{"id":205354,"date":"2026-09-08T14:15:32","date_gmt":"2026-09-08T06:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205354"},"modified":"2026-09-08T14:16:42","modified_gmt":"2026-09-08T06:16:42","slug":"anak-krakatau-gunung-ibu-dan-ile-lewotolok-erupsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-krakatau-gunung-ibu-dan-ile-lewotolok-erupsi\/","title":{"rendered":"Anak Krakatau, Gunung Ibu dan Ile Lewotolok Erupsi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, dan Gunung Ile Lewotolok tercatat mengalami erupsi berulang pada Selasa, 8 September 2026, dengan status kewaspadaan berbeda.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANTEN &#8211;<\/strong> Aktivitas vulkanik meningkat di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (8\/9), dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat erupsi empat kali hingga siang hari. Pada hari yang sama, Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur juga mengalami erupsi berulang.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Erupsi Anak Krakatau keempat tercatat pada pukul 11.34 WIB. Berdasarkan laporan petugas Deny Mardiono dalam laman Informasi Letusan pada sistem pemantauan gunung api Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), letusan tersebut tidak terlihat secara visual.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik,&#8221; kata Deny dalam laporan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Rangkaian aktivitas Anak Krakatau pada hari itu dimulai pada pukul 05.08 WIB. Letusan pertama tercatat dengan amplitudo maksimum 47 mm dan berlangsung selama 15 detik. Sekitar 26 menit kemudian, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.34 WIB dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Erupsi ketiga berlangsung pada pukul 07.49 WIB. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 48 mm selama 19 detik, sementara visual letusan tidak teramati. Gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu saat ini berstatus Level III atau Siaga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas vulkanik juga terjadi di Gunung Ibu, Pulau Halmahera, Maluku Utara. Hingga siang hari, gunung tersebut dilaporkan mengalami tujuh kali erupsi, dengan aktivitas terbaru tercatat pada pukul 12.01 WIT atau 10.01 WIB.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik,&#8221; demikian laporan petugas Darsono Haji Muhammad Nur.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Gunung Ibu tercatat erupsi pada pukul 00.36 WIT, 09.07 WIT, 09.17 WIT, 11.13 WIT, dan 11.40 WIT. Pada beberapa kejadian, letusan tidak teramati secara langsung, tetapi aktivitasnya terekam melalui seismograf. Status Gunung Ibu saat ini Level II atau Waspada.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi pada pukul 06.35 WITA. Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.223 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tinggi kolom abu teramati \u00b1 800 m di atas puncak (\u00b1 2223 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat,&#8221; demikian laporan petugas Yeremias Kristianto Pugel.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 180 detik,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ile Lewotolok juga masih berstatus Level II atau Waspada. Berbagai catatan erupsi tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik terjadi di tiga gunung api pada wilayah berbeda dalam periode yang sama, sehingga pemantauan terhadap perkembangan masing-masing gunung menjadi penting bagi keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, dan Gunung Ile Lewotolok tercatat mengalami erupsi berulang pada Selasa, 8 September 2026, dengan status kewaspadaan berbeda. BANTEN &#8211; Aktivitas vulkanik meningkat di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (8\/9), dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat erupsi empat kali hingga siang hari. Pada hari yang sama, Gunung Ibu di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205363,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,7,35],"tags":[24853,56815,26258,56813,56626,57021,57518,6784,8318,7909,10301,56819,41652,57519],"class_list":["post-205354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-breaking-news","category-berita-nasional","tag-aktivitas-vulkanik","tag-erupsi-anak-krakatau","tag-erupsi-gunung-api","tag-gunung-anak-krakatau","tag-gunung-api-indonesia","tag-gunung-ibu","tag-gunung-ile-lewotolok","tag-kementerian-esdm","tag-maluku-utara","tag-ntt","tag-nusa-tenggara-timur","tag-selat-sunda","tag-status-siaga","tag-status-waspada"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205354"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205365,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205354\/revisions\/205365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}