{"id":205750,"date":"2026-09-11T16:47:06","date_gmt":"2026-09-11T08:47:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205750"},"modified":"2026-09-11T16:56:48","modified_gmt":"2026-09-11T08:56:48","slug":"lahan-di-pelita-8-sambutan-kembali-membara-22-rumah-kosong-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lahan-di-pelita-8-sambutan-kembali-membara-22-rumah-kosong-terdampak\/","title":{"rendered":"Lahan di Pelita 8 Sambutan Kembali Membara, 22 Rumah Kosong Terdampak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kebakaran semak belukar di Perumahan Korpri Pelita 8 menghanguskan sekitar 20 hektare lahan dan berdampak pada 22 rumah kosong, sementara BPBD Samarinda terkendala pasokan air dalam mencegah api menjalar ke permukiman warga.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Kebakaran lahan semak belukar menghanguskan sekitar 20 hektare kawasan Perumahan Korpri Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (10\/09\/2026). Api yang menjalar di sekitar Blok C1, C2 hingga Blok D juga berdampak terhadap sedikitnya 22 unit rumah kosong, sementara petugas masih berupaya mencegah kebakaran meluas ke permukiman yang dihuni warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-205841\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6131655316941247203.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6131655316941247203.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6131655316941247203-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6131655316941247203-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6131655316941247203-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, laporan kebakaran diterima dari relawan sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Petugas BPBD bersama relawan kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan membatasi penyebaran api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah kami mendapat informasi dari relawan pukul 11.00 WITA di Pelita 8 Perumahan Korpri, terutama di Blok C1, C2 bahkan Blok D. Sampai saat ini luas yang terbakar 20 hektare dan rumah yang terdampak sekitar 22 unit, tetapi itu memang rumah kosong,\u201d ujar Suwarso.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Suwarso, petugas tidak hanya melakukan penyiraman, tetapi juga membuat penyekatan di sejumlah titik untuk memperlambat pergerakan api agar tidak mendekati kawasan rumah warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami bersama relawan terus-menerus berusaha untuk memadamkan api agar tidak menjalar dan saat ini sedang melakukan penyekatan,\u201d kata Suwarso kepada awak media di sela-sela proses pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pemadaman menghadapi kendala keterbatasan sumber air. Kendaraan pemadam harus berulang kali meninggalkan lokasi untuk mengisi ulang air sebelum kembali melakukan penyiraman pada titik-titik kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini terkendala air sehingga harus bolak-balik mengisi air untuk pemadaman,\u201d ucap Suwarso<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suwarso menjelaskan, kawasan Pelita 8 didominasi semak belukar yang mudah terbakar. Ia juga menduga terdapat kandungan batu bara di bawah permukaan tanah yang berpotensi memengaruhi muncul atau bertahannya api. Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelita 8 merupakan kawasan semak belukar yang mudah terbakar, mungkin di bawah ada kandungan batubara sehingga memantik menjadi api dan bila ada unsur lain dapat dilaporkan,\u201d jelas Suwarso yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran lahan di kawasan Pelita 8 disebut bukan kali pertama terjadi. Suwarso menyebut sedikitnya lima peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi di kawasan tersebut, meski berada di blok yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekitar lima kali, hanya saja pada blok yang berada dan kali ini di wilayah belakang. Karena tidak ada penduduk sehingga api sudah mulai membesar baru ketahuan,\u201d tutur Suwarso.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kejadian kali ini, kebakaran terjadi di bagian belakang Perumahan Korpri yang terdapat sejumlah rumah belum ditempati pemiliknya. Kondisi kawasan yang relatif sepi membuat kemunculan api terlambat diketahui hingga kobaran membesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski 22 rumah kosong terdampak kebakaran, BPBD Samarinda belum melakukan evakuasi terhadap warga. Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) yang menempati rumah di sekitar lokasi masih bertahan di kediaman masing-masing sembari memantau perkembangan api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini belum ada warga yang dievakuasi dan warga masih berjaga di sekitar rumah masing-masing. Tapi kami tetap siaga untuk melakukan pergerakan kalau api menjadi besar,\u201d tambah Suwarso.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Samarinda bersama relawan masih melakukan pemadaman dan pemantauan untuk memastikan api tidak menjalar ke rumah-rumah yang dihuni warga. Hingga pukul 18.00 WITA, proses penanganan kebakaran masih berlangsung. Petugas juga tetap bersiaga apabila perkembangan api mengharuskan dilakukannya evakuasi terhadap warga sekitar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran semak belukar di Perumahan Korpri Pelita 8 menghanguskan sekitar 20 hektare lahan dan berdampak pada 22 rumah kosong, sementara BPBD Samarinda terkendala pasokan air dalam mencegah api menjalar ke permukiman warga. SAMARINDA &#8211; Kebakaran lahan semak belukar menghanguskan sekitar 20 hektare kawasan Perumahan Korpri Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":205840,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,37],"tags":[58115,10756,12352,5544,1656,58114,52962,58112,58110,15913,15821,36500,23269,58113,58111,12087],"class_list":["post-205750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-22-rumah-terdampak","tag-bpbd-samarinda","tag-dlh-samarinda","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-kebakaran-20-hektare","tag-kebakaran-lahan-kaltim","tag-kebakaran-lahan-samarinda","tag-kebakaran-pelita-8","tag-kebakaran-permukiman","tag-kebakaran-samarinda","tag-kebakaran-semak-belukar","tag-kecamatan-sambutan","tag-kelurahan-pulau-atas","tag-perumahan-korpri-pelita-8","tag-suwarso"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205750"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205848,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205750\/revisions\/205848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}