{"id":205388,"date":"2026-09-08T14:44:20","date_gmt":"2026-09-08T06:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205388"},"modified":"2026-09-08T14:45:01","modified_gmt":"2026-09-08T06:45:01","slug":"netanyahu-terancam-yashar-unggul-dalam-jajak-pendapat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/netanyahu-terancam-yashar-unggul-dalam-jajak-pendapat\/","title":{"rendered":"Netanyahu Terancam, Yashar Unggul dalam Jajak Pendapat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gadi Eisenkot menuding Benjamin Netanyahu lebih fokus mempertahankan kekuasaan politik, sementara partainya mulai mencatat dukungan kuat menjelang pemilu Israel Oktober 2026.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JERUSALEM &#8211;<\/strong> Persaingan menuju pemilihan umum Israel pada Oktober 2026 mulai memanas setelah politikus Gadi Eisenkot menuding Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu lebih mengutamakan kelangsungan kekuasaan politik dibandingkan keamanan negara. Eisenkot menyampaikan kritik tersebut saat kampanye di Rosh Haayin, Israel tengah, pada Minggu (7\/9).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Eisenkot yang dipandang sebagai salah satu pesaing utama Netanyahu menilai Israel membutuhkan kepemimpinan yang mampu meredakan perpecahan dan menghadapi berbagai persoalan keamanan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Dalam kampanyenya, ia juga tidak menjelaskan secara khusus strategi menghadapi persoalan Palestina, Iran, maupun Lebanon.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Akankah kita terus berada di bawah pemerintahan yang mempromosikan penghindaran kewajiban tanpa rasa malu selama bertahun-tahun lagi?&#8221; kata Eisenkot dalam rapat umum tersebut, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemerintahan yang membagikan miliaran shekel kepada mereka yang tidak mengabdi maupun bekerja?&#8221; imbuh dia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kritik Eisenkot juga diarahkan pada kondisi politik dalam negeri Israel setelah perang di Jalur Gaza memicu perpecahan di masyarakat. Ia menyerukan kepemimpinan yang dapat membangun kembali persatuan nasional serta memperkuat prinsip kenegaraan dan Zionisme.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Menghadapi perpecahan besar yang terjadi pada 7 Oktober, dan menghadapi tantangan besar yang dihadapi Negara Israel, saya percaya kita membutuhkan kepemimpinan yang tahu bagaimana mengatasi besarnya situasi saat ini, yang tahu bagaimana menyatukan dan membawa persatuan di sekitar apa yang kita miliki bersama, dan untuk secara fundamental memulihkan prinsip-prinsip kenegaraan dan Zionisme,&#8221; kata Eisenkot.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Posisi Eisenkot semakin diperhitungkan menjelang pemilu karena partai yang dipimpinnya, Yashar, mencatat peningkatan dukungan dalam sejumlah jajak pendapat. Partai yang baru berdiri sekitar satu tahun itu dipandang sebagian pemilih sebagai alternatif terhadap kepemimpinan Netanyahu yang telah berlangsung selama 19 tahun.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Latar belakang Eisenkot sebagai mantan pejabat militer turut memperkuat daya tarik politiknya. Berdasarkan jajak pendapat lembaga penyiaran publik Israel, Kan, yang dirilis pada 6 September, Yashar diproyeksikan memperoleh 23 kursi Knesset, sedangkan Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan meraih 20 kursi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, perolehan tersebut belum cukup untuk membentuk pemerintahan secara mandiri. Blok anti-Netanyahu diproyeksikan menguasai 51 kursi, sementara Likud bersama mitra koalisinya memperoleh 52 kursi. Mayoritas untuk membentuk pemerintahan membutuhkan sedikitnya 61 kursi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Situasi itu membuat persaingan antarpartai berpotensi semakin menentukan menjelang pemungutan suara. Eisenkot pun berupaya menarik pemilih yang selama bertahun-tahun mendukung Likud untuk mengalihkan pilihan mereka.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya bertemu banyak orang yang telah memilih partai yang sama selama beberapa dekade. Mereka memberi tahu saya betapa sulitnya untuk memilih partai yang berbeda,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya bilang: sebagaimana Anda mempercayai saya, saya juga mempercayai Anda untuk membuat pilihan yang berani dan tepat untuk Israel,&#8221; ujar Eisenkot.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dengan selisih dukungan yang relatif tipis antara Yashar dan Likud dalam jajak pendapat tersebut, kontestasi menuju pemilu Oktober berpotensi menjadi pertarungan ketat. Hasil pemilu nantinya akan menentukan apakah Netanyahu mampu mempertahankan kekuasaannya atau Eisenkot dan kelompok oposisi berhasil membangun alternatif pemerintahan baru. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gadi Eisenkot menuding Benjamin Netanyahu lebih fokus mempertahankan kekuasaan politik, sementara partainya mulai mencatat dukungan kuat menjelang pemilu Israel Oktober 2026. JERUSALEM &#8211; Persaingan menuju pemilihan umum Israel pada Oktober 2026 mulai memanas setelah politikus Gadi Eisenkot menuding Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu lebih mengutamakan kelangsungan kekuasaan politik dibandingkan keamanan negara. Eisenkot menyampaikan kritik &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205392,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[16682,39211,2594,7612,17778,7906,39214,57566,7444,23742,23743,5723,39213],"class_list":["post-205388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-benjamin-netanyahu","tag-gadi-eisenkot","tag-gaza","tag-iran","tag-knesset","tag-lebanon","tag-likud","tag-oposisi-netanyahu","tag-palestina","tag-pemilu-israel","tag-politik-israel","tag-timur-tengah","tag-yashar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205393,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205388\/revisions\/205393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}