{"id":205531,"date":"2026-09-09T12:00:06","date_gmt":"2026-09-09T04:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205531"},"modified":"2026-09-09T12:00:06","modified_gmt":"2026-09-09T04:00:06","slug":"sekolah-berau-kembali-bdr-361-hotspot-jadi-alarm-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sekolah-berau-kembali-bdr-361-hotspot-jadi-alarm-karhutla\/","title":{"rendered":"Sekolah Berau Kembali BDR, 361 Hotspot Jadi Alarm Karhutla"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat dan terdeteksinya 361 hotspot membuat Pemkab Berau kembali memperpanjang belajar dari rumah hingga 10 September 2026.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nBERAU<\/strong> &#8211; Peserta didik di Kabupaten Berau kembali harus menjalani pembelajaran dari rumah setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperpanjang kebijakan belajar dari rumah (BDR) hingga Kamis (10\/09\/2026). Langkah ini ditempuh karena kualitas udara belum sehat di tengah tingginya sebaran titik panas atau hotspot akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perpanjangan BDR berlaku mulai Selasa (08\/09\/2026) hingga Kamis (10\/09\/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Selasa, (08\/09\/2026). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Berau Nomor 800\/3187\/Umpeg-Disdik tertanggal 7 September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kebijakan itu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sementara dialihkan menjadi BDR atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta di Berau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah mengambil keputusan tersebut setelah mempertimbangkan kondisi cuaca, prediksi hotspot karhutla, serta prakiraan konsentrasi partikulat halus berdiameter 2,5 mikrometer (PM2.5). Konsentrasi PM2.5 di Berau diperkirakan mencapai 62,7 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori tidak sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ancaman terhadap kualitas udara juga diperkuat tingginya sebaran hotspot. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 777 hotspot terdeteksi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (07\/09\/2026) pukul 01.00 hingga 17.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari jumlah tersebut, Berau mencatat 361 hotspot, terbanyak di Kaltim. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berada di urutan berikutnya dengan 176 titik, disusul Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 94 titik, Kabupaten Paser 64 titik, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) 62 titik, Kota Samarinda 10 titik, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) enam titik, dan Kota Bontang empat titik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, jumlah hotspot tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah lokasi kebakaran. BMKG menjelaskan hotspot merupakan lokasi yang memperlihatkan anomali suhu panas berdasarkan pengamatan satelit dan digunakan sebagai salah satu indikator untuk mendeteksi kemungkinan karhutla.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data tersebut masih perlu dianalisis berdasarkan tingkat kepercayaan rendah, menengah, atau tinggi. Kondisi tutupan awan juga dapat memengaruhi kemampuan satelit dalam mendeteksi anomali panas di permukaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perpanjangan BDR kali ini menjadi bagian dari rangkaian kebijakan yang telah diterapkan Pemkab Berau sejak Agustus 2026. Peserta didik sebelumnya menjalani BDR pada 24-26 Agustus, dilanjutkan 27-29 Agustus, 31 Agustus-2 September, serta 3-5 September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Berau Sri Juniarsih Mas sebelumnya menegaskan kebijakan pembelajaran dari rumah ditempuh untuk mengurangi risiko kesehatan terhadap anak-anak akibat paparan asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan anak-anak, seluruh siswa-siswi sekolah diwajibkan melaksanakan Belajar Dari Rumah selama 24 sampai 26 Agustus 2026,&#8221; ujar Sri Juniarsih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski peserta didik tidak datang ke sekolah, BDR tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Guru tetap berkewajiban melaksanakan pembelajaran, memberikan bimbingan, serta memantau perkembangan peserta didik dari tempat tinggal masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekolah juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, memeriksa perkembangan kualitas udara, menghindari sumber asap dan polusi, menutup ventilasi apabila diperlukan, menggunakan penjernih udara, serta mendorong penggunaan masker dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta didik yang memiliki penyakit penyerta seperti asma atau alergi terhadap asap. Apabila siswa, pendidik, maupun tenaga kependidikan mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berat, sekolah diminta berkoordinasi dengan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau fasilitas kesehatan terdekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Berau akan mengevaluasi kebijakan BDR setiap tiga hari dengan mempertimbangkan perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Karena itu, berakhirnya periode BDR pada 10 September 2026 belum otomatis membuat seluruh peserta didik kembali menjalani PTM. Pembukaan kembali sekolah akan bergantung pada perkembangan kualitas udara dan kondisi lingkungan di Berau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat dan terdeteksinya 361 hotspot membuat Pemkab Berau kembali memperpanjang belajar dari rumah hingga 10 September 2026. BERAU &#8211; Peserta didik di Kabupaten Berau kembali harus menjalani pembelajaran dari rumah setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperpanjang kebijakan belajar dari rumah (BDR) hingga Kamis (10\/09\/2026). Langkah ini ditempuh &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":205539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[57744,57746,52718,82,828,50530,57750,27782,57745,5544,1656,50527,20126,56379,15790,47856,57747,57749,57748,15789],"class_list":["post-205531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-361-hotspot","tag-bdr-berau","tag-belajar-dari-rumah","tag-berau","tag-bmkg","tag-hotspot-berau","tag-ispu-berau","tag-kabupaten-berau","tag-kabut-asap-berau","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-karhutla-berau","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kualitas-udara-berau","tag-pemkab-berau","tag-pendidikan-berau","tag-pjj-berau","tag-pm2-5-berau","tag-sekolah-berau","tag-sri-juniarsih-mas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205541,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205531\/revisions\/205541"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}