{"id":205401,"date":"2026-09-08T14:48:27","date_gmt":"2026-09-08T06:48:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205401"},"modified":"2026-09-08T14:49:29","modified_gmt":"2026-09-08T06:49:29","slug":"adidas-hadapi-kontroversi-baru-terkait-israel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/adidas-hadapi-kontroversi-baru-terkait-israel\/","title":{"rendered":"Adidas Hadapi Kontroversi Baru Terkait Israel"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Adidas meminta maaf setelah penggunaan mantan tentara Israel sebagai model kampanye sepatu khusus penyandang disabilitas di Israel menuai kritik aktivis pro-Palestina.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BERLIN &#8211;<\/strong> Program sepatu khusus penyandang disabilitas milik Adidas memicu kontroversi setelah perusahaan olahraga asal Jerman itu menampilkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, dalam materi promosi di Israel. Adidas kemudian meminta maaf setelah penggunaan model tersebut menuai kritik dari aktivis pro-Palestina.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Biton merupakan salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam poster di toko Adidas di Israel. Kaki kirinya diamputasi setelah mengalami luka ketika bertugas di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 2021.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivitas baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras,&#8221; demikian pernyataan Adidas, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan pelanggaran, dan kami meminta maaf kepada siapapun yang terkena dampaknya,&#8221; lanjut pernyataan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Adidas menyatakan materi promosi itu merupakan inisiatif tim lokal di Israel dan tidak berkaitan dengan kampanye global perusahaan. Program tersebut merupakan bagian dari layanan <em>Single Shoe<\/em> yang memungkinkan penyandang disabilitas atau orang dengan perbedaan anggota tubuh membeli hanya satu sepatu sesuai kebutuhan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Layanan tersebut pertama kali diperkenalkan di 23 negara Eropa pada Januari 2026. Harga satu sepatu ditetapkan sebesar 50 persen dari harga sepasang sepatu yang dijual di toko maupun gerai Adidas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Program kemudian diperluas ke sejumlah wilayah Eropa, Asia, dan Timur Tengah, termasuk Palestina, Uni Emirat Arab, Lebanon, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Mesir. Adidas menyatakan program itu ditujukan untuk mendorong inklusi bagi masyarakat dengan perbedaan anggota tubuh.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Namun, pemilihan Biton sebagai salah satu wajah promosi di Israel memunculkan reaksi berbeda. Aktivis pro-Palestina mempertanyakan keputusan tersebut dengan menyoroti banyaknya warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh akibat konflik Israel-Palestina.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kontroversi itu mendorong Adidas menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai inklusivitas. Perusahaan menyatakan akan mengevaluasi respons publik dan berupaya memastikan langkah yang diambil selaras dengan nilai tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Adidas sebelumnya juga pernah menghadapi tekanan terkait keterlibatannya dalam kegiatan olahraga di Israel. Pada 2012, perusahaan tersebut mendapat seruan boikot karena menjadi sponsor Maraton Yerusalem yang rutenya melewati wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Enam tahun kemudian, lebih dari 130 klub sepak bola dan asosiasi olahraga Palestina mendesak Adidas menghentikan sponsorship terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel. Rangkaian kontroversi tersebut membuat keputusan perusahaan dalam kampanye terbaru kembali menjadi perhatian publik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menunjukkan bahwa promosi produk olahraga yang membawa isu inklusi dapat bersinggungan dengan persoalan politik dan konflik ketika figur yang digunakan memiliki latar belakang tertentu. Adidas kini menghadapi tuntutan untuk memastikan kampanye lokal tetap sejalan dengan pesan inklusivitas yang ingin dibangun secara global. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adidas meminta maaf setelah penggunaan mantan tentara Israel sebagai model kampanye sepatu khusus penyandang disabilitas di Israel menuai kritik aktivis pro-Palestina. BERLIN &#8211; Program sepatu khusus penyandang disabilitas milik Adidas memicu kontroversi setelah perusahaan olahraga asal Jerman itu menampilkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, dalam materi promosi di Israel. Adidas kemudian meminta maaf setelah penggunaan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205405,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[57584],"class_list":["post-205401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-adidas-meminta-maaf-setelah-penggunaan-mantan-tentara-israel-sebagai-model-kampanye-sepatu-khusus-penyandang-disabilitas-di-israel-menuai-kritik-aktivis-pro-palestina"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205406,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205401\/revisions\/205406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}