{"id":205782,"date":"2026-09-10T18:10:52","date_gmt":"2026-09-10T10:10:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205782"},"modified":"2026-09-11T01:26:47","modified_gmt":"2026-09-10T17:26:47","slug":"gibran-tinjau-nyaru-menteng-puluhan-orangutan-jalani-perawatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gibran-tinjau-nyaru-menteng-puluhan-orangutan-jalani-perawatan\/","title":{"rendered":"Gibran Tinjau Nyaru Menteng, Puluhan Orangutan Jalani Perawatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau pembinaan dan perawatan orangutan di Nyaru Menteng serta menegaskan pemulihan habitat harus menjadi bagian dari penanganan dampak karhutla di Kalteng.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak hanya diarahkan untuk melindungi masyarakat, tetapi juga satwa liar dan habitatnya. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau 17 orangutan yang dibina di Forest School serta sekitar 90 orangutan di area karantina Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kamis (10\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Gibran melihat langsung penanganan orangutan di pusat rehabilitasi yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan perawatan satwa terdampak karhutla terpenuhi sekaligus mendorong pemulihan habitat sebagai bagian dari penanganan dampak kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,\u201d ujar Wapres, sebagaimana dilansir Mmc Kalteng, Kamis, (10\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi kabut asap yang sempat menyulitkan pendaratan pesawat tidak membatalkan agenda tersebut. Gibran tetap melanjutkan kunjungannya ke Kalteng bersama dokter hewan dan pegiat konservasi satwa dari Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Forest School BOSF, Gibran meninjau pembinaan terhadap 17 orangutan. Kawasan tersebut digunakan untuk membantu orangutan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan sebelum melalui tahapan rehabilitasi berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Karantina Individu Orangutan. Sekitar 90 orangutan menjalani perawatan di sejumlah kandang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing satwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gibran juga melihat proses nebulisasi atau pemberian uap yang digunakan dalam penanganan orangutan yang mengalami gangguan akibat paparan asap. Ia berdialog dengan dokter hewan, relawan, dan tim konservasi untuk mengetahui kondisi satwa serta kebutuhan penanganan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendukung proses perawatan, Wapres menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombai, dan alat nebulizer yang dibutuhkan dalam penanganan satwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Gibran, perlindungan orangutan tidak dapat berhenti pada tahap pengobatan. Pemulihan lingkungan dan habitat harus berjalan beriringan agar satwa kembali memiliki sumber pakan, air, serta ekosistem yang mendukung keberlangsungan hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karhutla menjadi ancaman serius bagi orangutan karena kerusakan hutan tidak hanya menghilangkan habitat, tetapi juga dapat mengurangi sumber makanan dan mendorong satwa keluar dari kawasan alaminya. Nyaru Menteng selama ini menjadi salah satu pusat rehabilitasi orangutan di Kalteng sebelum satwa yang memenuhi persyaratan menjalani tahapan menuju pelepasliaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kunjungannya, Gibran turut mengapresiasi peran dokter hewan, relawan, pecinta satwa, yayasan, serta tim konservasi yang terlibat dalam penyelamatan dan rehabilitasi orangutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan ke Nyaru Menteng menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api dan perlindungan manusia, tetapi juga keberlangsungan satwa serta pemulihan ekosistem. Upaya rehabilitasi orangutan diharapkan berjalan seiring dengan pemulihan habitat agar satwa yang telah pulih memiliki kesempatan kembali hidup di lingkungan yang mendukung kelangsungan hidupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau pembinaan dan perawatan orangutan di Nyaru Menteng serta menegaskan pemulihan habitat harus menjadi bagian dari penanganan dampak karhutla di Kalteng. PALANGKA RAYA &#8211; Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak hanya diarahkan untuk melindungi masyarakat, tetapi juga satwa liar dan habitatnya. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":205786,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2264],"tags":[10699,58039,1668,58040,10640,31704,54517,33896,20126,34036,58036,58038,58037,3561,58041,31707,27639],"class_list":["post-205782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-agustiar-sabran","tag-borneo-orangutan-survival-foundation","tag-bosf","tag-forest-school","tag-gibran-rakabuming-raka","tag-habitat-orangutan","tag-kabut-asap-kalteng","tag-karhutla-kalteng","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-konservasi-orangutan","tag-nyaru-menteng","tag-orangutan-kalteng","tag-orangutan-nyaru-menteng","tag-palangka-raya","tag-pemulihan-habitat","tag-rehabilitasi-orangutan","tag-wapres-gibran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205782"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205797,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205782\/revisions\/205797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}