mobil (Brimob) dilibatkan dalam proses pengolahan cairan tersebut. Kapolda Kalsel menyebut kapasitas produksi masih terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam tiga hari ini kami hanya mampu produksi 3.000 liter,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cairan surfaktan tersebut dirancang untuk menangani bara yang tersembunyi di dalam tanah gambut. Dalam penerapannya, Polda Kalsel menggunakan kolam portabel bioflok berkapasitas 12.000 liter air yang dicampur dengan 120 liter cairan surfaktan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Campuran itu kemudian dialirkan melalui sistem undercooling yang dirancang untuk menembus lapisan gambut, mendinginkan bagian yang terbakar, sekaligus memadamkan bara api di bawah permukaan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deteksi terhadap bara tersembunyi dilakukan menggunakan drone thermal yang mampu mengukur suhu permukaan tanah. Dari hasil pemantauan, titik dengan suhu lebih dari 120 derajat Celsius dapat didinginkan hingga berada pada kisaran 20-30 derajat Celsius setelah dilakukan penyuntikan cairan ke dalam gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cairan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) merupakan formulasi berbasis minyak nabati yang bekerja dengan membantu mengikat oksigen melalui lapisan busa (foam) serta meresap ke dalam tanah gambut. Metode tersebut ditujukan untuk mendinginkan lahan dan mencegah bara kembali memicu titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemampuan menghemat penggunaan air menjadi salah satu keunggulan metode tersebut, terutama ketika petugas menghadapi keterbatasan sumber air di lokasi karhutla. Namun, tingginya permintaan dari wilayah lain masih perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi agar inovasi itu dapat digunakan lebih luas dalam penanganan karhutla. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inovasi cairan surfaktan berbahan dasar nabati dari Polda Kalsel dikirim ke Kalteng setelah diuji efektif meredam bara api gambut dan menghemat penggunaan air hingga 50 persen. BANJARBARU &#8211; Inovasi cairan surfaktan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dikembangkan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mulai dimanfaatkan untuk membantu penanganan karhutla di luar wilayah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205336,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,19,2276],"tags":[7846,57478,57479,57480,9790,6051,6790,4418,189,15665,20126,26000,57481,2514,54998],"class_list":["post-205335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarbaru","tag-bidlabfor-polda-kalsel","tag-cairan-surfaktan","tag-inovasi-karhutla","tag-kalimantan-selatan","tag-kalimantan-tengah","tag-kalsel","tag-kalteng","tag-karhutla","tag-kebakaran-gambut","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-pemadaman-karhutla","tag-penanganan-kebakaran-gambut","tag-polda-kalsel","tag-suntik-gambut"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205337,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205335\/revisions\/205337"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}