{"id":205453,"date":"2026-09-08T16:10:18","date_gmt":"2026-09-08T08:10:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205453"},"modified":"2026-09-08T16:10:18","modified_gmt":"2026-09-08T08:10:18","slug":"rongga-terbentuk-di-bawah-aspal-ubt-tarakan-jalan-terancam-ambruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rongga-terbentuk-di-bawah-aspal-ubt-tarakan-jalan-terancam-ambruk\/","title":{"rendered":"Rongga Terbentuk di Bawah Aspal UBT Tarakan, Jalan Terancam Ambruk"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Bara batu bara yang terus menyala di bawah jalan depan UBT Tarakan membentuk rongga pada lapisan bawah aspal dan memicu penutupan total jalan untuk mencegah risiko patah hingga ambruk.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN <\/strong>&#8211; Kepolisian menutup total jalan di depan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), setelah bara batu bara yang terbakar di bawah aspal membentuk rongga dan berpotensi menyebabkan badan jalan patah hingga ambruk. Kebakaran bawah tanah yang terdeteksi sejak 20 Agustus 2026 itu masih mengeluarkan asap hingga Selasa (08\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penutupan jalan dilakukan untuk melindungi pengguna jalan sekaligus memberikan ruang bagi petugas Pekerjaan Umum (PU) menangani material batu bara dan memperbaiki badan jalan. Lapisan aspal turut dikupas untuk mengisolasi material batu bara di bawah permukaan agar tidak kembali menyala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tarakan Timur Muhdar mengatakan kondisi bara di bawah aspal tidak dapat dilihat hanya dari permukaan. Rongga yang terbentuk akibat material terus terbakar berpotensi mengurangi daya dukung jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dilihat dari luar sepertinya api tak besar, tapi kalau dilihat lebih dalam, bara api mulai membentuk rongga di bawah aspal yang berpotensi mengakibatkan jalan patah dan ambruk karena bawahnya kosong. Bisa dikatakan mirip bara dalam sekam,&#8221; tutur Muhdar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran material batu bara tersebut bermula setelah kebakaran hutan seluas sekitar 450 meter persegi terjadi di depan Kampus UBT pada Selasa (18\/08\/2026). Api di permukaan berhasil dipadamkan, tetapi dua hari kemudian diketahui masih terdapat sumber kebakaran dari bawah tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebelumnya pada hari Selasa 18 Agustus 2026 terjadi kebakaran hutan seluas 450 meter persegi di depan kampus. Kami berhasil padamkan, tapi ada kebakaran lagi yang sumbernya dari bawah tanah. Ternyata ada material batu bara yang terbakar dan sulit dipadamkan,&#8221; ujarnya, dihubungi Minggu (23\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pemadaman kemudian dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta aparat keamanan. Namun, penyemprotan air biasa belum mampu memadamkan seluruh bara yang berada di bawah lapisan jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Sabtu (22\/08\/2026) sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan Bonifasius Rumbewas bersama jajarannya juga meninjau lokasi untuk melihat kondisi kebakaran dan potensi kerusakan jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengancam struktur jalan, asap dari bara batu bara disebut mengganggu masyarakat di sekitar Pantai Amal. Petugas hingga kini masih melakukan penyiraman untuk menekan titik api dan mengurangi asap yang terbawa angin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Petugas BPBD bersama Damkar dan aparat keamanan terus melakukan upaya penyiraman air yang diharap dapat mengurangi titik api yang terbakar. Ini untuk meminimalisir asap dari nyala batu bara yang terbawa angin dan dapat mengganggu masyarakat sekitar,&#8221; ujarnya saat dihubungi Selasa (8\/9\/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa, (08\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama penutupan ruas jalan di depan UBT, arus kendaraan dialihkan melalui Jalan Amal Baru Gang Polmas, Rukun Tetangga (RT) 5, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Pengguna jalan juga dapat menggunakan jalur Karungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita berharap penanganan material batu bara dan perbaikan jalan tersebut dapat berjalan dengan aman. Arus lalu lintas yang melalui jalur alternatif juga lancar,&#8221; kata Muhdar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan dipusatkan pada isolasi material batu bara, pengurangan asap, serta pemulihan struktur jalan untuk mencegah munculnya titik bara baru. Penutupan jalan akan menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan masyarakat selama kondisi lapisan bawah jalan belum dinyatakan aman. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bara batu bara yang terus menyala di bawah jalan depan UBT Tarakan membentuk rongga pada lapisan bawah aspal dan memicu penutupan total jalan untuk mencegah risiko patah hingga ambruk. TARAKAN &#8211; Kepolisian menutup total jalan di depan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), setelah bara batu bara yang terbakar di bawah aspal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":205456,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2257],"tags":[57648,57641,28410,29306,57640,57644,57645,57643,2889,2491,53419,57642,57646,53418,27444,57647,15655,28959,2717,53648,45285],"class_list":["post-205453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-bara-bawah-tanah","tag-batu-bara-bawah-tanah","tag-bonifasius-rumbewas","tag-bpbd-tarakan","tag-damkar-tarakan","tag-jalan-ditutup-tarakan","tag-jalan-terancam-ambruk","tag-jalan-ubt-tarakan","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-kebakaran-batu-bara","tag-kebakaran-bawah-aspal","tag-kebakaran-hutan-tarakan","tag-muhdar","tag-pantai-amal","tag-pantai-amal-tarakan","tag-polres-tarakan","tag-polsek-tarakan-timur","tag-tarakan","tag-ubt-tarakan","tag-universitas-borneo-tarakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205453"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205458,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205453\/revisions\/205458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}