{"id":205905,"date":"2026-09-11T19:59:02","date_gmt":"2026-09-11T11:59:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205905"},"modified":"2026-09-11T19:59:02","modified_gmt":"2026-09-11T11:59:02","slug":"pemkab-kubar-perkuat-manajemen-risiko-lewat-55-agen-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkab-kubar-perkuat-manajemen-risiko-lewat-55-agen-perubahan\/","title":{"rendered":"Pemkab Kubar Perkuat Manajemen Risiko lewat 55 Agen Perubahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Kubar menempatkan 55 Agen Perubahan Manajemen Risiko pada 47 perangkat daerah sebagai bagian dari penguatan SPIP dan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI BARAT <\/strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memperkuat penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko dengan menempatkan 55 Agen Perubahan Manajemen Risiko pada 47 perangkat daerah. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengintegrasikan pengelolaan risiko ke dalam perencanaan hingga pelaksanaan program pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan tersebut menjadi salah satu praktik tata kelola yang dibahas saat Pemkab Kubar menerima kunjungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Jumat (11\/09\/2026). Pertemuan itu difokuskan pada koordinasi, konsultasi, dan pertukaran pengalaman mengenai penerapan SPIP serta manajemen risiko antarpemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana diberitakan Kominfokubar, Jumat (11\/09\/2026), rombongan Pemkot Bontang dipimpin Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris bersama Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Akhmad Suharto dan jajaran. Mereka diterima Bupati Kubar Frederick Edwin yang didampingi Sekda Kubar Erik Victory.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberadaan 55 Agen Perubahan Manajemen Risiko tersebut diarahkan untuk mendorong pengelolaan risiko menjadi bagian dari proses kerja perangkat daerah. Dengan pendekatan itu, potensi kendala maupun risiko dalam perencanaan dan pelaksanaan program diharapkan dapat diidentifikasi lebih awal serta ditangani secara lebih terukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain membentuk agen perubahan, Pemkab Kubar juga memperkuat penerapan SPIP melalui peningkatan kompetensi aparatur bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), penyusunan kebijakan manajemen risiko, penguatan fungsi Inspektorat, serta evaluasi secara berkala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kubar menekankan SPIP dan manajemen risiko tidak seharusnya dipandang sebatas pemenuhan administrasi. Penerapannya menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang efektif, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertemuan dengan Pemkot Bontang juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan. Kerja sama tersebut diharapkan memberi masukan bagi kedua daerah dalam meningkatkan kualitas pengendalian internal sekaligus mengantisipasi risiko dalam penyelenggaraan program.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Kubar berharap koordinasi antardaerah di Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret dalam penguatan tata kelola pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemoga sinergitas ini dapat terus berlanjut ke tahap yang lebih konkret di masa-masa yang akan datang,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan SPIP dan manajemen risiko melalui agen perubahan diharapkan membuat setiap perangkat daerah semakin mampu mengenali potensi masalah sejak tahap perencanaan, sehingga pelaksanaan program pemerintahan dapat berlangsung lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kubar menempatkan 55 Agen Perubahan Manajemen Risiko pada 47 perangkat daerah sebagai bagian dari penguatan SPIP dan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel. KUTAI BARAT &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memperkuat penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko dengan menempatkan 55 Agen Perubahan Manajemen Risiko pada 47 perangkat daerah. Langkah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":205908,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,483],"tags":[58238,20367,25332,1743,3124,52725,25648,5544,1656,1838,1806,20673,1883,7071,43152,58239,58237,10787,20617],"class_list":["post-205905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat","tag-agen-perubahan-manajemen-risiko","tag-agus-haris","tag-akhmad-suharto","tag-bontang","tag-bpkp","tag-erik-victory","tag-frederick-edwin","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-kubar","tag-kutai-barat","tag-manajemen-risiko","tag-pemkab-kubar","tag-pemkot-bontang","tag-pengendalian-internal","tag-perangkat-daerah-kubar","tag-sistem-pengendalian-intern-pemerintah","tag-spip","tag-tata-kelola-pemerintahan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205905"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205914,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205905\/revisions\/205914"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}