{"id":205633,"date":"2026-09-10T08:03:59","date_gmt":"2026-09-10T00:03:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205633"},"modified":"2026-09-10T08:05:30","modified_gmt":"2026-09-10T00:05:30","slug":"iaea-temukan-fasilitas-pengayaan-uranium-baru-di-korut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/iaea-temukan-fasilitas-pengayaan-uranium-baru-di-korut\/","title":{"rendered":"IAEA Temukan Fasilitas Pengayaan Uranium Baru di Korut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Perluasan fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon dan aktivitas di Kangson menunjukkan infrastruktur nuklir Korea Utara terus berkembang, sementara IAEA menilai kondisi tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>PYONGYANG &#8211;<\/strong> Perluasan infrastruktur nuklir Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menemukan fasilitas pengayaan uranium baru di kompleks nuklir Yongbyon. Bangunan dua lantai tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 28 rangkaian sentrifugasi, memperkuat indikasi bahwa Pyongyang terus meningkatkan kapasitas produksi bahan nuklirnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala IAEA Rafael Grossi menilai perkembangan tersebut sebagai persoalan serius. Temuan itu juga menunjukkan bahwa aktivitas nuklir Korea Utara tidak hanya berlangsung di Yongbyon, tetapi meluas ke sejumlah lokasi lain yang sulit dipantau secara langsung.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kelanjutan dan pengembangan lebih lanjut program nuklir DPRK merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan sangat disesalkan,&#8221; kata Direktur IAEA Rafael Grossi dalam sebuah pernyataan awal pekan ini, sebagaimana dilansir BBC, Rabu, (09\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">IAEA tidak memiliki inspektur di Korea Utara sejak 2009 setelah para pengawas badan tersebut diusir dari negara itu. Karena itu, pemantauan perkembangan program nuklir Pyongyang dilakukan antara lain melalui analisis citra satelit.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Keberadaan bangunan baru di Yongbyon pertama kali disinggung IAEA pada Juni 2026, meskipun Grossi sebelumnya telah mengemukakan kemungkinan pembangunan fasilitas tersebut. Pada 3 Juni, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga dilaporkan mengunjungi &#8220;pabrik produksi bahan nuklir yang baru diresmikan&#8221; yang kemudian diidentifikasi sebagai fasilitas pengayaan Yongbyon.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam laporan tersebut, Kim memuji &#8220;kapasitas produksi yang sangat diperluas&#8221; dan menyatakan bahwa perkembangan itu akan &#8220;memberikan kemungkinan untuk melaksanakan rencana-rencana yang lebih besar&#8221;.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kekhawatiran IAEA semakin besar karena perluasan fasilitas Yongbyon berlangsung bersamaan dengan indikasi pengoperasian fasilitas pengayaan lain di Kangson, dekat Pyongyang. Badan tersebut menyebut operasi di fasilitas itu kemungkinan telah dimulai pada Januari 2026, sementara sebuah bangunan tambahan atau <em>aneks<\/em> telah dibangun di lokasi tersebut pada 2024.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Edward Howell, dosen Universitas Oxford, menilai persoalan terbesar dalam program nuklir Korea Utara adalah kemungkinan masih banyak fasilitas yang belum teridentifikasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hal yang membuat program nuklir Korea Utara begitu mengkhawatirkan adalah banyaknya fasilitas yang tidak diketahui keberadaannya, disembunyikan, dan karenanya sulit untuk dijadikan target serangan,&#8221; ujar Edward Howell, seorang dosen di Universitas Oxford, kepada BBC.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain Yongbyon, kita tahu ada fasilitas lain, misalnya Kangson. Mengingat doktrin nuklir Korea Utara telah menyatu dengan kebijakan luar negeri dan dalam negerinya, kita patut menduga adanya lebih banyak lagi lokasi produksi yang disembunyikan.&#8221;<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan nuklir Korea Utara terus bertumbuh di bawah kepemimpinan Kim. Negara itu telah melakukan enam uji coba senjata nuklir, dengan uji coba terakhir berlangsung pada September 2017, serta mengembangkan rudal balistik antarbenua (<em>intercontinental ballistic missile<\/em>\/ICBM) sejak 2017.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pada April 2026, IAEA juga menyatakan Korea Utara tampaknya meningkatkan kemampuan pembuatan senjata nuklir. Perluasan fasilitas Yongbyon menjadi salah satu indikator yang dipantau badan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Korea Utara secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara pemilik senjata nuklir pada 2022 dan menegaskan tidak akan meninggalkan persenjataan tersebut. Jumlah persenjataan nuklir Pyongyang diperkirakan mencapai puluhan unit.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung pada Agustus 2026 mengusulkan pembicaraan dengan Korea Utara untuk secara resmi mengakhiri perang antara kedua negara. Ia menyebut dialog tersebut dapat menjadi ruang untuk membahas &#8220;cara-cara efektif guna menghentikan kemajuan kemampuan nuklir Korea Utara&#8221;. Hingga berita ini disusun, Pyongyang belum menanggapi usulan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Lee sebelumnya memperkirakan Korea Utara memproduksi 15 hingga 20 hulu ledak tambahan setiap tahun. Ia juga menyatakan dukungan terhadap kemungkinan kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kim untuk membekukan produksi senjata nuklir.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dengan bertambahnya fasilitas pengayaan uranium serta indikasi aktivitas di sejumlah lokasi, kemampuan nuklir Korea Utara menjadi tantangan yang semakin kompleks bagi upaya nonproliferasi dan stabilitas keamanan di Semenanjung Korea. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perluasan fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon dan aktivitas di Kangson menunjukkan infrastruktur nuklir Korea Utara terus berkembang, sementara IAEA menilai kondisi tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. PYONGYANG &#8211; Perluasan infrastruktur nuklir Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menemukan fasilitas pengayaan uranium baru di kompleks nuklir Yongbyon. Bangunan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":205634,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[9642,57824,21043,27346,57826,8826,8509,7378,49289,51295,44146,18925,29080,21714,57825],"class_list":["post-205633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-fasilitas-pengayaan-uranium","tag-iaea","tag-icbm","tag-kangson","tag-kim-jong-un","tag-korea-utara","tag-korut","tag-lee-jae-myung","tag-nuklir-korea-utara","tag-rafael-grossi","tag-rudal-balistik","tag-semenanjung-korea","tag-senjata-nuklir","tag-yongbyon"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205633"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205635,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205633\/revisions\/205635"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}